Tim putri Jayaraya Jakarta berhasil keluar sebagai juara Djarum Superliga 2015 usai menundukkan Renesas Jepang dengan skor 3-1. Kemenangan ini mengukuhkan Jayaraya sebagai ratunya Superliga karna berhasil mencetak hattrick juara.
Yap, Jayaraya memang juara bertahan sejak 2013 dan tahun 2015 ini belum juga ada yang mampu meruntuhkan kekuatan Ragunan Gank.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Jayaraya memulai Djarum Superliga 2015 dengan sedikit kurang mulus bahkan di beberapa pertandingan mereka harus menahan nafas hingga match terakhir untuk memastikan kemenangan. Namun di luar itu, Jayaraya memang tampil solid dan kompak di kejuaraan yang dihelat 25 Januari-1 Maret 2015 di GOR Lila Bhuana Denpasar Bali ini.
Jayaraya dengan status juara bertahan dan memasang target mempertahankan gelar memang datang dengan kekuatan menakutkan. Bagaimana tidak? Jayaraya mengontrak Ratchanok Inthanon dan Busanan Ongbumrungpan dari Thailand untuk mendampingi Bellaetrix Manuputty dan Adrianti Firdasari di nomor tunggal sementara di nomor ganda Jayaraya punya 3 pasang talenta lokal dengan label bintang pada nama Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta dan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris.
Tapi sayangnya jelang kejuaraan dimulai, Nitya tampaknya belum pulih dari cedera dan memilih untuk tidak tampil demi bisa main di All England 2015 dalam waktu dekat. Ini membuat Jayaraya bereksperimen untuk menambal sisi ganda yang sebenarnya jadi nomor andalan meraih poin.
Hasilnya bisa ditebak, eksperimen Jayaraya tidak berjalan mulus. Di pertandingan pertama, Jayaraya hampir saja dipermalukan tim semenjana USM Blibli yang datang dengan senjata Gloria Emmanuelle Widjaja dan Debby Susanto serta dipadu dengan beberapa pemain junior. Firdasari takluk dari Fitriani, Greys/Rizki yang dicoba bermain bersama juga tak mampu menahan Debby Susanto/Ririn Amelia. Setelah itu, Busanan memperkecil kedudukan setelah kalahkan Devi Yunita Indah Sari. Di partai keempat, Anggia/Della berhadapan dengan Glo/Annisa Saufika. Di atas kertas, Anggia/Della harusnya bisa menang namun di lapangan permainan berbeda Glo/Icha membuat Anggi/Della kerepotan. Menang di game pertama, Glo/Icha terus memburu angka untuk memastikan poin kemenangan USM tapi keberuntungan memihak Jayaraya karna di 5 poin jelang game, Icha salah jatuh dan cedera sobek ligamen lutut. Retired. Angka untuk Jayaraya. Di partai terakhir, Bella memastikan kemenangan Jayaraya. Bella menang mudah atas Rina Andriani.
Setelah itu, Jayaraya nampaknya tidak ingin main-main. Di pertandingan kedua kontra Hokuto Jepang, Jayaraya turun dengan "full team" dan tidak memisahkan pasangan di ganda. Ratchanok, Busanan, Bella, Pia/Rizki dan Anggi/Della main dan hasilnya Jayaraya menang telak 5-0. Setali tiga uang di pertandingan lawan Gifu Tricky Panders Jepang, dengan skuad yang sama Jayaraya kembali menang telak 4-1 usai Ratchanok takluk dari Yip Pui Yin.
Di pertandingan terakhir, Jayaraya menantang Mutiara Cardinal Bandung. Mutiara perlu menang untuk tiket semifinal sementara Jayaraya ingin pastikan juara grup. Tak dinyana Jayaraya merubah sedikit line up dengan memasukkan Greys untuk mendampingi Anggia dan mengistirahatkan Della. Pertarungan ketat terjadi usai di luar dugaan Ratchanok kalah dari kompatriotnya Nichaon Jindapon yang membela panji Mutiara dan Busanan kalah dari Hanna Ramadini namun dua ganda Jayaraya berhasil mencuri kemenangan. Namun lapisan pemain Jayaraya yang tebal membuat mereka dengan nyaman mengunci kemenangan 3-2 lewat Bella yang tekuk Gregoria Mariska sekaligus mengirim Mutiara masuk kotak.
Dan rupanya inilah winning team Jayaraya karna Greys/Anggi mampu menjadi kartu truf bagi tim ini hingga menjadi juara. Skuad Ratchanok, Busanan, Bella, Pia/Rizki dan Greys/Anggi mengiringi langkah Jayaraya selanjutnya.
Semifinal, Jayaraya yang bentrok dengan Djarum Kudus harus ketar-ketir usai mereka tertinggal 0-2 terlebih dahulu. Sung Ji Hyun menekuk Ratchanok Inthanon dan Shendy Puspa Irawati/Jenna Gozali mengalahkan Pia/Rizki. Busanan memperpanjang nafas, menang atas Maria Febe Kusumastuti. Di partai keempat, Greys/Anggi berhadapan dengan Rosyita Eka Putri Sari/Komala Dewi.
Penampilan di luar dugaan Shendy/Jenna membuat Jayaraya agak was-was mengantisipasi kejutan yang juga bisa diberikan Rosyita/Komala apalagi Greys/Anggi relatif belum terlalu teruji permainannya walau sering "bermain" bersama. Namun rasa was-was itu mentah usai dengan tenang dan perkasa Greys/Anggi meredam pasangan Djarum tersebut dan menang 2 game langsung. Skor 2-2 membuat Jayaraya nyaman dan berbalik percaya diri, Bella yang turun di partai terakhir dengan relatif mudah melumat Intan Dwi Jayanti sekaligus membawa Jayaraya Jakarta ke final.
Di final, Jayaraya akhirnya menunjukkan taringnya. Tanpa mengubah line up, Jayaraya membungkam Renesas Jepang dengan skor 3-1. Kehilangan poin di ganda pertama usai Pia/Rizki dikalahkan Miyuki Maeda/Reika Kakiiwa, Jayaraya mendulang 3 game lainnya lewat Ratchanok, Busanan dan Greys/Anggi sekaligus menasbihkan Jayaraya Jakarta kembali keluar sebagai juara Djarum Superliga 2015, melengkapi dua gelar berturutan 2013 dan 2014. Hattrick!
Uniknya kemenangan Jayaraya di 3 final beruntun Djarum Superliga ini selalu berhadapan dengan klub asal Jepang. 2013-2014 kontra Unisys dan di 2015 kontra Renesas.
Sekali lagi, Selamat Jayaraya Jakarta Putri!!! You're great!!!
@Destangreys, 2015