Kamis, 20 Maret 2014

Our Absurd Room!



Mau tulis sesuatu yang nyantai ah! :)

Dulu ruangan ini gue tinggal saat Supervisornya masih cewe dan setelah melanglangbuana 6 bulan ke Sumedang, gue balik lagi kesini dan ternyata sekarang Supervisornya cowo. Temen lama sich, udah kenal juga tapi jujur gue belum pernah kerja bareng sama beliau, kalau keluar bareng sich sering! #eh *keluar maen maksudnya bareng-bareng sama yang lain.*

Supervisor cowo gue ini lebih tuir 2 tahun dari gue dan menasbihkan dirinya sebagai #seorangtampan01 yang mirip Ariel. Suara gue akuin sich mirip2 Ariel Onah eh Noah tapi kalau masalah tampang masih sedikit kecean gue lah secara gue kan adenya abang Cristiano Ronaldo yang bernama #DerianoRonaldo gitu. *eitsss baca baca aja, ga boleh protes*. Nah entah kenapa ya sejak hari pertama gue menjejakkan kaki lagi kesini ini ruangan jadi makin rame dan seru karna entah kenapa juga gue nyambung banget sama nie #seorangtampan01, kayak ada kemistri-kemistri yang tiba-tiba nyentak antara hati kita berdua gitu. Jangan pade neting tipis Ma Jin dulu, kemistri yang gue bilang bukan kemistri jatuh cinta gitu *sorry yeh eike masih suka pewong cyin #kibasrambut* tapi ini kemistri yang bisa bikin orang lain ketawa. Kemistri Sense Of Humour lah kalau kata orang barat.

#seorangtampan01 pinter banget lempar premis yang bisa jadi punchline buat gue, jago juga ngambil bahan yang bisa gue eksekusi yang bikin orang yang ada di ruangan kita ngakak. Contoh kecil, kemarin anak magang kantor gue tiba-tiba curhat pas lagi motokopi *bingung gue juga ga ada kerjaan banget dia motoin kopi*

Anak Magang             : Aduh aku sariawan!
#seorangtampan01      : Kurang buah sama Vitamin C tuch.
Anak Magang             : Aku tiap hari makan buah kok pak
#seorangtampan01      : Buah dan Vitamin C nya yang alami dong, apa Der?
Gue                            : *dingin dan datar* Buah z***r dan Vitamin Cium neng..

Atau yang ini :

Marketing                   : *muka bĂȘte* Aku dipaksa sama suami….
#seorangtampan01      : *motong* Yang dipaksa emang pertamanya ga enak teh.
Gue                            : *nyamber* tapi kesananya suka nagih dan bikin merem melek teh!
                                      Dipaksa refleksi maksudnya. :D :D

Ia sich emang becandaan kita lebih dewasa daripada umur-umur kita tapi wajar lah ya secara 2 pejantan tanggung ini menjalani hubungan LDR alias Loe Doang Relationships eh Long Distance Relationships maksudnya. #seorangtampan01 baru 2 hari sich LDR setelah sekian tahun pacaran, pacarnya pulang kampung ke Bukittinggi *jauh yeh?* dan gue sebagai seleb yang sering masuk infotainment Buser dan Patroli ya begini, pokoknya punya pacar lah, pokoknya cantik dan mempesona, anak daerah Tangerang *ditoyor, anak Bapak Ibunya lah Der*, kerja di (lah jadi manjang? Hahaha)

Itulah yang buat ruangan gue kadang jadi absurd, exception dari ruangan-ruangan divisi lain yang sepanjang hari tenang dan hening kayak kuburan ditinggal mudik, sepiiii beneerrrr. Ruangan gue selain diisi sama canda tawa yang menggelegar juga full music, reclining seat, Toilet, TV, DVD, Wifi, eh bentar-bentar kok jadi kayak Bus Executives? Ya gitu, ruangan gue emang full music dari pagi ampe jam pulang, Pop, Rock, Jazz, Dangdut, Koplo lengkap semuanya tinggal request. Hehe.

Oia..satu lagi, gue dan #seorangtampan01 punya hobi yang sama yaitu K to the E to the P to the O atau dengan kata lain KePOP eh kebanyakan, maksudnya KEPO dan tingkat kekepoan kami itu sudah ada di tahap berbahaya alias kepo bingitsss tapi untungnya kita berdua dibekali oleh Tuhan yang maha kuasa sebuah kemampuan memancing siapa saja yang duduk di ruangan kami untuk curhat masalah pribadi, hahahaha. Entah ya orang-orang itu suka kepancing aja buat cerita padahal kita baru modusin mereka dengan satu-dua kalimat pertanyaan. Tapi kami memang dilahirkan untuk gila di atas rata-rata kali yaks karna jangan harap setelah cerita dapat solusi terbaik, nambah masalah yang ada. Jadi berhati-hatilah kawan! :D :D

Udah dulu ah, makin absurd nanti. Hah? Apa? Berobat? Kemarin aja dokter ikutan jadi stress abis meriksa kami berdua. Cheerrssss!! Mmmmuaacchhh!!!

@Destangreys, 2014

NB : Dengan hormat, yang berniat mengunjungi kami tolong nanti jauhkan kata-kata seperti panjang, pendek, masuk, keluar, naik dan sebagainya ya karena kami tidak bertanggungjawab bila nanti obrolan jadi tidak menentu arahnya.    



Memaknai dan Menikmati Perjalanan!



Sudah beberapa tahun belakangan saya akrab sekali dengan jalur Jakarta-Bandung melalui tol Cipularang, bolak-balik seperti sudah jadi rutinitas. Pagi, siang, sore bahkan malam pernah saya lalui jalan ini.

Di sebuah perjalanan, saya lupa kapan tepatnya tiba-tiba saya mulai berpikir kenapa tidak ada satupun kesan menarik yang membekas selama perjalanan-perjalanan itu. Kenangan manis tergores malah adalah apa yang dilakukan di tujuan bukan sepanjang perjalanan-perjalanan itu. Di perjalanan saya memang hanya menghabiskan waktu untuk mendengarkan musik, nge-tweet, chatting atau memilih untuk tidur tanpa peka dengan apa yang terjadi. Mau macet, ngebut, zig-zag kendaraannya saya hampir tidak peduli. Yang saya pikirkan hanya sampai ke tujuan dengan selamat dan apa yang akan dilakukan disana. 

Akhirnya setelah pertanyaan itu menggelitik, saya termenung dan tercenung karna merasa itulah cerminan bagaimana saya menjalani hidup ini, gambaran jelas apa yang saya lakukan terhadap perjalanan hidup yang hampir 25 tahun.

Saya memang selalu terobsesi pada hasil akhir, ingin cepat meraih apa yang saya dambakan dan impikan. Saya selalu membayangkan apa yang akan terjadi ke depan dan membuat rencana-rencana yang terlalu jauh ke depan. Itu membuat saya tidak bisa memaknai dan menghargai proses dari perjalanan pencapaian tersebut bahkan untuk sekedar menikmati perjalanan itu saya tidak bisa.

Hal ini berakibat pada kehidupan saya yang terasa amat membosankan, rutinitas itu seperti sebuah gerak mekanis yang otomatis yang hanya saya kerjakan tanpa memikirkan nilai dan esensinya yang akhirnya menjadikan saya seperti robot. Saya tak bisa menyerap aura positif yang ada di lingkungan sepanjang hari karna saya terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi ke depan. Dan itu membuat saya cepat lelah dan memasuki stress tahap awal. Kemumetan dan kepenatan sering sekali menyapa saya yang kadang membuat emosi saya menjadi labil.

Keresahan-keresahan itulah membuat saya sekarang terbangun dan tersadar untuk lebih peka terhadap proses perjalanan hidup, lebih memaknai dan menghargai setiap detik yang saya lewati dalam hidup ini, lebih menikmati apa yang saya lakukan demi pencapaian-pencapaian besar itu.

Saya ingin melangkah tegap tanpa ragu, saya ingin mengecap aura positif yang memotivasi dari lingkungan sekitar dan saya ingin meraih mimpi tanpa beban.

Saya percaya kita berhak menentukan masa depan tapi Tuhan yang berhak menentukan takdir tergantung usaha kita.

Bebaskan! Berbahagialah!

@Destangreys, 2014

Senin, 10 Maret 2014

Malam Indah Pria Banyumas!



Fantastis!

Satu kata yang tepat bagi seorang Tontowi Ahmad usai menjuarai All England semalam di The National Indoor Area Birmingham, Inggris. Di balik kritikan yang menyebut kalau dia adalah pemain yang labil serta tidak disiplin tapi pantas rasanya puja-puji disematkan kepada pasangan Liliyana Natsir yang sukses menggondol gelar ketiga beruntun ini.

Penampilan seperti trance Owi sangat memukau di partai sengit melawan Zhang/Zhao itu, Mungkin menjadi salah satu penampilan terbaik pria Banyumas 26 tahun selama berkiprah di dunia Bulutangkis bahkan saat juara dunia 2013 penampilan Owi tidak segarang semalam.

Cover lapangan menakjubkan, defense rapat, attacking mematikan, placing-placing cantik dan kombinasi bola pelan serta cepat yang membingungkan membuat decak kagum ribuan pasang mata yang menyaksikan langsung pertandingan sekaligus membuat putus asa Zhang/Zhao. Selain itu, Owi juga bermain dengan mental yang sangat matang, tidak emosional dan tetap tenang meladeni pukulan-pukulan lawan.

Sekali lagi! Tontowi Ahmad, fantastis!!

@Destangreys, 2014 

*courtesy Photo : victorsport.com

Cahaya Kemenangan Di Langit Birmingham!


Di tengah-tengah persaingan politik yang semakin memanas memasuki bulan-bulan Pemilu, Indonesia kembali mencetak prestasi dan sejarah harum nan menawan di kancah internasional lewat olahraga paling membanggakan tadi malam. Ya (lagi-lagi) Bulutangkis mampu menerbangkan 2 gelar juara ke pangkuan Ibu Pertiwi dari The National Indoor Arena di kota Birmingham, Inggris, tempat berlangsungnya kejuaraan bergengsi All England 2014.

Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir adalah tokoh protagonis dalam kemenangan Indonesia itu. 2 pasangan terbaik ini mampu merengkuh target juara dan menjawab ekspektasi publik yang menanti gelar di tahun 2014 dengan torehan sempurna di waktu yang tepat.

Waktu yang tepat karena usai juara di Kejuaraan Dunia 2013, 2 pasangan ini dan para pemain Indonesia umumnya mengalami penurunan performa walau setelah itu Ahsan/Hendra sempat juara di Jepang Super Series, Owi/Butet di China Premiere Super Series plus Kido/Gideon yang berjaya di Perancis Super Series tapi secara keseluruhan penampilan mereka cenderung melempem. Dan keadaan itu berlanjut di awal 2014 dimana pemain Indonesia seperti kehilangan taji tanpa sebiji gelar di 2 kejuaraan awal bulan Januari, Korea Super Series dan Malaysia Premiere Super Series.

Dan sehingga kemenangan Ahsan/Hendra dan Owi/Butet ini menjadi amat penting sebagai signal dan wake up call untuk kembali bangkit berprestasi bagi pasukan kita seperti apa yang diperlihatkan sepanjang Januari-Agustus tahun lalu.

Keberhasilan Ahsan/Hendra dan Owi/Butet menjuarai All England semalam juga merangkai cerita menarik yang akan membekas sebagai sejarah bagi keduanya.

Dimulai dari Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra nomor 1 dunia ini memang mematok All England sebagai salah satu turnamen yang harus dimenangi dan melihat peta persaingan di nomor ini peluang itu sangatlah besar apalagi lawan asal Korea yang selama ini menjadi momok yaitu Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong tidak turun lantaran LYD sedang menjalani masa skors satu tahun akibat mangkir dari tes doping.  
 
Kesempatan ini akhirnya benar-benar dimanfaatkan oleh Ahsan/Hendra dengan bermain sangat baik sejak awal kejuaraan, kepercayaan diri dan ambisi menjadi sebuah motivasi luar biasa untuk meraih gelar All England pertama bagi kedua pemain yang baru saja menjadi seorang ayah ini. Hanya kehilangan satu game di babak kedua dari Chris Langridge/Peter Mills, Ahsan/Hendra menghempas semua lawan dengan permainan menawan bahkan di partai final melawan ganda alot Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, Ahsan/Hendra mampu lepas dari tekanan lalu menang dengan skor kembar 21-19 21-19 sekaligus mengakhiri penantian 11 tahun puasa gelar ganda putra di All England sejak terakhir kali Chandra Wijaya/Sigit Budiarto di tahun 2003.

Bagi Hendra gelar ini menggenapi semua pencapaian di ajang bergengsi perorangan setelah Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan Kejuaraan Dunia pernah ia raih sebelumnya. Lengkap!

Lain Ahsan/Hendra, lain pula cerita Owi/Butet. Owi/Butet yang sudah 2 kali juara All England beruntun di tahun 2012 dan 2013 berhasrat untuk menciptakan Three-Peat alias 3 kali juara berturut-turut. Bukan hal mudah mengingat Owi/Butet sedang tidak di top perform di awal tahun ini sementara para pesaingnya seperti Xu Chen/Ma Jin dan Zhang Nan/Zhao Yunlei malah tampil mengganas. Keberuntungan memang memihak dengan drawing relatif mudah sebagai unggulan kedua sehingga langkah menuju impian besar itu semakin dekat namun di lain sisi membuat Owi/Butet seakan tidak teruji sepanjang kejuaraan sehingga ada kekhawatiran mereka tidak in di partai puncak.

Namun kekhawatiran itu mentah saat The National Indoor Arena memainkan partai final kelima nomor ganda campuran yang mempertemukan Owi/Butet melawan pasangan unggulan pertama China Zhang Nan/Zhao Yunlei. Owi/Butet yang di pertemuan terakhir kalah nampak sangat siap dan enjoy menjalani pertandingan, mengambil inisatif serangan sejak awal Owi/Butet terus menekan hingga Zhang/Zhao tidak bisa mengembangkan permainan dan terus terbawa arus permainan lawan. Ditambah penampilan Owi yang sempurna serta Butet yang tenang membuat Zhang/Zhao seakan kehabisan akal untuk mengambil alih kontrol pertandingan. Owi/Butet akhirnya menang 21-13 21-17. Three-Peat is happened!!
 
Sekarang Owi/Butet bersanding dengan Park Joo-Bong/Chung Myung-Hee di deretan peraih Three-Peat nomor ganda campuran dan beberapa nama di nomor lain sehingga tidak berlebihan rasanya kalau Owi/Butet ditasbihkan sebagai legenda All England dari Indonesia.
 
Malam tadi, langit Birmingham bermandikan kerlap-kerlip bintang prestasi nan berkilauan yang membias gempita cahaya kemenangan penuh euforia berkat hasil kerja keras, keyakinan dan percaya akan sebuah mimpi.


Selamat dan terima kasih Ahsan/Hendra!!!








Selamat dan terima kasih Owi/Butet!!!






@Destangreys, 2014

*Courtesy : badmintonindonesia.org