Senin, 27 Juli 2015

Ujian Sesungguhnya Greysia/Nitya!

Sejak kembali dipasangkan pada 2013, tak disangka Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari mampu menjelma menjadi pasangan ganda putri yang menakutkan dan berhasil menancapkan kuku di tengah-tengah gempuran persaingan ganda Tiongkok dan Jepang serta Korea. Raihan peringkat 5 dunia dengan torehan gelar juara Thailand Grand Prix Gold 2013, juara Taipei Grand Prix Gold 2014, Medali Emas Asian Games Incheon Korea 2014, runner up Indonesia Open Premiere Super Series 2015 dan juara Taipei Grand Prix Gold 2015 adalah bukti sahih betapa pasangan Indonesia ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata.

Sempat mengalami pasang-surut tapi Greysia/Nitya bisa dibilang stabil dan konsisten di setiap turnamen yang mereka ikuti dengan hampir selalu menembus babak perempat bahkan beberapa semifinal bisa dicicipi. Puncak kegemilangan memang saat meraih emas di Asian Games tahun lalu tapi bila dicermati, penampilan Greys/Nitya lebih meyakinkan di 2 bulan terakhir ini. Meraih podium runner up Super Series Premiere dan podium juara Grand Prix Gold sekaligus pertahankan gelar tahun lalu dalam 2 turnamen beruntun mencerminkan konsisten pasangan ini semakin terjaga. Dibanding tahun lalu pun, sekarang Greys/Nitya bermain lebih apik dan dewasa, kepercayaan, komunikasi serta kemistri semakin terbangun baik. Pertahanan rapat plus counter attack dahsyat masih jadi andalan utama tapi tahun ini senjata Greys/Nitya bertambah yaitu rotation play. Yaps, rotation play sangat fasih dimainkan Greys/Nitya di beberapa pertandingan terakhirnya, Nitya sudah tidak canggung main depan net dan Greysia sudah tidak segan melepas smes-smes keras yang tak jarang berbuah poin.

Dan kekuatan serta konsistensi Greysia/Nitya akan benar-benar diuji di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2 minggu lagi atau tepatnya pada tanggal 10-16 Agustus 2015 di Istora Senayan, Jakarta. Kenangan sebulan silam di tempat yang sama plus dukungan publik Istora yang "angker" jelas jadi nilai plus Greysia/Nitya apalagi kepercayaan diri mereka sedang naik usai juara di Taipei namun kewaspadaan tingkat paling tinggi harus tetap dijaga mengingat beberapa lawan-lawan yang akan dihadapi dipastikan punya misi balas dendam di kejuaraan ini.

Yap, aroma balas dendam memang sangat menyengat di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 sektor ganda putri usai drawing yang baru saja dilakukan BWF dan PBSI hari ini. Greysia/Nitya yang menempati unggulan 7, berpeluang bertemu Shizuka Matsuo/Mami Naito di babak ketiga. Matsuo/Naito baru saja dikalahkan Greysia/Nitya di babak perempat final Taipei Grand Prix Gold 2015. Lalu di perempat final, Greysia/Nitya akan bertemu pasangan nomor 1 dunia asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. Dari semua lawan, Misaki/Ayaka inilah yang harus paling diwaspadai Greysia/Nitya karena usai kalah di semifinal Taipei Grand Prix Gold 2015 kemarin, Misaki/Ayaka langsung amat berhasrat dan bernafsu untuk membalas kekalahan. Bila lolos, di babak semifinal Greysia/Nitya kemungkinan besar akan menghadapi ganda Tiongkok. Pilihannya antara Tian Qing/Zhao Yunlei atau Wang Xiaoli/Yu Yang. Mari sejenak berandai, andai yang jadi lawan Greysia/Nitya nanti Wang/Yu, dipastikan aroma balas dendam masih berlanjut karena setali tiga uang dengan Matsuo/Naito dan Misaki/Ayaka, Yu Yang juga mengalami kekalahan di pertandingan terakhir melawan Greysia/Nitya, tepatnya di semifinal Indonesia Open Super Series Premiere 2015 lewat drama rubber game 22-20 21-13 21-14. Tapi saat itu Yu Yang tidak berpasangan dengan Wang Xiaoli melainkan dengan Zhong Qianxin. Tak berhenti sampai disitu, bila skenario takdir nanti menuliskan di final Greysia/Nitya harus menghadapi antara Luo Ying/Luo Yu atau Christinna Pedersen/Kamilla Ryterr Juhl maka dipastikan misi balas dendam berlanjut ke partai puncak. Luo/Luo pasti penasaran usai kesabaran Greysia/Nitya selalu merusak ritme permainan mereka dan harus rela kalah di 2 pertemuan terakhir sementara Pedersen/Juhl bahkan belum pernah menang dalam 4 pertemuan mereka.

Selain misi balas dendam lawan, Greysia/Nitya juga patut mewaspadai kembalinya Tian Qing/Zhao Yunlei ke peta persaingan berburu gelar. Pasangan ini memang sudah lama tidak bermain bersama namun bukan berarti Greysia/Nitya boleh anggap remeh pasangan peraih emas Olimpiade London 2012 ini karena usai dipecah, penampilan Zhao Yunlei bersama kekasihnya Zhang Nan di sektor ganda campuran makin moncer sementara Tian Qing pun sedang impresif-impresifnya bersama pasangan barunya, Tang Jinhua, dengan koleksi runner up Australia Super Series 2015 dan juara Indonesia Open Super Series Premiere di 2 turnamen awal. Jadi tidak mustahil kalau Tian/Zhao lah yang akan menahan laju Greysia/Nitya ke tangga juara.

Sejujurnya Greysia/Nitya punya catatan mentereng dalam statistik, setidaknya dari 8 unggulan tertera. Mereka adalah 1 dari hanya 3 pasangan yang pernah mengalahkan semua unggulan teratas itu, 2 pasangan lain adalah Tian Qing/Zhao Yunlei dan Wang Xiaoli/Yu Yang. Di samping itu, usai Indonesia Open Super Series Premiere 2015, Greysia/Nitya sudah masuk intensif latihan persiapan Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 jadi bisa dibilang persiapan mereka maksimal setidaknya untuk sekedar perburuan medali atau bahkan gelar juara.

Greysia/Nitya adalah oasis dalam kemarau, pelita dalam harap dan harapan dalam penantian. Semoga Indonesia Raya berkumandang di Istora tanggal 16 Agustus nanti dari gelar pasangan ini untuk ganda putri negeri. Amin!

@Destangreys, 2015

Sabtu, 25 Juli 2015

Sempurna Harusnya Hanya Milik Tuhan (Atau Andra and The Backbone)

Setelah 4 bulan karam, akhirnya saya mencoba post lagi tulisan tentang apa yang saya rasakan. Selamat menikmati!

#sapudebu
#bersihinsaranglabalaba
#ngepelblog

Beberapa lama kemudian,

Mulai ya? Haha.

Ok, seminggu lalu tepatnya Senin, 20 Juli 2015 saya menyempatkan diri menjemput juara bertahan Taipei Grand Prix Gold 2014 dan 2015 Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di bandara internasional Soekarno-Hatta. Ya, hanya sekedar warm welcome dan mengucapkan selamat atas pencapaian yang telah mereka capai.

Greysia secara khusus meluangkan waktu pada saya (dan 2 orang teman) untuk berbincang sebentar tapi hasil dari perbincangan itu malah membuat saya jadi sedikit miris, terenyuh dan sedih karena ada satu jawaban Greys yang harusnya tidak pernah terucap.

Saya : "Abis ini libur dulu kak?"
Greys : "Ia ni soalnya asrama juga blm ada siapa siapa, belum mulai latihan"
Saya : "Wah Senin depan baru masuk ya kak?"
Greys : "Haha enggalah, ngapain? Ntar dibully lagi!"

Dan kamipun tertawa lepas.

"Ntar dibully lagi", sebuah kalimat yang enteng dan Greys pun berkata sambil tertawa tapi saya merasa ada makna yang dalam dari kalimat itu. Makna yang harusnya disadari para haters sebagai sebuah pesan bahwa apa yang mereka katakan bisa menjadi beban bagi para pejuang dan pahlawan masa kini Indonesia.

Sebagai fans Greysia sejak 7 tahun lalu saya mengerti bahwa travelling adalah hobi Greys dan kalau ditarik ke belakang haters memang suka sekali mempermasalahkan hal ini. Jadi kalau saya sudah terbiasa dan mungkin Greys juga tapi apakah pantas bila kalian haters mempermasalahkan sesuatu yang sudah menjadi hak mereka para atlet? Mempermasalahkan sesuatu yang sudah menjadi kebutuhan mereka? Mempermasalahkan liburan? Pantaskah?

Saya suka bingung pada haters yang suka mem-bully liburan-liburan atlet, padahal mereka tidak pernah tahu bagaimana atlet menjalani porsi latihan, menggarap semua program menyiksa, menjalani hari-hari berat dari seminggu ke seminggu lainnya. Latihan fisik, latihan drill dan sebagainya sungguh sangat menguras tenaga dan mental, belum lagi saat turnamen yang penuh pressure sehingga harusnya wajar bila ada beberapa hari free mereka memanfaatkan untuk liburan.

Saya mengerti, sebagai atlet mereka harus memberikan 100 bahkan 1000 persen dirinya untuk memberikan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia tapi ingat atlet juga manusia, bukan robot yang kuat dan tidak punya rasa lelah, sehingga memerlukan waktu untuk sekedar memulihkan jiwa dan pikiran. Percayalah, usai liburan mereka akan kembali pada trek yang sesuai dengan semangat, fokus dan mental yang baik untuk kembali meraih impian menjadi juara. Percayalah!

Dan pada akhirnya saya hanya mengajak para haters untuk bertobat mengurusi hal-hal yang menjadi hak mereka, kurang-kurangin lah nyinyir hal-hal remeh temeh karena itu malah membuat kalian terlihat makin tidak berguna. Lebih baik beri saran dan kritik membangun dengan kata-kata yang mungkin pahit tapi tetap sopan dan bermakna. Oia..satu lagi, jauhkan ekpektasi sempurna pada mereka karena sesungguhnya sempurna itu hanya milik Tuhan (atau Andra and The Backbone)

Ciao!

@Destangreys, 2015