Senin, 20 Mei 2013

18-19 Mei 2013

Perjalanan saya memang hanya sebentar mengunjungi Jakarta dan sekitarnya akhir minggu kemarin, kalau ditotal mungkin hanya sepanjang 28 jam. Tapi perjalanan hatinya rupanya tidak sesingkat itu, panjang dan banyak sekali ternyata pelajaran yang dapat saya petik. Inilah di antaranya :

Pelajaran pertama saya dapat di tempat saya pertama tapaki di Jakarta, Gor Asia Afrika Senayan dalam rangka final Djarum Sirnas Jakarta Open 2013. Sirnas ini memberikan saya pemahaman bahwa kadang teman bukan hanya sekedar kawan tapi juga jadi lawan untuk saling berkembang dalam sebuah persaingan dan kompetisi yang sehat.

Pelajaran kedua saya dapat di film berjudul The Great Gatsby yang saya tonton usai final Sirnas itu. Film yang dibintangi Leonardo Di Caprio ini mengajarkan lewat tokoh Gatsby bahwa ketika mimpi besar menjadi sebuah yang harus diperjuangkan, kita bisa berada di garis abu-abu karena seorang yang baik tidak perlu dikenal sebagai orang yang baik. Selain itu, kutipan di akhir film ini juga sangat inspirasional dan mengandung makna dalam. “Gatsby believed in the green light, the orgiastic future that year by year recedes before us. It eluded us then, but that’s no matter. Tomorrow we will run faster, stretch out our arms farther and one fine morning. So we boat on, boats against the current, borne back ceaselessly into the past”.

Selanjutnya, saya dapat dari seorang yang menemani saya nonton Sirnas dan film di atas. Simple tapi priceless! Sosok ini kemarin mengajarkan untuk selalu membungkus sebuah kelebihan dengan integritas tinggi agar semuanya mendapatkan nilai lebih pada karakter kita kepada orang lain. Sesuatu yang kadang dilupakan karena kita lebih mementingkan kelebihan-kelebihan itu. Terima kasih LS sudah menyadarkan akan hal ini. :)

Keempat didapat dari rumah Mama saya di Bekasi. Kita bisa berbagi kebahagiaan dengan apapun tapi ketika kita membagi senyum dan sayang dengan orang tua dan keluarga, itulah kebahagiaan yang paling mendamaikan.

Akhirnya, setelah kembali ke kostan di kota Bandung saya merenung lalu menyimpulkan bahwa ternyata kemanapun kita berpijak selalu akan ada hal-hal kecil yang bisa dikail untuk pedoman hidup asal kita mau membuka hati.

Selamat membuka dan berpetualang dengan hati kawan!

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar