Sudah seminggu lebih saya meninggalkan kota Tahu itu, kembali
ke Bandung sesuai penugasan kantor sekaligus mencoba menggapai mimpi-mimpi yang
belum tercapai termasuk meneruskan pendidikan. Kota Tahu yang dulu, 7 bulan
lalu sempat saya cap sebagai kota yang akan sangat membosankan dan mengerikan.
Namun ternyata saya salah, Sumedang menjelma menjadi salah
satu kota terbaik yang pernah saya tinggali. Dalam kesederhanaannya Sumedang
memberikan saya arti dari teman, persahabatan, empati, toleransi dan
pengorbanan. Sumedang menyimpan seribu senyuman yang akan selalu saya kenang
kemanapun saya melangkah, Sumedang dengan pribadi-pribadinya yang majemuk
membuat saya benar-benar belajar tentang kehidupan yang penuh intrik dan
cerita. Sumedang adalah contoh laboratorium besar yang hampir lengkap dalam
observasi karakter orang.
Terima kasih untuk 7 bulan yang melenakan, terima kasih untuk
semua cerita dan pengalaman walau saya tak menyentuh ujung ke ujung tapi sampai
disini saja saya sudah sangat bersyukur pernah tinggal dan kerasan di sana.
Sumedang akan selalu punya tempat tersendiri di hati saya yang bukan mustahil
suatu saat akan saya tinggali kembali.
Untuk kalian sahabatku, Okto, Pak Mario, Bos Dandi, Om Haris
dan Hendri ‘Usu’. *rangkul pundak* #RESPECT
@Destangreys, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar