Kamis, 27 Februari 2014

Ga Nyambung

Kemarin dan hari ini di Timeline Twitter ramai membicarakan tampilnya Agnes Monica dan JKT48 di gelaran Java Jazz Festival 2014 akhir minggu ini. Mereka menanyakan kenapa diva dan idol grup yang bukan berasal dari aliran jazz itu harus tampil padahal banyak musisi jazz yang malah tak diundang. Ga nyambung menurut mereka.

Padahal sebenarnya biarkan sajalah wong sekarang sedang ngetrend yang ga nyambung dijadikan nyambung atau dipaksakan untuk nyambung bahkan banyak yang laku keras dan disukai masyarakat.

Contoh acara joget yang suka ada hipnotis atau adu panco dan angkat-angkat ban itu. :D

@Destangreys, 2014

Senin, 10 Februari 2014

Putri!



Djarum Superliga 2014 baru saja berakhir dengan menobatkan Jayaraya Jakarta keluar sebagai juara di sektor putri dan Musica Flypower Champions juara di sektor putra. Ajang yang sudah bergulir sejak tahun lalu ini dihelat 3 hingga 9 Februari 2014 di DBL Arena Surabaya memperebutkan hadiah total sebesar 2 Milyar Rupiah dengan 20 tim dari 6 negara ikut berpartisipasi.


Banyak cerita unik dan tak biasa selama turnamen berlangsung, dari mulai gagalnya tim kuat Djarum Kudus ke semifinal baik putra maupun putri, launching buku sang legenda hidup Bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat, pemberian MVP 2013 kepada Ahsan/Hendra hingga pertandingan eksebisi yang melibatkan vokalis fenomenal Ariel ‘Noah’ dengan pebulutangkis nomor 1 dunia asal Malaysia Lee Chong Wei.


Namun dari semua itu, menarik melihat kiprah pemain-pemain putri kita di turnamen yang rencananya akan menjadi agenda tahunan ini. Pemain-pemain putri Indonesia terutama pasukan pelatnas yang sedang dipandang sebelah mata karena belum menunjukkan perkembangan signifikan jelang Piala Thomas-Uber Mei nanti malah beberapanya tampil menggigit sepanjang turnamen. Lindaweni Fanetri yang memperkuat Mutiara Cardinal Bandung dan Bellaetrix Manuputi yang membela Jayaraya Jakarta adalah contoh di nomor tunggal.


Linda yang penampilannya sedang melempem tampil impresif dengan hanya sekali kalah dari 6 laga yang ia mainkan. Motor tim Mutiara Cardinal Bandung ini sempat menumbangkan Sapsiree Taerattanachai dari SCG Thailand dan membungkam tunggal pertama Jayaraya Jakarta Mitani Minatsu di semifinal meski timnya harus kalah dramatis 2-3 dan gagal ke final. Walau begitu akhirnya Linda membawa Mutiara duduk sebagai juara 3 Djarum Superliga 2014.   


Setali tiga uang dengan Linda, Bella juga tampil memukau bersama timnya Jayaraya Jakarta yang berhasil mempertahankan gelar juara. Bella yang tahun lalu menjadi penentu kemenangan Jayaraya di final kembali harus mengalami situasi sama tahun ini di semifinal. Skor 2-2 antara Jayaraya dan Mutiara membuat partai kelima harus mempertemukan Bella dengan juniornya Hera Desi. Mental dan jam terbang membuat Bella mampu bermain tenang dan lepas sehingga akhirnya menang sekaligus membawa Jayaraya ke partai puncak. Di partai puncak melawan Unisys Jepang, penampilan Bella tetap ciamik. Ditantang Shizuka Uchida yang hadir sebagai runner-up Jepang Open Super Series 2013 tak membuat Bella gentar, bahkan sebaliknya Bella mampu mendikte permainan dan tampil dominan sehingga menang mudah 21-9 21-10 yang juga menjadi poin untuk Jayaraya menjadi unggul 2-1 sebelum Greys/Nitya menyempurnakan menjadi 3-1.

Bukan hanya di sektor tunggal, di sektor ganda putri, laskar Cipayung juga bermain apik. Greys/Nitya yang menjadi pahlawan kemenangan Jayaraya menunjukkan konsistensi dengan tidak kehilangan 1 game pun selama turnamen sementara Anggia/Della yang digadang-gadang menjadi pelapis sempat sekali turun dan menang.


Namun yang paling menjadi sorotan adalah pasangan ‘CLBK’ Suci/Tiara yang tampil begitu memukau. Setelah beberapa lama dipisah, Suci/Tiara kembali berpasangan dan hasilnya cukup manis. Penampilan menanjak terus diperlihatkan sejak Malaysia Open Premiere Super Series 2014 dan berlanjut ke Djarum Superliga 2014 dimana mereka yang membela Mutiara Cardinal Bandung memberikan kejutan di babak semifinal dengan memukul ganda putri (non-pelatnas) terbaik Indonesia Pia Zebadiah/Rizki Amelia yang berada di bawah panji Jayaraya Jakarta 19-21 21-16 21-19.


Komposisi Greys/Nitya, Anggia/Della dan Suci/Tiara mungkin menjadi pole position untuk mengisi skuad Uber namun penampilan lumayan dari Gebby/Maretha dan Melati/Rosyita di Djarum Superliga 2014 membuat Indonesia memiliki banyak opsi pertimbangan, belum lagi satu nama tenar nan senior yang bisa jadi “kapten” yaitu Liliyana Natsir. Sesak!

@Destangreys, 2014 


*Sekedar catatan di Djarum Superliga 2014 Melati/Rosyita tidak tampil sebagai pasangan. Rosyita digandeng Vita sementara Melati dijajal dengan Butet oleh tim Djarum Kudus. Hasilnya memang tidak memuaskan tapi lumayan.

*Courtesy : badmintonindonesia.org



Apa Lagi?



Ketika kau sedang tertawa, dia selalu ikut bahagia
Ketika kau sedang bersedih, dia selalu berusaha menghiburmu
Ketika kau perlu dukungan, dia selalu menyemangatimu
Ketika kau sedang marah, dia selalu menenangkanmu
Ketika kau tidak percaya, dia tidak segan menangis untukmu
Lalu, apa lagi yang kau cari?

Ketika kau cemburu, dia membuktikan dirimu satu untuknya
Ketika kau cemberut, dia selalu mencoba membuatmu tertawa
Ketika kau perlu cinta, dia datang dengan cinta meluap-luap
Ketika kau perlu kasih sayang, dia datang dengan pelukan
Ketika kau mencintainya, dia selalu mencintaimu lebih dan lebih
Lalu, apa lagi yang ingin membuatmu pergi?

@Destangreys, 2014