Deri Destan
Jumat, 17 Maret 2017
Sehari Bersama Minions
Senin, 12 Desember 2016
Sulit Tapi Bisa
Bikin materi itu sulit.
Bikin materi dan lucu itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu selama dua setengah jam itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu selama dua setengah jam dan selalu bekerja di 24 kota itu sulit.
Tapi Pandji Pragiwaksono lewat Juru Bicara World Tour nya membuktikan kalau dia bisa.
Sulit tapi bisa!
@Destangreys, 2016
Minggu, 11 Desember 2016
Terima Kasih Pandji, Terima Kasih #JuruBicaraJKT
Minggu, 24 Juli 2016
Olimpade Rio : Momentum Kembalikan Tradisi Dan Ciptakan Sejarah
Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil tinggal menghitung hari. Acara pembukaan akan dihelat 5 Agustus 2016 dan berakhir pada 21 Agustus 2016. Terlepas dari banyak permasalahan internal di negara penyelenggara dari mulai kesiapan infrastruktur hingga penyebaran virus Zika tetapi pesta olahraga terakbar sejagad ini tetap layak ditunggu.
Kiprah persaingan ribuan atlet dari seluruh penjuru dunia demi sekeping medali untuk negara akan terpampang di ajang bertajuk Live Your Passion ini termasuk juga dari Indonesia. 28 atlet Merah-Putih yang sudah dikukuhkan sekaligus dilepas Pak Jokowi minggu lalu akan berangkat hari Rabu, 27 Juli 2016 menuju Brazil. 28 atlet itu berasal dari 7 cabang olahraga, Bulutangkis, Dayung, Panahan, Atletik, Renang, Balap Sepeda dan Angkat Besi.
Jumlah atlet ini meningkat dibanding Olimpiade London 2012 walaupun jumlah cabang olahraga yang diikuti berkurang. Saat itu Indonesia hanya mengirim 22 atlet tapi dari 8 cabang olahraga dengan torehan 1 perak dan 1 perunggu dari Angkat Besi.
Torehan inilah yang ingin dilebihi kontingen Indonesia di negeri Samba apalagi tradisi emas sejak Olimpiade Barcelona 1992 terhenti karena gagal totalnya genk PBSI tunjukkan taji. Selain itu, menambah koleksi medali Olimpiade yang sekarang berada di angka 27 menjadi motivasi lain para atlet.
Walau gagal total di London 2012, Indonesia nyatanya masih mengandalkan Bulutangkis untuk meraih medali emas. Ini tak lepas dari prestasi Bulutangkis yang kembali moncer usai Gita Wirjawan mengambil alih tampuk kepempinan dan mempulangan Rexy Mainaky cs ke Cipayung. Program jangka panjang dengan target terbesar mengembalikan tradisi emas di Olimpade Rio semakin terlihat nyata. Gelar demi gelar mulai hadir sebagai pelecut kepercayaan diri sebelum Rio tiba, sesuatu yang tidak terjadi jelang London. Dan setidaknya 10 peluru yang dikirim sekarang lebih rasional untuk mendulang medali dibanding 4 tahun silam saat diisi 9 peluru.
Namun dengan begitu bukan berarti jalan Tommy, Linda, Ahsan/Hendra, Owi/Butet, Jordan/Debby dan Greys/Nitya akan mudah. Tetap butuh perjuangan ekstra keras dan semangat pantang menyerah tapi kalau dilihat dari apa yang sudah mereka lakukan dan usahakan selama ini peluang itu besar adanya.
Harapan dan beban terbesar memang ada di cabang Bulutangkis tapi kita tidak boleh menutup mata untuk cabang lain. Peluang mereka juga sama besarnya untuk mempersembahkan medali untuk Indonesia dan menciptakan sejarah baru.
Maria Londa di cabang Atletik nomor Lompat Jauh contohnya. Emas Asian Games 2014 di Incheon menjadi modal penting untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Atletik yang selama ini belum pernah sumbang medali bisa jadi pecah telur tahun ini lewat dara 25 tahun ini.
Atau mungkin Riau Ega Agata Salsabila, Muhammad Hanif, Hendra Wijaya dan Ika Yuliana Rochmawati di cabang panahan mampu membuat sejarah baru dengan torehan medali emas sehingga film "3 Srikandi" garapan Iman Brotoseno yang mengangkat cerita tentang bagaimana semangat Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani di tim Panahan saat putri mendulang medali perak, medali pertama Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 yang akan tayang Agustus nanti bisa ada sekuelnya.
Selain Atletik dan Panahan, Angkat Besi pun berpeluang untuk mengubah 3 Perak dan 2 Perunggunya menjadi kumandang Indonesia Raya di edisi ini mengingat Eko Yuli Triawan dan Triyatno sang penyumbang medali di London kembali hadir di Rio bersama para suksesornya Deni, M Hasbi dan I Ketut Ariana serta penerus peraih 2 perak Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004, Lisa Rumbewas, Sri Wahyuni dan Dewi Safitri.
Dan akhirnya semoga semua atlet kita nantinya bisa maksimal memberikan penampilan terbaik demi kebanggaan negara apalagi motivasi dipastikan bertambah lewat terobosan Chief de Mission, Raja Sapta Oktohari, yang memberi bonus awal untuk atlet yang lolos Olimpiade via kualifikasi dan menyiapkan tiket pesawat kelas bisnis ke Brazil. Wow!
Kalau sudah begini, jadi berapa medali, Indonesia?
@Destangreys, 2016
Senin, 11 Juli 2016
Memahami Cristiano Ronaldo
Sejauh Doa dan Usaha
Selasa, 28 Juni 2016
CI : Bukan Sekedar Komedi
@Destangreys, 2016



