Senin, 12 Desember 2016

Sulit Tapi Bisa

Bikin materi itu sulit.
Bikin materi dan lucu itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu selama dua setengah jam itu sulit.
Bikin materi dan lucu dari sesuatu yang ga lucu selama dua setengah jam dan selalu bekerja di 24 kota itu sulit.

Tapi Pandji Pragiwaksono lewat Juru Bicara World Tour nya membuktikan kalau dia bisa.

Sulit tapi bisa!

@Destangreys, 2016

Minggu, 11 Desember 2016

Terima Kasih Pandji, Terima Kasih #JuruBicaraJKT

Sabtu, 10 Desember 2016, satu potong puzzle terakhir akhirnya melengkapi lembaran mozaik cerita epik hidup saya tahun ini. Saya mewujudkan tekad dan niat menonton konser stand up comedy special milik idola dan inspirasi saya selama ini, Pandji Pragiwaksono.

Bertajuk Juru Bicara World Tour, Pandji setahun terakhir memang mengadakan tur dunia stand up comedy (lagi). Tidak tanggung-tanggung, 24 kota di 5 benua dia sambangi yang katanya untuk membuktikan kalau tur dunia sebelumnya yang diberi nama Mesakke Bangsaku World Tour bukan kebetulan semata.

Setelah resmi diumumkan, Juru Bicara Jakarta langsung jadi bidikan utama saya. Karena selain paling dekat dijangkau, Jakarta selalu jadi penutup rangkaian turnya Pandji. Dua tur sebelumnya, Merdeka Dalam Bercanda dan Mesakke Bangsaku juga berakhir di Jakarta jadi saya yakin dia tidak akan memberikan yang biasa, istilahnya Juru Bicara Jakarta adalah paling special dari yang special.

Dan benar saja, Pandji memilih The Kasablanka Hall berkapasitas 3500 orang di lantai tiga mal Kota Kasablanka sebagai venue Juru Bicara Jakarta. Gila!

17 Agustus 2016, presale satu yang menjual 1000 tiket dimulai dan tak dinyana dalam waktu 24 jam tiketnya ludes terjual. Saya beruntung karena termasuk yang bisa mendapatkan tiket dari penjualan tiket di presale satu itu. Lega dan tidak sabar!

Oia..sekedar informasi 3000 tiket akhirnya sold out beberapa minggu sebelum konser digelar. GOKS!
Empat bulan kurang menunggu akhirnya harinya tiba. Pukul 18.30 WIB saya sudah duduk manis di venue megah itu, menunggu, dengan lagu dari playlist Pandji yang kaya akan warna musik. The Kasablanka Hall memang sempurna untuk sebuah pertunjukan. Kapasitas, layout hingga audio sangat mumpuni (ya walau mic Pandji sempat mati dua kali sih).

Tepat pukul 19.30 WIB konser dimulai, dibuka dengan penampilan Coki Pardede dan Indra Jegel. Sejujurnya saya tidak terlalu suka dua komika ini tapi malam itu, saya terbahak menonton mereka bahkan sejak bit pertama. Coki dengan keabsurdannya dan Jegel yang agresif dan sangat berani membuat pembukaan Juru Bicara Jakarta bukan saja hangat tapi panas. Saya rasa tidak salah Pandji memilih opener.

Bit Coki favorit saya adalah bit pertama tentang Young Lex sementara bit Jegel favorit saya tentang reality show "Katakan Putus" yang cowonya pengangguran. Itu kampret banget!

Usai Coki dan Jegel, tanpa jeda Pandji langsung mengambil alih panggung. Diawali intro video selama perjalanan 23 kota dengan iringan lagu dari Bone Thugs-n-Harmony feat Phil Collins "Home", Pandji membuat isyarat bahwa ini saatnya kembali ke rumah, menutup tur di rumah, di Jakarta.

Sayangnya, bit pembuka dari Pandji tentang budaya kentut di Tiongkok sudah pernah saya dengar jadi tidak terlalu nendang tapi selepas itu selama lebih kurang dua setengah jam, Pandji menghajar saya dengan bit-bit yang membuat rahang dan perut saya sakit karena tak henti tertawa.

Lebih dari itu, Pandji tidak hanya memberikan tawa-tawa kosong tapi dia dengan sangat jenius memberikan motivasi, ilmu dan banyak keresahan yang harus jadi pemikiran kita, harus jadi concern kita dan harus kita cari solusinya. Itulah yang selalu terjadi ketika menonton stand up nya Pandji, keluar dari situ pikiran kita akan penuh dengan pemikiran-pemikiran. Ya walau saya tahu ada yang tidak setuju dengan banyak apa yang Pandji sampaikan tapi percayalah itu bikin ketagihan. Hehe.

Berbicara materi, Juru Bicara memang materinya paling tidak aman, isunya serius dan tidak ada lucu-lucunya tapi Pandji sekali lagi dengan sangat jenius membuat semuanya menjadi sangat lucu. Materi tentang rating, regulasi ganja, regulasi prostitusi, aksi kamisan, HAM dan konservasi satwa yang mencerahkan, materi berkarya yang menginspirasi hingga materi mie instan, daun bungkus Papua, magic tissue dan Duo Serigala yang ringan dibungkus dengan apik oleh Pandji sebagai bukti kematangan dan kedisplinan Pandji dalam berkarya. Unik, beda dan original.

Sehingga tak ayal kalimat "sedikit lebih beda lebih baik, daripada sedikit lebih baik" dan "disiplin awalnya mengekang pada akhirnya membebaskan" akan selalu terkenang oleh 3500 penonton yang standing ovation saat Pandji menutup dengan ucapan selamat malam. You deserved to be the best Mr. World Tour! Congratulations!

Dan akhirnya walau banyak sekali impian saya terwujud tahun ini termasuk impian sejak tahun 2008 yaitu kerja di PBSI tapi Pandji dan Juru Bicaranya menyadarkan saya sesuatu bahwa mewujudkan mimpi itu tidak cukup tapi kita harus berani menghidupi dan hidup dari mimpi-mimpi tersebut. Berkaryalah!

Terima kasih Pandji, terima kasih #JuruBicaraJKT!

@Destangreys, 2016

Minggu, 24 Juli 2016

Olimpade Rio : Momentum Kembalikan Tradisi Dan Ciptakan Sejarah

Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil tinggal menghitung hari. Acara pembukaan akan dihelat 5 Agustus 2016 dan berakhir pada 21 Agustus 2016. Terlepas dari banyak permasalahan internal di negara penyelenggara dari mulai kesiapan infrastruktur hingga penyebaran virus Zika tetapi pesta olahraga terakbar sejagad ini tetap layak ditunggu.

Kiprah persaingan ribuan atlet dari seluruh penjuru dunia demi sekeping medali untuk negara akan terpampang di ajang bertajuk Live Your Passion ini termasuk juga dari Indonesia. 28 atlet Merah-Putih yang sudah dikukuhkan sekaligus dilepas Pak Jokowi minggu lalu akan berangkat hari Rabu, 27 Juli 2016 menuju Brazil. 28 atlet itu berasal dari 7 cabang olahraga, Bulutangkis, Dayung, Panahan, Atletik, Renang, Balap Sepeda dan Angkat Besi.

Jumlah atlet ini meningkat dibanding Olimpiade London 2012 walaupun jumlah cabang olahraga yang diikuti berkurang. Saat itu Indonesia hanya mengirim 22 atlet tapi dari 8 cabang olahraga dengan torehan 1 perak dan 1 perunggu dari Angkat Besi.

Torehan inilah yang ingin dilebihi kontingen Indonesia di negeri Samba apalagi tradisi emas sejak Olimpiade Barcelona 1992 terhenti karena gagal totalnya genk PBSI tunjukkan taji. Selain itu, menambah koleksi medali Olimpiade yang sekarang berada di angka 27 menjadi motivasi lain para atlet.

Walau gagal total di London 2012, Indonesia nyatanya masih mengandalkan Bulutangkis untuk meraih medali emas. Ini tak lepas dari prestasi Bulutangkis yang kembali moncer usai Gita Wirjawan mengambil alih tampuk kepempinan dan mempulangan Rexy Mainaky cs ke Cipayung. Program jangka panjang dengan target terbesar mengembalikan tradisi emas di Olimpade Rio semakin terlihat nyata. Gelar demi gelar mulai hadir sebagai pelecut kepercayaan diri sebelum Rio tiba, sesuatu yang tidak terjadi jelang London. Dan setidaknya 10 peluru yang dikirim sekarang lebih rasional untuk mendulang medali dibanding 4 tahun silam saat diisi 9 peluru.

Namun dengan begitu bukan berarti jalan Tommy, Linda, Ahsan/Hendra, Owi/Butet, Jordan/Debby dan Greys/Nitya akan mudah. Tetap butuh perjuangan ekstra keras dan semangat pantang menyerah tapi kalau dilihat dari apa yang sudah mereka lakukan dan usahakan selama ini peluang itu besar adanya.

Harapan dan beban terbesar memang ada di cabang Bulutangkis tapi kita tidak boleh menutup mata untuk cabang lain. Peluang mereka juga sama besarnya untuk mempersembahkan medali untuk Indonesia dan menciptakan sejarah baru.

Maria Londa di cabang Atletik nomor Lompat Jauh contohnya. Emas Asian Games 2014 di Incheon menjadi modal penting untuk melakukan sesuatu yang lebih besar. Atletik yang selama ini belum pernah sumbang medali bisa jadi pecah telur tahun ini lewat dara 25 tahun ini.

Atau mungkin Riau Ega Agata Salsabila, Muhammad Hanif, Hendra Wijaya dan Ika Yuliana Rochmawati di cabang panahan mampu membuat sejarah baru dengan torehan medali emas sehingga film "3 Srikandi" garapan Iman Brotoseno yang mengangkat cerita tentang bagaimana semangat Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani di tim Panahan saat putri mendulang medali perak, medali pertama Indonesia di Olimpiade Seoul 1988 yang akan tayang Agustus nanti bisa ada sekuelnya.

Selain Atletik dan Panahan, Angkat Besi pun berpeluang untuk mengubah 3 Perak dan 2 Perunggunya menjadi kumandang Indonesia Raya di edisi ini mengingat Eko Yuli Triawan dan Triyatno sang penyumbang medali di London kembali hadir di Rio bersama para suksesornya Deni, M Hasbi dan I Ketut Ariana serta penerus peraih 2 perak Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004, Lisa Rumbewas, Sri Wahyuni dan Dewi Safitri.

Dan akhirnya semoga semua atlet kita nantinya bisa maksimal memberikan penampilan terbaik demi kebanggaan negara apalagi motivasi dipastikan bertambah lewat terobosan Chief de Mission, Raja Sapta Oktohari, yang memberi bonus awal untuk atlet yang lolos Olimpiade via kualifikasi dan menyiapkan tiket pesawat kelas bisnis ke Brazil. Wow!

Kalau sudah begini, jadi berapa medali, Indonesia?

@Destangreys, 2016

Senin, 11 Juli 2016

Memahami Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo Dos Santos Aveiro atau dikenal dengan Cristiano Ronaldo baru saja menambah koleksinya dengan trofi Piala Eropa bersama Portugal usai kalahkan tuan rumah Perancis dengan skor tipis 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tambahan gelar ini melengkapi sederet prestasi mentereng CR7 (Julukan Cristiano Ronaldo) yang sudah dia raih di level individu maupun klub sekaligus menjadi gelar pertama untuk tim nasionalnya. Walau begitu, nada sinis nan nyinyir masih saja belum mau pergi menghampiri Ronaldo. Yap, Ronaldo dianggap terlalu arogan dan angkuh untuk seorang pesepakbola dengan ban kapten melingkar di lengan. Di Piala Eropa ini kentara sekali bagaimana Ronaldo begitu dominan bagi pemain Portugal lainnya, tidak ada yang berani padanya.

Tapi benarkah Ronaldo searogan itu? Jawabannya bisa ya bisa tidak, tergantung dari persepektif mana dilihatnya tapi bagi saya Ronaldo memang arogan tapi itu alamiah karna obsesinya yang selalu ingin jadi yang terbaik dan jadi pemenang. Justru karna sifat itulah akhirnya Ronaldo menorehkan tinta emas untuk dirinya, untuk klubnya dan untuk Portugal. Saya yakin bila tidak bersikap seperti itu, kemampuannya tidak akan keluar secara maksimal. Ronaldo adalah tipe orang yang harus selalu diberi "panggung" untuk memperlihatkan bakatnya, banyak kan orang dengan kecenderungan seperti itu?

Jadi wajar menurut saya, dia uring-uringan saat tidak bisa mencetak gol, kesal dan marah pada teman 1 timnya yang tidak bisa membagi bola dengannya, mengkritik tim lawan, menangis saat kalah atau cedera di laga penting seperti semalam di final dan lain sebagainya.

Tapi dibalik itu semua, Ronaldo adalah seorang ksatria, dia adalah sosok yang besar hati dan sadar betul tidak perlu mengecilkan orang lain untuk menjadi orang besar. Sikapnya pada Modric dan Bale jadi contoh bagaimana Ronaldo sebetulnya punya hati yang tulus. Belum lagi bila melihat cara dia menyemangati rekan-rekan di Portugal di saat genting. Joao Moutinho saat adu penalti kontra Polandia atau saat dia meyakini Eder akan mencetak gol kemenangan di final juga saat bagaimana dia dengan sangat heroik berteriak-teriak bak pelatih di pinggir lapangan sambil menahan rasa sakit.

Di luar lapangan, kisah kedermawanan dan kepedulian sosial Ronaldo bahkan lebih luar biasa. Ramah terhadap fans, rajin mengunjungi anak-anak dengan keterbatasan dan tak segan berbagi dengan sesama membuat kritik tajam tentang arogan dan keangkuhannya menjadi amat tidak pas.

Menurut saya lho ini.

Dan sebagai pribadi yang tidak mau membanding-bandingkan siapa dengan siapa, dalam hal ini Ronaldo dengan Messi, saya beranggapan yang mencintai Messi tidak membenci Ronaldo pun begitu sebaliknya. Mereka hanya tidak atau belum memahami saja.

Viva Ronaldo!

@Destangreys, 2016

Sejauh Doa dan Usaha

Ada banyak kejadian menarik di jagat Sepakbola tahun ini, 2 yang paling fenomenal adalah juaranya Leicester City di kancah Liga Inggris dan Portugal yang berhasil menggondol gelar Piala Eropa.

Tidak ada yang menyangka memang, 2 tim yang tidak pernah diperhitungkan, underdog, kuda hitam atau apapun itu namanya malah mampu berdiri di podium paling atas sebuah turnamen.

2 hal ini berhasil membawa kenangan saya ke tahun 2014 silam saat ganda puteri Indonesia Greysia/Nitya berhasil meraih medali emas Bulutangkis Asian Games di Korea yang sudah 36 tahun tidak pernah singgah. Padahal sebelumnya tidak ada yang mewaspadai Greysia/Nitya, mereka kalah saing dibanding ganda2 Tiongkok, Jepang dan Korea.

Lalu apa sih kunci sukses 3 tim yang bisa dibilang semenjana ini sehingga akhirnya mampu menjungkalkan logika dan memutarbalikkan ekspektasi publik dengan meraih pencapaian yang fantastis? 

Jawabnya setidaknya ada 4 faktor kesamaan yang mereka lakukan untuk sebuah gelar juara : Keyakinan, Kemampuan, Fokus dan Keberuntungan.

Ya, keyakinan adalah modal penting bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan. Keyakinan pada pelatih, pada rekan setim, pada diri sendiri dan pastinya pada Tuhan. Lihatlah bagaimana solidnya Leicester musim ini karena ada koneksi keyakinan satu dengan lainnya, Ranieri berhasil menyatukan tim menjadi amat menakutkan karna adanya keyakinan pada Vardy, Mahrez, Huth, Kante, Kasper dkk untuk berbuat sesuatu yang lebih. Tidak berbeda jauh dengan Portugal, tim yang selalu dicap sebagai One Man Team karna terlalu bergantung pada sang kapten Cristiano Ronaldo berhasil menunjukkan kerjasama tim yang baik dalam permainan kolektif ketika Ronaldo tidak dalam performa terbaik. Bahkan di final Piala Eropa kemarin Ronaldo hanya bermain 25 menit karena cedera dan Portugal masih bisa juara. Sementara Greysia/Nitya usai meraih emas Asian Games secara terang-terangan mengungkapkan bahwa keyakinan pada Tuhan, pelatih dan partner adalah kunci sukses mereka.

Setelah keyakinan, kemampuan jadi menu penting untuk menjadi juara. Kemampuan yang mereka punya memang diremehkan tapi berbekal keyakinan tadi dan terus mengasahnya niscaya akan ada jawaban yang tak pernah terduga. Leicester dengan perubahan keseimbangan lini yang luar biasa, Portugal dengan gaya bermain sabar nan pragmatis yang mematikan dan agresifnya Greysia/Nitya adalah hasil dari kemampuan mereka yang dimaksimalkan.

Faktor ketiga adalah fokus. Fokus untuk meraih kemenangan demi kemenangan juga penting. Leicester yang selalu punya daya juang selama semusim penuh adalah bukti mereka fokus dari minggu ke minggu tanpa berpikir dulu untuk juara, itu pula yang dilakukan Greysia/Nitya. Portugal bahkan lebih kentara fokusnya, bagaimana cara mereka mempraktekkan strategi pelatih dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya begitu smooth, begitu baik, tanda fokus mereka terjaga. Bahkan ketika harus bermain lebih dari 90 menit, Portugal tidak terganggu fokusnya.

Dan yang terakhir adalah keberuntungan. Terlalu naif bagi saya untuk tidak memasukkan faktor ini ke dalam kunci sukses Leicester, Portugal dan Greysia/Nitya karna di setiap permainan keberuntungan adalah hal mutlak. Andai Spurs tidak kalah di saat Leicester hanya bermain imbang di pekan 36, andai tidak ada peringkat 3 terbaik di Piala Eropa, andai tendangan Giroud di final tidak mengenai tiang, andai match point 16-20 di game ketiga dari pasangan Taipei tidak berbalik jadi 22-20 untuk Greysia/Nitya, mungkin 3 cerita heroik mereka tidak akan pernah ada. Keberuntungan? Ada!

Oia..saya lupa memasukkan 1 hal lain dari 3 cerita bak dongeng Leicester, Portugal dan Greysia/Nitya tadi. Hal itu adalah doa dan dzalim dari publik. Ketika dapat 1 saja lebih banyak maka gelar juara akan tiba. Leicester juara karna dapat doa yang lebih banyak dari publik sementara Ronaldo dan Portugalnya serta Greysia/Nitya dapat dzalim yang lebih banyak berupa sindiran, cacian dan diremehkan sebelum akhirnya juara. Ya setidaknya itu yang muncul di Timeline Twitter dan Path juga beranda Facebook saya. Hehe.

Ya kita memang tidak pernah tahu masa depan akan bekerja seperti apa tapi kita tahu jarak kita dengan juara hanya sejauh doa dan usaha.

@Destangreys, 2016

Selasa, 28 Juni 2016

CI : Bukan Sekedar Komedi

Sebagai seorang yang sedang gemar menonton film dalam beberapa tahun terakhir, saya mulai bisa memilah-milah mana film yang bagus, kurang bagus, penuh makna atau hanya sekedar menghibur.

Tapi kalau ditanya sepanjang tahun 2016 yang sudah berjalan kurang lebih 6 bulan ini, film mana yang menurut saya terbaik agak sulit juga menentukannya namun rasanya saya tidak bisa tidak memasukkan Central Intelligence ke jajaran film terbaik. Ya film yang masih nongol di beberapa bioskop Indonesia ini memang tidak se-booming film-film lain yang viral dan menyedot banyak penonton.

Banyak alasan kenapa film yang sebenarnya sangat bagus ini tidak meledak-ledak amat gaungnya. Pertama, mungkin karna ini bukan film Superhero, bukan juga sekuel yang bikin penasaran dan pemerannya pun tidak sepopuler Chris Evans, Robert Downey Jr, Jennifer Lawrence atau Leonardo Di Caprio. 2 Pemeran utama film ini hanyalah seorang mantan pegulat Smackdown bernama Dwayne The Rock Johnson yang pindah jalur menjadi aktor dan seorang komika yang lebih banyak dikenal dari Stand Up Comedy nya yang khas, Kevin Hart.

Lalu menjadi aneh kenapa saya akhirnya bisa memasukkan film bergenre action komedi ini ke jajaran terbaik, jawabannya adalah film ini ternyata bukan hanya tentang komedi dan action bahkan pesan yang disampaikan terlalu serius untuk disebut komedi. Film ini berkisah tentang Tommy Weirdich (Dwayne Johnson) yang menjadi korban bully saat SMA akhirnya malah berhasil menjadi orang penting di masa depan dan mengganti nama menjadi Bob Stones sementara Calvin Jorney (Kevin Hart) adalah seorang bintang sekolah yang mendapat predikat terbaik dan diramal bakal sukses usai lulus malah gagal mencapai ekspektasi dengan menjadi akuntan yang mandek karirnya. Pertemuan mereka 20 tahun setelah lulus via Facebook menjadi awal mula petualangan menegangkan mereka untuk menyelamatkan dunia.

Petualangan-petualangan itulah yang menjadi kekuatan film ini dimana pesan tentang hubungan suami-istri, pertemanan, persahabatan, kenangan dan kepercayaan dikemas secara apik yang dekat dengan kehidupan kita selain komedi yang segar dan lucu.

Dan akhirnya pesan paling ngena dari film ini adalah kita bisa belajar bagaimana seorang korban pembullyan melepas trauma masa lalu yang kelam dan menjadikan itu sebagai kekuatannya dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik karna hal terpenting dari pembullyan adalah bangkit, keluar lalu pembuktian setelahnya.

Central Intelligence : MUST WATCH!!!

@Destangreys, 2016

Jumat, 03 Juni 2016

You Are Not Alone, Lets #COMEBACKSTRONGER

Saya tiba saat Istora sedang luruh, Greysia/Nitya baru saja dikalahkan wakil Malaysia Vivian/Woon 2 game langsung 17-21 19-21 di babak kedua Indonesia Open Premiere Super Series 2016. Menggunakan kaos kebanggaan Greysians warna hitam, saya melangkah cepat sambil melirik linimasa Twitter yang tiba-tiba berubah menjadi ajang bully, hate speech, umpatan, cacian dan makian akan performa Greysia/Nitya. Menjadi percuma bila saya melakukan pembelaan bila sedang begini, apapun akan jadi salah walau itu fakta jadi saya memutuskan untuk menikmati saja cuitan haters ini sambil me-ritwit beberapa komen-komen positif dan dengan sedikit nakal memprovokasi mereka dengan cuitan : "Haters day on" 

Langkah saya akhirnya terhenti di depan food court, bertemu dengan para #Greysians dan keluarga dari Greysia termasuk mama dan kakak kandungnya. Sambil menikmati makan siang yang terlambat bersama, kami mulai berbincang, dari mulai pertandingan Greysia/Nitya hingga suatu yang tidak ada hubungannya dengan bulutangkis semua dibahas hingga tandas penuh canda tawa dan kehangatan.

Hal ini membawa saya ke romansa setahun silam saat saya dan #Greysians berbaur dengan keluarga besar Greysia berhore-hore ria mendukung Greysia/Nitya di tempat yang sama yang akhirnya berbuah menjadi prestasi sebagai finalis Indonesia Open Premiere Super Series 2015 dan medali perunggu Kejuaraan Dunia 2015. Tidak ada bedanya walau cerita berbeda.

Dan akhirnya saya sadar satu hal bahwa kami, saya dan #Greysians, sudah dianggap seperti saudara bagi Greysia dan keluarga sehingga sudah seharusnya juga kami berdiri tegak sejajar dengan mereka di garda terdepan mendukung dalam kondisi apapun. Bukan yang datang saat menang, lalu pergi saat kalah. Bukan yang menoleh saat sukses lalu berpaling saat jatuh. Dan bukan yang bersorak saat juara lalu hilang saat gagal.

Karna tidak ada juara yang memenangi pertandingan sendirian seperti kata Charles Xavier di serial X-Men terbaru, "You'll never win because you are alone and I am not."

Tapi terlepas dari semua itu memang tidak ada kekalahan yang mengenakan termasuk untuk seorang Greysia. Aura sedih kental sekali saat saya menemuinya di depan media room beberapa jam usai pertandingan. Gurat kecewa dan sesal terpancar sekali dari raut mukanya, saya pun urung mengajaknya berbincang. Hanya lambaian tangan yang akhirnya memisahkan kami. Pikiran dan hati saya sudah tahu isyarat itu, let her alone for a while.

Baru saja pikiran itu terbit di benak, Greysia message saya untuk ke Hotel Century malamnya sambil mengantar titipan temannya yang ada di saya.

Setengah 11 malam saya tiba di hotel Century, ternyata Greysia sedang late dinner bersama 2 keluarganya. Saya pun akhirnya hanya sebentar,  hanya 10 menit mungkin. Tapi 10 menit itu menjadi yang sangat berharga sepanjang hari kemarin. Kenapa? Karna apa yang saya lihat di media room sirna seketika. Greysia sudah kembali dengan tawa cerianya, sudah kembali dengan semangatnya yang khas. Canda sempat terekam bersama pelatihnya Eng Hian yang tiba-tiba hadir. Ini membuat saya lega, berarti kekalahan itu tidak mempengaruhi mentalnya secara signifikan. Kecewa tidak berlarut dan pemulihan cedera adalah fokus dia sekarang mengingat setidaknya masih ada 2 turnamen yang harus diikuti sebelum ke Rio Agustus nanti.

#COMEBACKSTRONGER Greysia, we love you. 

Minggu, 01 Mei 2016

AADC 2, Civil War dan Greysia/Nitya

Bioskop Indonesia sedang mengalami tsunami penonton, setidaknya dalam 2 hari terakhir. Ini disebabkan 2 film yang sudah lama dinanti akhirnya rilis di minggu yang sama. 1 film asing dan 1 film karya anak negeri.

Geliat penonton bermula saat perusahaan komik asal Amerika Marvel merilis Captain America : Civil War yang konsepnya ternyata tidak jauh dengan serial The Avengers. Setelah itu, badai penonton makin bergelora usai sineas ternama Indonesia Mira Lesmana dan Riri Riza menelurkan sekuel cerita Rangga-Cinta yang belum usai di film fenomenal Ada Apa Dengan Cinta tahun 2002 lewat Ada Apa Dengan Cinta 2.

Tapi cerita minggu ini bukan saja milik Captain America : Civil War dan Ada Apa Dengan Cinta 2 melainkan juga milik Greysia/Nitya. Yap, pemain ganda putri andalan Indonesia ini tadi malam baru saja memecahkan rekor pertandingan Bulutangkis terlama sepanjang sejarah dengan torehan 2 jam 41 menit. Tidak tidak, kalian tidak salah membaca, ini serius 2 jam 41 menit, saya ulangi 2 jam 41 menit. Wow!

Torehan itu diukir Greysia/Nitya saat kalah oleh Naoko Fukuman/Kurumi Yonao asal Jepang di semifinal Kejuaraan Asia yang digelar di Wuhan, Tiongkok tadi malam.

Bila ditilik ada persamaan menarik antara Captain America : Civil War, Ada Apa Dengan Cinta 2 dan Greysia/Nitya. Mereka semua mengajarkan pada kita semua bahwa usaha dan tekad yang kuat yang diiringi pengorbanan akan menghasilkan kebaikan dan hasil positif.

Di atas saya sudah sampaikan kalau Captain America : Civil War konsepnya mirip dengan The Avengers dimana banyak Superhero rilisan Marvel yang muncul, bedanya kalau di The Avengers mereka bersatu melawan musuh tapi di Captain America : Civil War mereka malah membentuk 2 kubu dan saling bertempur dengan lakon utama Captain America vs Iron Man. Walau pertempuran itu mengakibatkan para superhero harus mengorbankan pertemanan mereka tapi itulah yang kadang harus dilakukan demi kebaikan bersama dan banyak orang lain.

Lain pula cerita asmara Rangga-Cinta yang bersemi di SMA 14 tahun yang lalu. Hubungan LDR mereka berlanjut hingga Rangga "mutusin" Cinta 9 tahun silam hanya lewat surat. Rangga menyesali perbuatannya itu dan memutuskan kembali ke Indonesia untuk menjelaskan semuanya pada Cinta selain berniat menemui ibu kandungnya. Usaha Rangga akhirnya berujung pertemuan dan perjalanan penuh kenangan dan romansa bersama Cinta. Perjalanan inilah yang akhirnya membuat asmara mereka bersemi kembali hingga akhirnya kesempatan kedua itu datang walau Cinta harus berkorban meninggalkan tunangannya, Trian. *lah jadi spoiler, maaf maaf 😂

Dongeng kepahlawanan Captain America dan cerita pengorbanan Rangga-Cinta disempurnakan kisah nyata perjuangan tak kenal menyerah dari Greysia/Nitya. Mereka memberikan semuanya demi nama negara, bertanding tanpa kenal lelah, mengorbankan tubuhnya remuk redam, menghiraukan kram kepala hingga kaki dan mengambil resiko besar cedera jelang event besar merupakan hal yang luar biasa mengagumkan. Menang-kalah tak lagi jadi soal, yang terpenting mereka bisa buktikan mereka mampu push the limit, mencoba hingga batas maksimal karna mereka dan kita akhirnya akan tahu bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, tidak ada pengorbanan yang sia-sia dan tidak ada sukses tanpa resiko setimpal.

Take and do it!

@Destangreys, 2016

Minggu, 21 Februari 2016

Jangan Terlalu Terlena!

Tim Thomas Indonesia semalam baru saja mengukir sejarah indah dengan merebut gelar juara Badminton Asia Team Championships 2016 di Hyderabad, India. Turun dengan mayoritas pemain muda, Indonesia tanpa disangka-sangka mampu mengalahkan lawan-lawan tangguh macam Hongkong, tuan rumah India dan bahkan juara bertahan Piala Thomas, Jepang, di partai puncak.

Pada awalnya, juara di turnamen yang juga berlabel sebagai babak kualifikasi zona Asia menuju putaran final Piala Thomas-Uber 2016 ini memang bukan tujuan utama. Ajang ini sejatinya hanya digunakan sebagai pembentukan tim dan pemanasan jelang pertempuran sesungguhnya di Kunshan, Tiongkok, Mei mendatang.

Tapi gelar juara akhirnya menjadi sangat penting ketika Rexy Mainaky menyimpan para senior macam Tommy Sugiarto dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga puncak lalu lebih memilih para anak-anak muda minim pengalaman untuk meladeni tantangan Jepang. Penting karena dengan gelar juaralah para andalan muda Indonesia ini menyampaikan pesan pada masyarakat luas bahwa mereka pantas jadi tumpuan tanpa bergantung sosok senior selain untuk menumbuhkan mental baja di partai penuh tekanan dan menebarkan rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga perjuangan Jonatan cs semalam adalah sebuah pembuktian yang patut diapresiasi tinggi tapi tetap tidak boleh berlebihan.

Karena menjadi hal penting lainnya ketika besok pagi saat tim Thomas bersama tim Uber yang terhenti di perempat final kembali mendarat di tanah air, kita segera mengakhiri perayaan dan tidak berekspektasi terlalu jauh. Sangat baik untuk tidak mendongak ke atas, tetap membumi dan kembali fokus pada turnamen-turnamen mendatang karena saya yakin dan percaya kemenangan semalam bukan untuk lena euforia tapi untuk tetap menginjak bumi demi meraih prestasi setinggi langit.

Selamat dan sampai jumpa bulan Mei young boys!!!

@Destangreys, 2016.

Rabu, 13 Januari 2016

ExploreIndonesia #IndonesiaBagus : Menguak Sisi Lain Wisata Yogyakarta

Di tulisan terakhir saya tentang Yogyakarta yang juga jadi kunjungan terakhir saya kesana, saya menumpahkan keresahan saya tentang bagaimana Yogyakarta yang agak "berubah" dan membuat agak tidak nyaman jadi saat kantor saya menawarkan paket wisata ke Yogyakarta akhir minggu lalu saya sebetulnya sempat ada rasa enggan. Tulisan itu bisa dibaca disini.

Tapi saya langsung berubah pikiran ketika tahu objek wisata yang akan dikunjungi, alih-alih wisata keluarga seperti Prambanan, Keraton atau Malioboro, wisata kali ini menawarkan paket semi adventure di sekitaran Yogyakarta. Pantai Indrayanti, explore Goa Pindul dan Lava Tour Merapi siap disambangi. Tanpa pikir panjang, ia adalah jawaban paling tepat.

Jumat 8 Januari 2016, pukul 20.00 WIB, saya bertolak menuju satu dari dua daerah istimewa di Indonesia menggunakan bus. Total lebih dari 40 orang ikut dalam tur ini. Perjalanan malam menggunakan bus adalah perjalanan mengasyikan sekaligus menegangkan, menerabas jalur selatan yang cukup ramai bus yang saya tumpangi cekatan dalam meliuk-meliuk dan menyusul apa saja yang ada di depannnya sehingga tak heran pukul 05.30 WIB esok paginya saya dan rombongan sudah tiba di daerah Sleman yang merupakan pintu masuk Yogyakarta dari arah barat.

Usai beristirahat sejenak termasuk mandi dan sarapan, pukul 08.00 WIB saya dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Pantai Indrayanti di daerah Gunung Kidul jadi destinasi pertama saya di perjalanan kali ini. Memerlukan waktu hingga 3 jam untuk menggapai salah satu pantai yang sedang hits ini. Walau lama tapi jangan harap bisa tidur lelap, medan menanjak, sempit, berkelok dan curam akan membuat adrenalin terpacu apalagi saya menggunakan bus yang besar dan panjang bahkan beberapa kali hampir bersenggolan dengan mobil yang datang dari arah sebaliknya namun berkat sang supir yang walaupun berperawakan kecil namun sangat piawai di balik kemudi membuat semua bisa terlewati dengan manis. Selain itu, jangan harap melihat pemandangan pesisir pantai dan laut sepanjang perjalanan ke tempat ini karena kenyataannya perkebunan dan perbukitan yang akan menemani.

Kawasan pantai Gunung Kidul memang tersembunyi, berada di balik bukit membuat keberadaannya terlambat terdeteksi sehingga baru beberapa tahun ke belakang kawasan ini booming. Ada puluhan pantai yang dapat di explore dengan primadona yang paling mempesonanya adalah pantai Indrayanti. Selain pemandangan eksotis dan indah, di kawasan ini spot snorkeling dan surfing juga tersedia sehingga sangat cocok menjadi alternatif lain menikmati deburan ombak dan putihnya pasir pantai di laut selatan.

Usai puas menikmati pantai, saya dan rombongan melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. Goa Pindul.

Goa Pindul terletak di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul, atau sekitar 7 km ke arah utara Kota Wonosari. Goa Pindul diresmikan pada tahun 2010 yang menawarkan sensasi lain menyusuri Goa. Biasanya Goa bisa kita susuri dengan trekking namun Goa Pindul yang dialiri  aliran sungai tenang bawah tanah membuat Goa Pindul harus disusuri menggunakan ban dalam yang dimodifikasi. Istilah kerennya adalah cave tubing. Di Goa yang punya panjang 350 meter ini kita akan menikmati fenomena-fenomena alam yang menakjubkan, kumpulan stalaktit dan stalakmit yang masih aktif, batu penuh cerita dan legenda serta rumah ribuan kelelawar membuat cave tubing selama 45 menit menjadi terasa sangat singkat.

Selesai di Goa Pindul, saya bergerak sekitar 1 km untuk menjajal tantangan berikutnya, body rafting Sungai Oyo. Ekspektasi saya sangat besar disini tapi ternyata levelnya belum mencapai Citumang atau Green Canyon di Pangandaran yang pernah saya lihat. Hanya 1 jeram dan lompat dari tebing setinggi 10 meter yang benar-benar menguji nyali. Walau kecewa tapi cukup seru.

Keesokan harinya, kecewa saya akhirnya terobati. Lava tour di gunung Merapi adalah alasannya. Yap, usai erupsi besar pada 2006 dan 2010 gunung Merapi menawarkan objek wisata baru berupa semi adventure menggunakan mobil Jip atau motor Trail. Saya dan rombongan memilih menggunakan jip-jip lawas namun tetap terlihat garang. Di tur ini kita diajak berkeliling desa-desa dan daerah-daerah yang terkena imbas erupsi. Medan yang terjal, curam dan berbatu ditambah kelihaian para guide sekaligus driver di atas Land Cruise dan Wilis membuat adrenalin benar-benar terpacu. Tapi ternyata bukan hanya adrenalin yang akan dipacu di Lava Tour ini tapi juga 3 pos yang disambangi berhasil mengusik sanubari.

Pos pertama adalah Museum Sisa Hartaku, disini kita akan melihat rumah yang sudah setengahnya hancur lengkap dengan foto-foto, bekas pakaian, tulang belulang hewan dan barang lain yang rusak dihantam lava dan awan panas erupsi Merapi. Disini saya merasakan haru yang sangat dalam dan hampir menangis, mencoba mereka-reka saat bencana itu datang dan meluluhlantakan semua yang dipunya.

Berlanjut ke pos kedua, saya tiba di Batu Alien, disebut Batu Alien karena ada sebuah batu yang amat besar berbentuk seperti muka Alien terlempar saat erupsi lalu teronggok di sisi aliran Kaligendol. Aliran Kaligendol sendiri penuh dengan pasir sisa lava yang mengalir. 3 tahun terakhir sisa-sisa pasir ini sudah dikeruk tapi tetap saja belum habis.

Di pos terakhir atau pos 3 saya mengunjungi sebuah bunker di kawasan Kaliadem, bunker yang sempat memakan korban jiwa saat Merapi erupsi tahun 2006 ini segaris dengan desa dimana juru kunci Merapi paling terkenal Alm Mbah Marijan tinggal. Sedianya bunker ini disiapkan bagi kondisi darurat untuk menghindari luncuran awan panas tapi saat Erupsi 2006 di kawasan Kaliadem tidak hanya luncuran awan panas alias wedhus gembel yang menghantam tapi juga guguran lava pijar sehingga bunker tidak mampu menahan panas yang datang. Naasnya, saat itu ada 2 relawan yang sedang berlindung. 3 hari pasca kejadian, 2 relawan malang tersebut baru bisa dievakuasi. Saat dievakuasi kondisi bunker sudah porak-poranda dan suhu di dalamnya masih berkisar 80-120 derajat celsius. Saya memberanikan diri masuk ke dalam bunker, kondisi bunker yang gelap membuat saya merinding dan terenyuh, ada aura sedih yang pekat, ada derita yang kentara dan ada rasa ganjil menghias.

Dari sini saya kembali merasa diingatkan, kalau Tuhan dan alam bisa sangat dahsyat menghancurkan sesuatu. Jadi tugas kita adalah menjaga hubungan baik dengan keduanya.

Dan sebelum saya menutup tulisan ini, saya ingin mengucapkan selamat kepada Putra Mahkota Prabu Paku Alam IX yaitu Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (KBPH) Prabu Suryodilogo yang dinobatkan sebagai Prabu Alam X dengan kirab jumenengan hari Kamis 7 Januari 2016 lalu. Selanjutnya Prabu Alam X akan mengisi kekosongan wakil gubernur DIY usai wafatnya sang ayahanda. Berita ini saya ketahui di spanduk-spanduk yang menghias Yogyakarta kemarin.

Yogya istimewa!

"Perjalanan ini mungkin sekarang tidak berkesan tapi esok lusa bisa jadi lebih indah dari mentari terbit di pagi hari, cerita ini mungkin sekarang tidak menarik tapi akan jadi kenangan yang tak terlupakan yang bisa kita bagi pada anak cucu kita kelak". -Mang Ohim Richard dengan beberapa penambahan dan perubahan, tour guide sepanjang perjalanan-

@Destangreys, 2016

NB : Ingin merasakan apa yang saya ceritakan? Segera hubungi Sam's Tour, CP : Samsi, 089656369783. Sam's Tour, solusi bagi anda yang doyan jalan-jalan. #pesansponsor