Tim Thomas Indonesia semalam baru saja mengukir sejarah indah dengan merebut gelar juara Badminton Asia Team Championships 2016 di Hyderabad, India. Turun dengan mayoritas pemain muda, Indonesia tanpa disangka-sangka mampu mengalahkan lawan-lawan tangguh macam Hongkong, tuan rumah India dan bahkan juara bertahan Piala Thomas, Jepang, di partai puncak.
Pada awalnya, juara di turnamen yang juga berlabel sebagai babak kualifikasi zona Asia menuju putaran final Piala Thomas-Uber 2016 ini memang bukan tujuan utama. Ajang ini sejatinya hanya digunakan sebagai pembentukan tim dan pemanasan jelang pertempuran sesungguhnya di Kunshan, Tiongkok, Mei mendatang.
Tapi gelar juara akhirnya menjadi sangat penting ketika Rexy Mainaky menyimpan para senior macam Tommy Sugiarto dan Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan di laga puncak lalu lebih memilih para anak-anak muda minim pengalaman untuk meladeni tantangan Jepang. Penting karena dengan gelar juaralah para andalan muda Indonesia ini menyampaikan pesan pada masyarakat luas bahwa mereka pantas jadi tumpuan tanpa bergantung sosok senior selain untuk menumbuhkan mental baja di partai penuh tekanan dan menebarkan rasa percaya diri yang tinggi. Sehingga perjuangan Jonatan cs semalam adalah sebuah pembuktian yang patut diapresiasi tinggi tapi tetap tidak boleh berlebihan.
Karena menjadi hal penting lainnya ketika besok pagi saat tim Thomas bersama tim Uber yang terhenti di perempat final kembali mendarat di tanah air, kita segera mengakhiri perayaan dan tidak berekspektasi terlalu jauh. Sangat baik untuk tidak mendongak ke atas, tetap membumi dan kembali fokus pada turnamen-turnamen mendatang karena saya yakin dan percaya kemenangan semalam bukan untuk lena euforia tapi untuk tetap menginjak bumi demi meraih prestasi setinggi langit.
Selamat dan sampai jumpa bulan Mei young boys!!!
@Destangreys, 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar