Kamis, 23 Mei 2013

Terima Kasih Tim

Tim Indonesia. Courtesy : @putrategar2709

Indonesia mengukir sejarah buruk dengan untuk pertama kali gagal melangkah ke semifinal Piala Sudirman sepanjang 24 tahun perhelatan. Terdengar buruk memang tapi sebenarnya tidak terlalu karena permainan menawan dan perjuangan gigih skuat muda Indonesia sangat luar biasa dan patut diapresiasi.

2 hari yang lalu Indonesia dipermak China 0-5 di babak penyisihan grup sehingga menempatkan Indonesia sebagai runner up diatas India yang dikalahkan 4-1 sehari sebelumnnya. China yang hadir sebagai unggulan pertama kukuh di puncak klasemen dengan 2 kemenangan mutlak. BWF yang menganut sistem drawing ulang juara grup dengan runner up di perempat final ternyata menjodohkan kembali Indonesia bertemu China. Drawing yang sangat tidak mengenakkan tentu saja.

Owi/Butet. Courtesy : @putrategar2709
Hasil ini membuat nada-nada pesimis dan realistis bermunculan dari penggemar bulutangkis sejak Selasa malam seusai pengundian. Banyak prediksi yang bilang Indonesia akan lagi-lagi dipermalukan negeri Tiongkok.

Namun, kenyataan berkata lain, perempat final yang digelar di Stadion Bukit Jalil Kualalumpur Malaysia siang tadi menyisakan cerita heroik bagi punggawa Indonesia. Walau gagal menang tapi Arjuna dan Srikandi bulutangkis ini berhasil memberikan shock therapy pada “Los Galaticos” nya bulutangkis. Pertandingan yang tadinya diprediksi berat sebelah menjadi sangat tidak mudah bagi China, Indonesia berhasil membuat mereka ketar-ketir.

Sempat unggul 2 kali lewat Owi/Butet yang berhasil membungkam Xu Chen/Ma Jin yang selama ini superior terhadap mereka dan Rian/Angga yang secara mengejutkan mengalahkan juara Olimpiade 2012 Cai Yun/Fu Haifeng, pasukan Rexy cs sempat menebar kegetiran di benak Li Yongbo sang pelatih kepala China yang dikenal arogan sebelum akhirnya China berhasil membalikkan keadaan lewat Chen Long (menang atas Tommy), Li Xuerui (menang atas Lindaweni) dan Wang Xiaoli/Yu Yang (menang atas Butet/Nitya) sekaligus memastikan kemenangan tipis 2-3.

Ini yang dimaksud kekalahan ini tidak terlalu terdengar buruk bagi Indonesia. Turun dengan banyak skuat muda yang minim pengalaman, Indonesia tetap menjadi “kesulitan” sendiri bagi tim-tim lain termasuk China yang bertabur bintang. 2 kali bertemu Indonesia, 2 kali pula China menurunkan tim terbaik. Hal tersebut membuktikan masih ada kegentaran dan keseganan lawan terhadap kita, siapapun yang diturunkan. Tanda bahwa sebenarnya Indonesia selalu masuk hitung-hitungan kekuatan di peta persaingan bulutangkis.

 Pasukan Cipayung tidak berhasil mencapai target semifinal yang dibebankan tapi penampilan mereka sesungguhnya di luar batas ekspektasi dan pantas diberikan acungan jempol. April yang berhasil mengajak Li Xuerui rubber, Rian/Angga yang selalu sumbang poin ketika diturunkan, Owi/Butet yang sudah bisa melawan tekanan saat diberikan beban berlebih dan Greys/Nitya yang mampu menang di debut internasionalnya adalah bukti bahwa skuat ini sesungguhnya sudah siap tampil di level teratas.

Rian/Angga
Asah skill, tambah jam terbang dan pematangan mental. Itu yang diperlukan sekarang agar skuat ini terus dan terus berkembang ke arah yang lebih baik. Saya yakin satu, dua atau bahkan semua pemain dalam skuat inilah yang akan memulangkan Piala Sudirman, Piala  Thomas dan Piala Uber ke tanah air, yang akan mempersembahkan medali emas olimpiade lagi dan yang akan mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia suatu hari nanti.

Akhirnya, terima kasih banyak para pemain, pelatih dan semua orang dalam tim Indonesia yang telah memberikan perjuangan terbaik di Piala Sudirman 2013. KAMI BANGGA PADA KALIAN. KAMI BANGGA!!!!

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar