Senin, 20 Januari 2014

Asa Itu Selalu Ada!



Kejuaraan Malaysia Open Premiere Super Series 2014 baru saja usai, Indonesia kembali gagal merebut gelar meskipun menempatkan satu wakilnya di babak final atas nama Tommy Sugiarto di tunggal putra yang akhirnya dikalahkan wakil tuan rumah sekaligus pebulutangkis nomor 1 dunia Lee Chong Wei. Hasil ini menjadi rentetan paceklik gelar setelah di Korea Open Super Series 2014 pekan lalu Indonesia juga nihil gelar. 

Penampilan pemain-pemain Indonesia di kejuaraan berhadiah total USD 500,000 itu memang belum terlalu meyakinkan. Dua andalan yang selalu ditargetkan juara yaitu pasangan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir rontok sebelum partai puncak, Ahsan/Hendra dipukul Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin dari Taipeh di babak kedua sementara Owi/Butet harus mengakui keunggulan musuh bebuyutannya asal China Xu Chen/Ma Jin di semifinal.

Namun bila ditelisik lebih dalam seharusnya Indonesia tak perlu terlalu khawatir karena dibalik melempemnya para andalan ada asa positif dari pelapis-pelapis mereka, Walau tidak membuat kejutan besar tapi setidaknya para junior ini tampil mengesankan. 

Ambil contoh debutan di ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto yang mampu menembus perempat final dimana mereka sempat mengalahkan pasangan unggulan tuan rumah Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak kedua. Permainan Praveen/Debby memang banyak dipuji, kepiawaian Debby di depan net dipadu dengan matangnya permainan belakang Praveen berserta smes-smes kerasnya membuat pasangan ini digadang-gadang menjadi penerus tahta kehormatan prestasi ganda campuran Indonesia setelah Owi/Butet.

Tak hanya di ganda campuran, ganda putri juga menerbitkan harapan kebangkitan. Setelah Greysia Polii/Nitya Krishinda mulai stabil menembus babak perempat atau semifinal di kejuaraan berlabel Super Series dan Premiere Super Series, dua calon pelapis mereka juga bermain impresif di kejuaraan itu, walau tidak melaju lebih dari babak kedua. Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris mampu memaksa rubber finalis asal Jepang unggulan 3 Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi sebelum akhirnya menyerah 12-21 21-19 12-21. Setali tiga uang dengan Anggia/Della, Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah juga berhasil membuat ketar-ketir sang juara asal China Bao Yixin/Tang Jinhua lewat permainan ketat tiga set 21-18 18-21 19-21. Penampilan menjanjikan itu akan ditopang dengan kehadiran pelatih baru dari klan Mainaky, Reony Mainaky, yang sukses menangani ganda putri Jepang sehingga publik boleh yakin sektor ini segera bisa bersaing dengan negara-negara kuat seperti China dan Jepang.

Namun dari semua itu, penampilan Tommy Sugiarto dan Angga Pratama/Ryan Agung Saputro lah yang harus diapresiasi tinggi. Setelah pensiunnya Taufik Hidayat dan kemungkinan didepaknya Simon Santoso dari pelatnas Cipayung juga tidak membaiknya kondisi Sony Dwi Kuncoro serta performa Dionysius Hayom Rumbaka membuat Tommy jadi satu-satunya harapan untuk berbicara banyak di ajang internasional. Meski kadang labil tapi Tommy di kejuaraan yang dihelat di Putra Stadium Bukit Jalil Kualalumpur ini bermain nyaris tanpa celah, tak kehilangan satu set pun hingga final Tommy memperagakan permainan variatif yang khas. Rajiv Ouseph, Sho Sasaki, Srikanth K hingga Kenichi Tago merasakan keganasan pemain berperingkat 4 dunia ini. Di babak final Tommy bertemu wakil tuan rumah Lee Chong Wei yang sangat digdaya, head-to-head 0-8 sebelum match membuat Tommy berada dalam tekanan tapi  Tommy tetap mampu bermain percaya diri dan mengimbangi LCW bahkan hampir menang di game pertama namun rupanya LCW memang masih terlalu tangguh dan memenangkan pertandingan dengan skor mencolok 19-21 9-21.

Lain Tommy, lain pula Angga/Ryan. Pasangan ini tak diduga-duga merengkuh babak semifinal walau akhirnya kalah nyesek dari pasangan Malaysia Goh V Shem/Lim Khim Wah yang akhirnya keluar sebagai juara. Sekian lama di bawah bayang-bayang Ahsan/Hendra, Angga/Ryan akhirnya menunjukkan performa terbaiknya, perjalanan mereka ke semfinal tidak boleh dipandang sebelah mata karena mereka menyingkirkan pasangan yang lebih diunggulkan macam Liu Xiaolong/Qiu Zihan dari China dan Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong asal Korea yang selalu menang dari Ahsan/Hendra sejak dipasangkan.

Dengan hasil ini, laskar Cipayung memang harus berbenah tapi tidak usah panik karena penampilan para pelapis itu memberikan signal terang bahwa Indonesia siap bersaing sepanjang tahun ini untuk memperebutkan posisi terbaik di setiap kejuaraan termasuk Piala Thomas dan Uber Mei mendatang.

@Destangreys, 2014 

*Courtesy Photo : badmintonindonesia.org

Sumedang, Sejuta Kenangan Dalam Kesederhanaan!



Sudah seminggu lebih saya meninggalkan kota Tahu itu, kembali ke Bandung sesuai penugasan kantor sekaligus mencoba menggapai mimpi-mimpi yang belum tercapai termasuk meneruskan pendidikan. Kota Tahu yang dulu, 7 bulan lalu sempat saya cap sebagai kota yang akan sangat membosankan dan mengerikan.

Namun ternyata saya salah, Sumedang menjelma menjadi salah satu kota terbaik yang pernah saya tinggali. Dalam kesederhanaannya Sumedang memberikan saya arti dari teman, persahabatan, empati, toleransi dan pengorbanan. Sumedang menyimpan seribu senyuman yang akan selalu saya kenang kemanapun saya melangkah, Sumedang dengan pribadi-pribadinya yang majemuk membuat saya benar-benar belajar tentang kehidupan yang penuh intrik dan cerita. Sumedang adalah contoh laboratorium besar yang hampir lengkap dalam observasi karakter orang.

Terima kasih untuk 7 bulan yang melenakan, terima kasih untuk semua cerita dan pengalaman walau saya tak menyentuh ujung ke ujung tapi sampai disini saja saya sudah sangat bersyukur pernah tinggal dan kerasan di sana. Sumedang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya yang bukan mustahil suatu saat akan saya tinggali kembali.

Untuk kalian sahabatku, Okto, Pak Mario, Bos Dandi, Om Haris dan Hendri ‘Usu’. *rangkul pundak* #RESPECT

@Destangreys, 2014

Rabu, 01 Januari 2014

Kamu...

Saat ini disini,
Melihat kau terpejam, terlelap
Damai perasaanku, tenang jiwaku
Sekalipun mengusik rasa.gundah...

Apa alsan Tuhan mempertemukan kita?
Kamu dengan semua tentang kamu yang seperti itu
Jauh dengan aku yang seperti ini

Tapi kita masih bersatu dalam cinta
Memupuk kasih sayang 
tanpa perlu merasa berbeda

Entah sampai kapan 
Kita bertahan tanpa rapuh
Entah sampai kapan 
Rasa ini menyatukan kita.

Namun ku mencoba 
Untuk tak peduli karna
Aku yakin kamu akan
Terus bersamaku

Hingga Waktunya kan tiba...

@Destangreys, 2014


















Alam Ini...

Setelah sekian lama tak main ke alam, hari ini 1 Januari 2014 saya berkesempatan main lagi ke alam. menikmati pesona karya Masterpiece Tuhan yang tiada duanya. Curug Cigorobog di Citengah Sumedang tepatnya.

Hanya berjarak sekitar 1 jam dari pusat kota Sumedang, Curug Cigorobog adalah tempat yang pas untuk melepas penat dan lelah aktivitas. Pemandangan yang menyejukkan mata dan suara tumpahan air dari air terjun sungguh mendamaikan jiwa. Akses jalan yang hanya 500 meter dari tempat parkir kendaraan dengan jalur yang tidak terlalu curam membuat objek wisata ini ramah dan mudah dicapai pengunjung.

Saya selalu suka main di alam karena disinilah kita bisa merasakan betapa kecilnya kita dibanding Sang Pencipta, disinilah kita bisa diingatkan untuk selalu bersyukur akan karunia dan anugerah-Nya. Sebagai manusia, belajarlah dari alam, mereka dirusak mereka dijarah namun keindahan merek tak pernah memudar.

 @Destangreys, 2014


 

Bye 2013, Welcome 2014!!!

2013 baru saja minggat beberapa jam yang lalu, berganti dengan tahun 2014. Tapi jujur berat rasanya meninggalkan 2013 tanpa menyimpan kenangan-kenangan yang mengiringinya. Sedih, senang, pahit, manis, perih dan indah silih berganti menemani saya sepanjang tahun itu.

2013 mungkin akan jadi salah satu tahun terindah dalam hidup saya, banyak pengalaman-pengalaman baru nan mendewasakan yang bisa saya petik sebagai bekal mengarungi tahun yang baru. Jadi sebelum saya menutup album kenangan itu izinkan saya menempelkan sedikit ceritanya di tulisan ini.

Pertama yang akan saya kenang adalah kembali aktifnya saya dalam hal tulis menulis, setelah vakum beberapa tahun saya akhirnya punya blog lagi dan alhamdulillah pembacanya lumayan banyak. Hehe. Melalui blog ini juga saya pun bisa mengeluarkan unek-unek saya yang biasanya keluar hanya melalui kicauan Twitter atau status Facebook.

Lalu, yang menjadi tahun kemarin tak terlupakan adalah saat Manchester United merengkuh gelar ke-20 nya dan Greysia Polii merebut gelar juara di Thailand Grand Prix Gold serta sempat mengalahkan pasangan nomor 1 dunia asal China Wang Xiaoli/Yu Yang bersama partnernya Nitya Krishinda Maheswari.

2013 juga adalah tahun hijrah buat saya karena setelah 2 tahun bekerja di kota Bandung akhirnya saya mendapatkan giliran untuk mutasi ke kota lain yaitu Sumedang. Awalnya berat memang buat saya yang memang dibesarkan di kota yang bisa dibilang modern lalu menghadapi kenyataan bahwa Sumedang adalah kota yang belum terlalu metropolitan namun disinilah saya belajar arti dari hidup, arti adaptasi, arti empati, menghargai orang lain dan toleransi. Selain tahun hijrah, 2013 juga jadi tahun teli-teli (baca : jalan-jalan), tercatat cukup banyak kota yang saya kunjungi di tahun itu yang biasanya jarang atau bahkan belum pernah saya sentuh sama sekali dan yang paling berkesan adalah menapaki kota Jogjakarta menonton gelaran Indonesia Grand Prix Gold 2013.

Tapi dari semua itu, menemukan tambatan hati yang didamba-dambakan adalah kenangan paling paling indah selama 2013. Ceileh si badboy akhirnya punya pacar! :D

Dan sekarang saya berada di hari pertama tahun 2014, seperti selalu setiap datangnya tahun yang baru pasti akan ada semangat, mimpi, target dan juga resolusi yang baru. Saya pun begitu, banyak yang ingin saya kejar tahun ini dan biarkan saya menulis yang menjadi proritas untuk dapat menjadi dentang alarm pengingat ketika saya membaca tulisan ini sehingga terus menjadi pijar energi dan semangat positif untuk mewujudkannya.

Prioritas pertama saya di 2014 adalah sebuah keinginan yang sudah terpendam lama menjadi mimpi yang belum kesampaian dan sebisa mungkin akan saya wujudkan tahun ini, menikah eh salah maksudnya kuliah. :D :D. Yap! Kembali meneruskan pendidikan demi sebuah gelar Sarjana adalah target besar saya tahun ini selain liburan ke luar negeri dan berinvestasi. :)

Akhirnya, di paragraf terakhir tulisan ini saya ingin menyampaikan "Selamat Tahun Baru 2014", semoga di tahun ini kota semua selalu berada di jalan kesuksesan dan kebahagiaan. Amin!

@Destangreys, 2014