Sudah beberapa tahun belakangan saya
akrab sekali dengan jalur Jakarta-Bandung melalui tol Cipularang, bolak-balik
seperti sudah jadi rutinitas. Pagi, siang, sore bahkan malam pernah saya lalui
jalan ini.
Di sebuah perjalanan, saya lupa kapan
tepatnya tiba-tiba saya mulai berpikir kenapa tidak ada satupun kesan menarik
yang membekas selama perjalanan-perjalanan itu. Kenangan manis tergores malah
adalah apa yang dilakukan di tujuan bukan sepanjang perjalanan-perjalanan itu.
Di perjalanan saya memang hanya menghabiskan waktu untuk mendengarkan musik,
nge-tweet, chatting atau memilih untuk tidur tanpa peka dengan apa yang
terjadi. Mau macet, ngebut, zig-zag
kendaraannya saya hampir tidak peduli. Yang saya pikirkan hanya sampai ke
tujuan dengan selamat dan apa yang akan dilakukan disana.
Akhirnya setelah pertanyaan itu
menggelitik, saya termenung dan tercenung karna merasa itulah cerminan
bagaimana saya menjalani hidup ini, gambaran jelas apa yang saya lakukan
terhadap perjalanan hidup yang hampir 25 tahun.
Saya memang selalu terobsesi pada
hasil akhir, ingin cepat meraih apa yang saya dambakan dan impikan. Saya selalu
membayangkan apa yang akan terjadi ke depan dan membuat rencana-rencana yang
terlalu jauh ke depan. Itu membuat saya tidak bisa memaknai dan menghargai
proses dari perjalanan pencapaian tersebut bahkan untuk sekedar menikmati
perjalanan itu saya tidak bisa.
Hal ini berakibat pada kehidupan saya
yang terasa amat membosankan, rutinitas itu seperti sebuah gerak mekanis yang
otomatis yang hanya saya kerjakan tanpa memikirkan nilai dan esensinya yang
akhirnya menjadikan saya seperti robot. Saya tak bisa menyerap aura positif
yang ada di lingkungan sepanjang hari karna saya terlalu sibuk memikirkan apa
yang akan terjadi ke depan. Dan itu membuat saya cepat lelah dan memasuki
stress tahap awal. Kemumetan dan kepenatan sering sekali menyapa saya yang
kadang membuat emosi saya menjadi labil.
Keresahan-keresahan itulah membuat
saya sekarang terbangun dan tersadar untuk lebih peka terhadap proses
perjalanan hidup, lebih memaknai dan menghargai setiap detik yang saya lewati
dalam hidup ini, lebih menikmati apa yang saya lakukan demi
pencapaian-pencapaian besar itu.
Saya ingin melangkah tegap tanpa ragu,
saya ingin mengecap aura positif yang memotivasi dari lingkungan sekitar dan
saya ingin meraih mimpi tanpa beban.
Saya percaya kita berhak menentukan
masa depan tapi Tuhan yang berhak menentukan takdir tergantung usaha kita.
Bebaskan! Berbahagialah!
@Destangreys, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar