Sabtu, 17 Agustus 2013

Jangan Manfaatkan Juara Dunia!



11 Agustus 2013.

Menjadi hari bersejarah bagi dunia Bulutangkis Indonesia saat 2 pasangan Merah-Putih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menorehkan tinta emas juara di Kejuaraan Dunia di Guangzhou, China.  Tontowi/Liliyana atau Owi/Butet merebut gelar di nomor ganda campuran setelah menang dramatis rubber game 21-13 16-21 22-20 dari pasangan nomor 1 dunia asal tuan rumah Xu Chen/Ma Jin sementara Ahsan/Hendra melibas ganda Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen 2 set langsung 21-13 23-21.

Sontak, kemenangan ini memberikan euforia luar biasa, bukan hanya untuk pencinta Bulutangkis yang selama ini konsisten memberikan dukungan tetapi juga dari semua pihak termasuk Bapak Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono yang langsung menelepon Owi/Butet untuk mengucapkan selamat usai laga yang menguras adrenalin itu.

Apresiasi dan puja-puji tidak berhenti sampai disitu, setelah tiba di Indonesia Owi/Butet dan Ahsan/Hendra benar-benar diperlakukan bak superstar. Acara penyambutan di bandara, headline di media-media cetak dan online, menjadi undangan menjadi bintang tamu di sejumlah staisun televisi dari mulai Sports Program, News Program hingga Infotainmnet tidak habis-habis menyapa dan puncaknya adalah kirab (arak-arakan) sang juara dunia ini di Car Free Day Jakarta tadi pagi.  

Saya senang dan bahagia melihat ini karena sebagai pencinta Bulutangkis keberhasilan Owi/Butet dan Ahsan/Hendra ini terasa sebagai pelita di seretnya prestasi kita beberapa tahun belakangan. Ini adalah momentum kebangkitan Bulutangkis Indonesia yang harus diberitakan secara luas agar masyarakat tahu dan kembali percaya bahwa olahraga kebanggaan ini akan kembali terbang tinggi lewat catatan-catatan juara para punggawanya.

Namun saya berharap jangan sampai Owi/Butet dan Ahsan/Hendra ini ditunggangi kepentingan-kepentingan lain diluar untuk kemajuan Bulutangkis. Biarlah mereka sang juara dunia itu berjuang untuk prestasi dan gelar juara dunia ini sebagai awal tonggak perjuangan agar dunia Bulutangkis terus diperhatikan dengan penuh oleh semua pihak dan media elektronik khususnya yang selama ini terasa begitu kurang bahkan minim pemberitaan dan siaran-siaran langsung pertandingan.

Semoga saja setelah ini kita akan melihat banyak acara tentang Bulutangkis atau siaran-siaran langsung turnamen Bulutangkis di televisi nasional. Bukan streaming atau televisi berbayar. Semoga.

@Destangreys, 2013

Masih (Sulit)


Pagi ini,
Mendengar kabar, melihat situasi
Ternyata rasa itu belum hilang, masih ada
Sulit

Menghadapkan diri pada kenyataan
Bahwa dia sedang dengan seseorang
Belum tentu kekasihnya memang, terlau dini
Tapi

Sangat menyakitkan bila benar adanya
Hati seakan tak sanggup menerimanya
Walau sekarang nyatanya aku juga tidak sendiri
Dia

Terlalu lama terpendam di sini
Membuat tempat ternyaman dan rapi
Tak keluar dan mengendap
Sehingga

Inilah yang terjadi
Bila kenyataan dia bercinta dengan pria lain
Perih menyayat
Sesak menghentak

Lebih baik ku tak tau saja
Karena masih (sulit)

@Destangreys, 2013