Kamis, 20 Maret 2014

Memaknai dan Menikmati Perjalanan!



Sudah beberapa tahun belakangan saya akrab sekali dengan jalur Jakarta-Bandung melalui tol Cipularang, bolak-balik seperti sudah jadi rutinitas. Pagi, siang, sore bahkan malam pernah saya lalui jalan ini.

Di sebuah perjalanan, saya lupa kapan tepatnya tiba-tiba saya mulai berpikir kenapa tidak ada satupun kesan menarik yang membekas selama perjalanan-perjalanan itu. Kenangan manis tergores malah adalah apa yang dilakukan di tujuan bukan sepanjang perjalanan-perjalanan itu. Di perjalanan saya memang hanya menghabiskan waktu untuk mendengarkan musik, nge-tweet, chatting atau memilih untuk tidur tanpa peka dengan apa yang terjadi. Mau macet, ngebut, zig-zag kendaraannya saya hampir tidak peduli. Yang saya pikirkan hanya sampai ke tujuan dengan selamat dan apa yang akan dilakukan disana. 

Akhirnya setelah pertanyaan itu menggelitik, saya termenung dan tercenung karna merasa itulah cerminan bagaimana saya menjalani hidup ini, gambaran jelas apa yang saya lakukan terhadap perjalanan hidup yang hampir 25 tahun.

Saya memang selalu terobsesi pada hasil akhir, ingin cepat meraih apa yang saya dambakan dan impikan. Saya selalu membayangkan apa yang akan terjadi ke depan dan membuat rencana-rencana yang terlalu jauh ke depan. Itu membuat saya tidak bisa memaknai dan menghargai proses dari perjalanan pencapaian tersebut bahkan untuk sekedar menikmati perjalanan itu saya tidak bisa.

Hal ini berakibat pada kehidupan saya yang terasa amat membosankan, rutinitas itu seperti sebuah gerak mekanis yang otomatis yang hanya saya kerjakan tanpa memikirkan nilai dan esensinya yang akhirnya menjadikan saya seperti robot. Saya tak bisa menyerap aura positif yang ada di lingkungan sepanjang hari karna saya terlalu sibuk memikirkan apa yang akan terjadi ke depan. Dan itu membuat saya cepat lelah dan memasuki stress tahap awal. Kemumetan dan kepenatan sering sekali menyapa saya yang kadang membuat emosi saya menjadi labil.

Keresahan-keresahan itulah membuat saya sekarang terbangun dan tersadar untuk lebih peka terhadap proses perjalanan hidup, lebih memaknai dan menghargai setiap detik yang saya lewati dalam hidup ini, lebih menikmati apa yang saya lakukan demi pencapaian-pencapaian besar itu.

Saya ingin melangkah tegap tanpa ragu, saya ingin mengecap aura positif yang memotivasi dari lingkungan sekitar dan saya ingin meraih mimpi tanpa beban.

Saya percaya kita berhak menentukan masa depan tapi Tuhan yang berhak menentukan takdir tergantung usaha kita.

Bebaskan! Berbahagialah!

@Destangreys, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar