Djarum
Superliga 2014
baru saja berakhir dengan menobatkan Jayaraya Jakarta keluar sebagai juara di
sektor putri dan Musica Flypower Champions juara di sektor putra. Ajang yang
sudah bergulir sejak tahun lalu ini dihelat 3 hingga 9 Februari 2014 di DBL
Arena Surabaya memperebutkan hadiah total sebesar 2 Milyar Rupiah dengan 20 tim
dari 6 negara ikut berpartisipasi.
Banyak cerita unik dan tak biasa
selama turnamen berlangsung, dari mulai gagalnya tim kuat Djarum Kudus ke
semifinal baik putra maupun putri, launching buku sang legenda hidup
Bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat, pemberian MVP 2013 kepada Ahsan/Hendra
hingga pertandingan eksebisi yang melibatkan vokalis fenomenal Ariel ‘Noah’
dengan pebulutangkis nomor 1 dunia asal Malaysia Lee Chong Wei.
Namun dari semua itu, menarik melihat
kiprah pemain-pemain putri kita di turnamen yang rencananya akan menjadi agenda
tahunan ini. Pemain-pemain putri Indonesia terutama pasukan pelatnas yang
sedang dipandang sebelah mata karena belum menunjukkan perkembangan signifikan
jelang Piala Thomas-Uber Mei nanti malah beberapanya tampil menggigit sepanjang
turnamen. Lindaweni Fanetri yang memperkuat Mutiara Cardinal Bandung dan
Bellaetrix Manuputi yang membela Jayaraya Jakarta adalah contoh di nomor
tunggal.
Linda yang penampilannya sedang
melempem tampil impresif dengan hanya sekali kalah dari 6 laga yang ia mainkan.
Motor tim Mutiara Cardinal Bandung ini sempat menumbangkan Sapsiree
Taerattanachai dari SCG Thailand dan membungkam tunggal pertama Jayaraya
Jakarta Mitani Minatsu di semifinal meski timnya harus kalah dramatis 2-3 dan
gagal ke final. Walau begitu akhirnya Linda membawa Mutiara duduk sebagai juara
3 Djarum Superliga 2014.
Setali tiga uang dengan Linda, Bella
juga tampil memukau bersama timnya Jayaraya Jakarta yang berhasil
mempertahankan gelar juara. Bella yang tahun lalu menjadi penentu kemenangan
Jayaraya di final kembali harus mengalami situasi sama tahun ini di semifinal.
Skor 2-2 antara Jayaraya dan Mutiara membuat partai kelima harus mempertemukan
Bella dengan juniornya Hera Desi. Mental dan jam terbang membuat Bella mampu
bermain tenang dan lepas sehingga akhirnya menang sekaligus membawa Jayaraya ke
partai puncak. Di partai puncak melawan Unisys Jepang, penampilan Bella tetap
ciamik. Ditantang Shizuka Uchida yang hadir sebagai runner-up Jepang Open Super
Series 2013 tak membuat Bella gentar, bahkan sebaliknya Bella mampu
mendikte permainan dan tampil dominan sehingga menang mudah 21-9 21-10 yang
juga menjadi poin untuk Jayaraya menjadi unggul 2-1 sebelum Greys/Nitya
menyempurnakan menjadi 3-1.

Bukan hanya di sektor tunggal, di
sektor ganda putri, laskar Cipayung juga bermain apik. Greys/Nitya yang menjadi
pahlawan kemenangan Jayaraya menunjukkan konsistensi dengan tidak kehilangan 1
game pun selama turnamen sementara Anggia/Della yang digadang-gadang menjadi
pelapis sempat sekali turun dan menang.
Namun yang paling menjadi sorotan
adalah pasangan ‘CLBK’ Suci/Tiara yang tampil begitu memukau. Setelah beberapa
lama dipisah, Suci/Tiara kembali berpasangan dan hasilnya cukup manis.
Penampilan menanjak terus diperlihatkan sejak Malaysia Open Premiere Super Series 2014 dan berlanjut ke Djarum Superliga 2014 dimana mereka yang membela Mutiara Cardinal Bandung memberikan kejutan di babak semifinal
dengan memukul ganda putri (non-pelatnas) terbaik Indonesia Pia Zebadiah/Rizki
Amelia yang berada di bawah panji Jayaraya Jakarta 19-21 21-16 21-19.
Komposisi Greys/Nitya, Anggia/Della
dan Suci/Tiara mungkin menjadi pole
position untuk mengisi skuad Uber namun penampilan lumayan dari
Gebby/Maretha dan Melati/Rosyita di Djarum
Superliga 2014 membuat Indonesia memiliki banyak opsi pertimbangan, belum
lagi satu nama tenar nan senior yang bisa jadi “kapten” yaitu Liliyana Natsir.
Sesak!
@Destangreys, 2014
*Sekedar catatan di Djarum Superliga 2014 Melati/Rosyita
tidak tampil sebagai pasangan. Rosyita digandeng Vita sementara Melati dijajal
dengan Butet oleh tim Djarum Kudus. Hasilnya memang tidak memuaskan tapi
lumayan.
*Courtesy : badmintonindonesia.org