Kamis, 18 Juli 2013

#NgIstora : Persaudaraan, Pertemanan, Dedikasi dan Cinta



Bagian terakhir dari #NgIstora : Indonesia Open Super Series Premiere 2013 ini akan saya jadikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membuat gelaran ini menjadi sangat luar biasa bagi saya.
 
Terima kasih Djarum selaku sponsor utama. Terima kasih telah membuat Istora selalu megah dan menarik dari tahun ke tahun. Terima kasih atas komitmen untuk terus menghadirkan kegembiraan yang menakjubkan pada kejuaraan ini sebagai bagian dari tanggung jawab memajukan olahraga Indonesia terutama Bulutangkis.

Terima kasih Indonesia Open sebagai turnamen tahunan sekaligus pesta rakyat Bulutangkis Indonesia yang selalu ditunggu kehadirannya oleh seluruh orang yang mengaku menggemari, menyukai dan mencintai dunia tepok bulu ini.

Terima kasih Taufik Hidayat atas dedikasi dan prestasinya untuk Indonesia selama ini. Anda legenda yang pantas menjadi panutan penerus-penerus tunggal putra berikutnya. One and only!

Terima kasih @shept_sun sudah mau menemani #NgIstora dan lain-lain di Jakarta walau dengan kesibukan bekerja. :)

Terima kasih #TimHore yang mau membagi kebahagiaan lewat cerita-cerita unik, gokil dan lucu selama liputan bahkan sebelum DIO2013 dimulai. Boss Smes, Bang Ega, Mbak Wid, Mbak Wina , Kak Femi dan yang lainnya terima kasish banyak, GBU always!

Untuk @sahidwilutomo, salah satu #Greysians yang nemenin nonton di Perempat Final walau kamu pulang duluan tanpa pamit lagi tapi terima kasih bor, tahun depan lagi yaks. :D

Terima kasih Polii Family’s yang sudah menganggap saya sebagai saudara sendiri, terima kasih untuk semua pemberian dan pelajaran selama DIO2013 kmrn. Mami Evie, Tante Hers, Kakak Pingkan dan ade Cheryl. *hugs*

Terima kasih kak @anggiashitta, @ndapreciousgirl dan @vivinku.

Terima kasih admin @beeldotcom sudah jadi partner tukar pikiran selama #NgIstora walau dompet saya jebol dipalak anda 3 kali tapi you’re rock man! Good luck ngejar si Marsyanya. :)

Terima kasih Hendra/Ahsan untuk torehan 1 gelar juara juga untuk semua atlet Indonesia yang sudah memberikan 1000% kemampuan untuk meraih kejayaan, kalian pahlawan!

Dan terakhir terima kasih pada sang sumber inspirasi, motivator tiada banding, sosok yang selalu membagi semangat lewat senyum, daya juang, kegigihan dan keramahan serta kerendahan hatinya. Sosok yang selalu punya tempat di lubuk hati, sosok tak tergantikan sejak 5 tahun belakangan. Terima kasih untuk kesempatan kenal dan bersama kak Greysia Polii. *salim*

Sampai jumpa dan sampai ketemu tahun depan Istora. \m/

@Destangreys, 2013

#NgIstora : Penuh Peluh dan Perjuangan (Bagian 2) (Tamat)



Setelah lama terbengkalai akhirnya sekarang bisa diteruskan cerita #NgIstora-nya. Bagian ini akan mengupas hari kedua sampai terakhir saya membolang disana. :D
 
Hari kedua pagi, mata masih beler karna kurang tidur tapi semangat membara berangkat ke Senayan. Kak #Greys dan Nitya maen jam 11 di jadwal hari itu. Lawannya saudara sendiri Gebby/Tiara. Baru aja menginjak pelataran udah ada yang manggil. Kakaknya kak #Greys ternyata, wah..pucuk dicinta ulam pun tiba nie. Hehe. Main di court 3 yang tak terjangkau kelas VIP membuat saya memutuskan untuk menonton di kelas 2 bareng kakak dan maminya kak #Greys. Ngobrol banyak sambil nunggu match yang molor ampe sejam adalah hal yang menyenangkan apalagi kakak dan mami kak #Greys sangat welcome dan antusias cerita-cerita tentang adik dan putri kebanggaannya itu termasuk pilihan kak #Greys untuk kembali membiasakan menggunakan rok hingga gaya serve tanpa melihat yang kebanyakan harus diulang karna lawan belum siap.

Oia..sempet ketemu Anggia Shitta Awanda juga, ngasih kado secara doi baru ultah bulan Mei. Anggi ini rising star ganda putri Indonesia menurut saya, sempat dipasangkan bersama kak #Greys yang notabene sahabat sekaligus kakak angkat di awal tahun, Anggi melejit saat disandingkan bersama Ririn Amelia awal bulan Mei 2013. Menjadi finalis di Maldives IC 2013 lalu hampir menumbangkan unggulan dua dunia Misaki/Ayaka di babak pertama Indonesia Open merupakan prestasi cukup baik. 

Di match Greys/Nitya vs Gebby/Tiara sendiri berlangsung cukup seru, bahkan saya sempat tegang karna Greys/Nitya selalu tertinggal  di awal-awal set, beruntung tekanan itu mampu dibalikkan dan akhirnya menang straight set. Nah..buat temen-temen yang nonton langsung terus denger ada yang teriak-teriak heboh dukung Greys/Nitya bisa dipastikan itu suara kita. :D :D

Greys/Nitya goes to Quarter Final menantang Shu Cheng/Bao Yixin, another great battle, another fight match in Istora. Dan saya excited menanti partai itu. Saking excitednya saya sampai membiarkan tangan dan kepala saya digambar padahal di edisi-edisi sebelumnya saya tidak tertarik untuk Face Painting, aneh juga. 

Lagi ngantri Face Painting gratis yang disediakan panitia eh tiba-tiba ada kakak SPG Djarum yang menawarkan untuk menggambar muka saya. Setelah diyakinkan akhirnya saya dan dia sepakat untuk melakukan, melakukan Face Painting maksudnya. Hehe. Dan hasilnya tidak mengecewakan walau sempat ditinggal 15 menit karna kakak SPG itu harus melayani pembeli di stand yang dia jaga tapi demi kakak yang cantik, seksi dan baik itu saya rela menunggu lama. #eeaaa

Saya percaya apapun yang terjadi di dunia ini bukan hanya sebuah kebetulan, pasti ada maksud atau hikmahnya. Everything happens for a reason kata kak @andraziggie. (baca disini tentang siapa kak Andra). Dan ternyata memang kejadian saya dilukis oleh kakak SPG itu bukan cuma kebetulan belaka karna setelahnya ada cerita yang mengiringinya. :)

Cerita mulai keesokan harinya saat Semi Final, saya datang agak sore lalu bertemu sahabat yang notabene adalah admin @beeldotcom sekaligus partner di @Greysians. Minta PJ (Pajak Jadian) katanya karna dia tahu saya baru punya pacar (lagi). Lagi puter-puter pelataran Istora nyari makan eh ketemu lagi sama kakak SPG yang ngegambar muka saya dan dia menyapa dan langsung diajak untuk kembali Face Painting, saya hanya tersenyum sambil berlalu. Sahabat saya yang memang sudah karatan menjomblo merespon dengan pertanyaan kepo pada saya. Siapa dia, kenal dimana dan bla bla bla. Setelah dijelaskan dia angguk-angguk dan melontarkan pernyataan yang membuat saya ingin berteriak “Moduuusssss” :P. Dia mengajak saya untuk mewawancara kakak SPG itu untuk bahan berita feature dia, ketahuan banget naksirnya kan? Hahahaha.

Sebagai sahabat yang baik saya tidak mungkin mengecewakan dia dan akhirnya saya mengiyakan. Keinginan interview itu rupanya direspon kakak SPG dengan baik,  mau tanpa basa-basi. Singkatnya, sahabat saya mewawancara kakak SPG yang ternyata bernama Marsya itu. Usai wawancara, sahabat saya “mengorbankan” saya agar modusnya tidak terendus dengan menyuruh saya foto bareng dengan Marsya. Hehehe kalau yang ini emang maunya saya. :D :D

Saya pikir sahabat saya ini tidak benar-benar niat kenal Marsya tapi saya salah, sahabat saya kesengsem beneran dan pontang-panting, kerja keras mencari tahu keberadaan dia dan alamat jejaring sosial untuk media pedekate dan perjuangan itu terbayar sebulan setelahnya atau tepatnya 2 hari yang lalu dia baru saja mendapatkan contact Marsya. Congratulation bro! :P

Back to Quarter Final, Greys/Nitya kalah di babak ini. Dukungan total saya dan ribuan supporter Istora tidak bisa membendung pasangan China yang akhirnya keluar sebagai juara ganda putri lagipula permainan Greys/Nitya saat itu tidak segarang dua pertandingan awal tapi apapun hasilnya saya selalu bangga pada dara Manado dan semua atlet yang rela berkorban untuk Indonesia.

 














#GreatMemories #Priceless #RESPECT

@Destangreys, 2013


Kamis, 04 Juli 2013

Bukan Tanpa Pertimbangan Matang


2 hari yang lalu, PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Inonesia) baru saja merilis daftar pemain yang masuk dalam skuat bayangan untuk berlaga di Sea Games 2013 Myanmar 11-22 Desember mendatang. Kejutan hadir karena pasukan Cipayung memasang tim terbaik untuk terbang mewakili Indonesia di kejuaraan antar negara-negara ASEAN ini termasuk dua pasangan andalan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Sontak nada-nada kontra penggemar bulutangkis menghiasi timeline Twitter saya. Banyak yang menilai Owi/Butet dan Ahsan/Hendra sudah tidak seharusnya tampil di ajang sekelas Sea Games, ajang 2 tahunan ini baiknya menjadi kesempatan bagi pemain-pemain muda saja untuk menunjukkan prestasi. Apalagi Sea Games dihelat berbarengan dengan BWF Final Super Series 2013 sehingga terkesan PBSI mengorbankan kejuaraan yang lebih bergengsi.

Tapi dibalik itu semua, saya rasa ada beberapa faktor yang membuat PBSI mengambil keputusan untuk menurunkan tim utama di Sea Games nanti. Berikut ulasannya :

Pertama, Sea Games 2013 adalah 1 dari 3 kejuaraan yang dibidik pak Gita Wirjawan sang ketua PBSI di awal menjabat sebagai target medali setelah Piala Sudirman dan Kejuaraan Dunia. Maka wajar bila Rexy Cs di kepengurusan memutuskan menurunkan semua amunisi terbaiknya demi mewujudkan target itu.

Target PBSI untuk sapu bersih medali emas Sea Games 2013 mungkin seiring sejalan dengan KONI yang mengisyaratkan Indonesia untuk mencoba mempertahankan gelar juara umum setelah Sea Games 2011 lalu. Dan bulutangkis seperti sebelum-sebelumnya selalu jadi andalan pun tumpuan mendulang medali. 5 emas akan sangat penting dan cukup mudah diraih bila tim kelas 1 yang diturunkan.

Selain itu, Indonesia menurut saya membawa misi balas dendam di Sea Games 2013 nanti. Ingat Indonesia kalah dari Thailand di semifinal Axiata Cup dan akhirnya Malaysia yang keluar sebagai juara. 2 negara ini adalah kompetitor paling berat di ASEAN dan gagal bersaing di Axiata Cup adalah sebuah pukulan sehingga 5 medali emas Sea Games 2013 akan menjadi penawar luka kegagalan itu sekaligus jadi ajang pembuktian diri bahwa Garuda Merah-Putih masih lebih baik dari Macan Malaya atau Gajah Putih.
 
Kalau sudah begini, bila memang ternyata skuat bayangan ini yang benar-benar mewakili Indonesia di Sea Games 2013 maka itu adalah keputusan matang penuh pertimbangan dan kepentingan. Mungkin.

Tim bayangan bulutangkis Indonesia Sea Games 2013 :

Tommy Sugiarto
Dionysius Hayom Rumbaka
Lindaweni Fanetri
Bellaetrix Manuputti
Muhammad Ahsan
Hendra Setiawan
Rian Agung Saputro
Angga Pratama
Greysia Polii
Nitya Krishinda Maheswari
Gebby Ristiyani Imawan
Tiara Rosalia Nuraidah
Tontowi Ahmad
Liliyana Natsir
Muhammad Rijal
Debby Susanto



Destangreys, 2013

Senin, 01 Juli 2013

Turning Point



Sebenarnya saya masih ingin meneruskan ceirta tentang serunya #Ngistora di Djarum Indonesia Open Premiere Super Series 2013 karna memang belum semua saya bagi tapi marilah sejenak move on ke topik baru terlebih dahulu seperti yang akan saya tulis sebentar lagi. Setuju? Hehe.

Hampir 24 tahun saya hidup di bumi, melibas jalan takdir dan menghela nafas oksigen. Selama itu pula saya mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan lewat pengalaman-pengalaman sendiri maupun orang lain. Pengalaman-pengalaman besar yang mengesankan atau kadang hanya kecil tapi menakjubkan. 

Dari sekian banyak pengalaman itu, mengambil hikmah dari pengalaman orang lain bagi saya adalah suatu yang menyenangkan. Saya bersyukur diberikan sifat supel sehingga bisa mudah berkenalan dengan orang dari berbagai karakter, lingkungan dan profesi. Beragam orang ini dengan beragam cerita pengalamannya yang akhirnya mengajari saya banyak hal tentang manis bahagia, pahit getir, suka senang, sedih tangis, bangkit tegap hingga jatuh tersuruk dalam hidup.

Cerita-cerita mereka selalu membuat saya tergelak dan terenyuh bahkan terharu apalagi kalau sudah bercerita tentang masa-masa kelam, masa-masa paling sulit dalam hidupnya. Tapi mereka menolak menyerah, penyesalan dan kepedihan membuat mereka kuat dari kehancuran dan akhirnya bangkit.  Kisah mereka mampu menginspirasi saya bahwa hidup harus terus berjalan karena manusia pasti pernah berada di titik terendah lalu menemukan turning point untuk menjadi pribadi baru yang lebih baik.

 “Show must go on no matter what happened, keep going for fight your life before finally we must go home” 

@Destangreys, 2013