Senin, 11 Juli 2016

Sejauh Doa dan Usaha

Ada banyak kejadian menarik di jagat Sepakbola tahun ini, 2 yang paling fenomenal adalah juaranya Leicester City di kancah Liga Inggris dan Portugal yang berhasil menggondol gelar Piala Eropa.

Tidak ada yang menyangka memang, 2 tim yang tidak pernah diperhitungkan, underdog, kuda hitam atau apapun itu namanya malah mampu berdiri di podium paling atas sebuah turnamen.

2 hal ini berhasil membawa kenangan saya ke tahun 2014 silam saat ganda puteri Indonesia Greysia/Nitya berhasil meraih medali emas Bulutangkis Asian Games di Korea yang sudah 36 tahun tidak pernah singgah. Padahal sebelumnya tidak ada yang mewaspadai Greysia/Nitya, mereka kalah saing dibanding ganda2 Tiongkok, Jepang dan Korea.

Lalu apa sih kunci sukses 3 tim yang bisa dibilang semenjana ini sehingga akhirnya mampu menjungkalkan logika dan memutarbalikkan ekspektasi publik dengan meraih pencapaian yang fantastis? 

Jawabnya setidaknya ada 4 faktor kesamaan yang mereka lakukan untuk sebuah gelar juara : Keyakinan, Kemampuan, Fokus dan Keberuntungan.

Ya, keyakinan adalah modal penting bagi sebuah tim untuk meraih kemenangan. Keyakinan pada pelatih, pada rekan setim, pada diri sendiri dan pastinya pada Tuhan. Lihatlah bagaimana solidnya Leicester musim ini karena ada koneksi keyakinan satu dengan lainnya, Ranieri berhasil menyatukan tim menjadi amat menakutkan karna adanya keyakinan pada Vardy, Mahrez, Huth, Kante, Kasper dkk untuk berbuat sesuatu yang lebih. Tidak berbeda jauh dengan Portugal, tim yang selalu dicap sebagai One Man Team karna terlalu bergantung pada sang kapten Cristiano Ronaldo berhasil menunjukkan kerjasama tim yang baik dalam permainan kolektif ketika Ronaldo tidak dalam performa terbaik. Bahkan di final Piala Eropa kemarin Ronaldo hanya bermain 25 menit karena cedera dan Portugal masih bisa juara. Sementara Greysia/Nitya usai meraih emas Asian Games secara terang-terangan mengungkapkan bahwa keyakinan pada Tuhan, pelatih dan partner adalah kunci sukses mereka.

Setelah keyakinan, kemampuan jadi menu penting untuk menjadi juara. Kemampuan yang mereka punya memang diremehkan tapi berbekal keyakinan tadi dan terus mengasahnya niscaya akan ada jawaban yang tak pernah terduga. Leicester dengan perubahan keseimbangan lini yang luar biasa, Portugal dengan gaya bermain sabar nan pragmatis yang mematikan dan agresifnya Greysia/Nitya adalah hasil dari kemampuan mereka yang dimaksimalkan.

Faktor ketiga adalah fokus. Fokus untuk meraih kemenangan demi kemenangan juga penting. Leicester yang selalu punya daya juang selama semusim penuh adalah bukti mereka fokus dari minggu ke minggu tanpa berpikir dulu untuk juara, itu pula yang dilakukan Greysia/Nitya. Portugal bahkan lebih kentara fokusnya, bagaimana cara mereka mempraktekkan strategi pelatih dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya begitu smooth, begitu baik, tanda fokus mereka terjaga. Bahkan ketika harus bermain lebih dari 90 menit, Portugal tidak terganggu fokusnya.

Dan yang terakhir adalah keberuntungan. Terlalu naif bagi saya untuk tidak memasukkan faktor ini ke dalam kunci sukses Leicester, Portugal dan Greysia/Nitya karna di setiap permainan keberuntungan adalah hal mutlak. Andai Spurs tidak kalah di saat Leicester hanya bermain imbang di pekan 36, andai tidak ada peringkat 3 terbaik di Piala Eropa, andai tendangan Giroud di final tidak mengenai tiang, andai match point 16-20 di game ketiga dari pasangan Taipei tidak berbalik jadi 22-20 untuk Greysia/Nitya, mungkin 3 cerita heroik mereka tidak akan pernah ada. Keberuntungan? Ada!

Oia..saya lupa memasukkan 1 hal lain dari 3 cerita bak dongeng Leicester, Portugal dan Greysia/Nitya tadi. Hal itu adalah doa dan dzalim dari publik. Ketika dapat 1 saja lebih banyak maka gelar juara akan tiba. Leicester juara karna dapat doa yang lebih banyak dari publik sementara Ronaldo dan Portugalnya serta Greysia/Nitya dapat dzalim yang lebih banyak berupa sindiran, cacian dan diremehkan sebelum akhirnya juara. Ya setidaknya itu yang muncul di Timeline Twitter dan Path juga beranda Facebook saya. Hehe.

Ya kita memang tidak pernah tahu masa depan akan bekerja seperti apa tapi kita tahu jarak kita dengan juara hanya sejauh doa dan usaha.

@Destangreys, 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar