Timnas Indonesia senior di bawah asuhan pelatih Alfred Riedl memang menang tipis 1-0 atas timnas Asean All Star di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta malam tadi dalam laga bertajuk "Charity Match" namun ada hal menarik sekaligus memalukan yang membuat miris kita sebagai pendukung timnas.
"Kau yang turun atau aku yang naik"
Itulah kata-kata Ferdinand Sinaga, striker timnas Indonesia yang sejurus kemudian nekat memanjat tribun mengejar penonton yang meneriakinya. Yap, Ferdinand yang masuk di babak mendapat sorakan, ejekan dan teriakan-teriakan kotor bahkan sejak dia melakukan pemanasan di pinggir lapangan. Tak hanya Ferdinand, pemain seperti Hariono dan Supardi pun tak luput dari hal serupa. Berlebihan memang reaksi dari Ferdinand namun diperlakukan seperti itu sepanjang laga oleh penonton yang notabene pendukung negeri sendiri juga bukan sesuatu yang menyenangkan.
Menilik kejadian itu, jelas rasanya kalau yang menjadi target sasaran adalah pemain Persib Bandung dan jelas pula pelakunya adalah oknum pendukung Persija Jakarta yang hadir usai mendukung tim idolanya bertanding di pertandingan eksebisi kontra Ajax Amsterdam yang digelar persis sebelum pertandingan itu di stadion yang sama.
Pelik memang bila kita merunut benang merah dengan apa yang terjadi selama ini, imbas dan buntut yang tak kunjung selesai membuat kita berpikir perseteruan mengakar antara pendukung Persija dan Persib ini memang tak ada solusinya. Perjanjian damai kedua belah pihak yang ditandatangani bulan lalu pun nyatanya belum mampu menghindarkan Sepak Bola kita dari chaos. Bahkan di media sosial kita masih sangat mudah menemukan saling ejek, saling hina juga saling ancam antara dua pendukung ini.
Dan kejadian semalam menurut saya sudah sangat keterlaluan. Di saat timnas kita sedang berusaha bangkit dan mengukir prestasi, di saat timnas kita butuh semangat dan motivasi beberapa orang oknum tak bermoral itu malah melecehkan pemain timnasnya sendiri dengan dasar yang sangat tidak masuk akal.
Sedendam itukah mereka pada seterunya? Secinta itukah pada klubnya sehingga tidak bisa bedakan lagi mana kepentingan yang lebih penting? Klub atau negara? Hmm..mungkin mereka-mereka ini hanya meniru wakil rakyatnya yang di "Senayan" itu? *Blah kenapa jadi nyenggol ke politik? Hahaha*
Kembali ke pembahasan awal. Ini sekedar informasi bahwa saya yang orang Bandung sempat menyaksikan laga timnas langsung di SUGBK tahun lalu saat melawan Arab Saudi dan kebetulan saya bertemu dengan beberapa orang dari kelompok pendukung Persija Jakarta dan percaya atau tidak saya malah dirangkul karna kata mereka kita itu satu bila sudah mendukung timnas. Tulisan lengkapnya saya tulis disini -> deridestan.blogspot.com/2013/03/tribun-stadion.html?m=1. True story!
Intinya adalah mari kita sama-sama menjaga dan memberi pengertian dan pelajaran bagi pendukung sepak bola terutama oknum-oknum semalam untuk ikut memajukan Sepak Bola Indonesia menuju prestasi gemilang yang tertib, bebas rusuh dan tidak urakan.
"Bila sudah berjersey Merah-Putih dan bersemat Garuda di dada, ayo lepaskan atribut orange, biru, ungu, hijau dan lain-lain karena kita satu, satu Indonesia"
@Destangreys, 2014