Minggu, 12 Mei 2013

#12Mei #MenolakLupa


12 Mei 1998.

Usia saya sudah 9 tahun dan belum genap setahun meninggalkan Jakarta menuju Sukabumi, rumah saya yang baru. Tapi saya dengar beritanya, saya tahu dan saya mengerti.

Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti berorasi dan berdemonstrasi hari itu menuntut turunnya Soeharto sebagai presiden RI di halaman kampusnya. Awalnya berlangsung damai sebelum mahasiswa mulai bergerak menuju DPR, petugas pengaman demo yang terdiri dari TNI dan Polri menghadang laju mahasiswa. Beranjak sore entah apa awalnya petaka terjadi, chaos berujung bentrok antar mahasiswa dengan petugas pengaman yang bersenjata lengkap tidak bisa dihindarkan.

Tembakan-tembakan petugas dibalas lemparan batu mahasiswa yang berusaha kembali dan bertahan di kampus. Kontak ini terjadi sekitar 20 menit dan hasilnya belasan mahasiswa terluka dan bahkan 4 orang meregang nyawa tertembus peluru aparat.

Hari ini, tepat 15 tahun peristiwa itu tanpa pernah ada kejelasan lanjutan, tanpa pernah dibuka siapa dalangnya dan tanpa ada keadilan yang seakan dibutakan. Namun, saya dan banyak orang menolak lupa, kami akan teruskan perjuangan mereka agar kepergian mereka tidak sia-sia. Kami akan terus menuntut kebenaran dan membongkar kasus ini sampai total terkuak walau sekedar hanya dengan suara-suara kecil via timeline Twitter

Tulisan ini saya dedikasikan untuk kakak-kakak yang gugur saat itu, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie. Terima kasih telah menjadi pelopor gerakan mahasiswa akan reformasi dan demokrasi. Istirahatlah dengan tenang di surga pahlawan, doa kami selalu mengiringi.


“Negara yang hebat adalah negara yang tidak pernah melupakan jasa-jasa pahlawannya”

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar