Selasa, 04 Juni 2013

Ready for Battle...!!

Ah..akhirnya posting lagi setelah sekian lama libur. Hehe.

Tinggal hitungan hari, turnamen bulutangkis paling akbar di Indonesia akan digelar. Ajang tahunan dengan label bintang lima ketiga setelah Korea di awal tahun dan All England Inggris di bulan April. Mengambil tajuk Pride Of The Nation, Djarum Indonesia Open Premiere Super Series 2013 atau DIOPSS 2013 dipastikan bertabur bintang dan penuh kemegahan. Total selama 7 hari (yang biasanya hanya 6 hari, red) kita akan disuguhi partai-partai kelas dunia dari pebulutangkis-pebulutangkis nomor wahid benua biru. Istora Senayan Jakarta jadi saksi semua itu pada 10-16 Juni 2013.

Hari ini PBSI beserta para panitia penyelenggara telah melakukan konferensi pers di Hotel Shangrila Jakarta. Ketua PBSI Bapak Gita Wirjawan, pengurus, pelatih dan beberapa pemain termasuk sang andalan Tontowi/Liliyana tampak hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan pihak Djarum sebagai sponsor utama. Sudah barang tentu semua pihak mengharapkan hasil terbaik, bukan hanya dari segi penyelenggaraan tapi juga prestasi dan pencapaian pebulutangkis Indonesia sebagai tuan rumah. Tahun lalu, DIOPSS sukses menyabet penghargaan sebagai turnamen terbaik 2012 oleh BWF. Selain itu, Indonesia juga merebut satu gelar juara di nomor tunggal putra lewat sumbangsih Simon Santoso. Nah, hal itulah yang ingin diulangi atau bahkan dilebihi oleh Indonesia di gelaran DIOPSS tahun ini.

Dan, DIOPSS 2013 diyakini akan lebih megah, meriah dan semarak walau harga tiket kemballi naik dari tahun lalu. Namun inilah fenomena yang selalu hadir di Istora, berapapun harga tiketnya venue kebanggaan warga ibukota ini selalu penuh bahkan dari hari pertama. 

Fenomena itu berpotensi berulang sekarang karna beberapa faktor. Pertama, akan ada penerapan sistem baru dalam kejuaraan ini yaitu penggunaan “Hawk Eye” (Baca disini untuk tahu apa itu Hawk Eye) yang pertama kali dalam dunia bulutangkis, lalu draw “gila” yang dirilis BWF menempatkan banyak pemain Indonesia harus langsung beradu dengan para unggulan di babak awal, sebut saja Tommy Sugiarto yang meladeni Chen Long atau Linda yang bentrok dengan Saina Nehwal juga Kido/Pia yang bertemu Ko Sung Hyun/Kim Ha Na di babak pertama dan kemungkinan Xu Chen/Ma Jin di babak kedua.

Namun dari semua itu, penampilan sang maestro bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat mungkin yang paling ditunggu. Memutuskan gantung raket usai DIOPSS 2013, para penggemar dan pencinta bulutangkis tentu berharap hasil terbaik sebagai penutup karir gemilangnya selama ini. Menarik ditunggu karena akan ada standing ovation di partai terakhirnya nanti, akan banyak air mata haru saat farewell speech dan akan ada kerinduan yang dalam pada sosoknya yang tak tergantikan di lapangan bulutangkis.

Walau pesta perpisahan itu sangat mungkin berakhir tidak nyaman karena di babak pertama Taufik kemungkinan bertemu Lin Dan yang merangkak dari kualifikasi lalu bila lolos nampaknya sudah ditunggu Lee Chong Wei di babak kedua namun itu keliatannya tidak akan mempengaruhi euforia masyarakat untuk memberikan dukungan serta salam perpisahan bagi salah satu putra terbaik bangsa pemilik juara Indonesia Open 2006 itu. 

So, kalau sudah begini DIOPSS 2013 bukan lagi sekedar turnamen bulutangkis tapi juga pesta bulutangkis rakyat Indonesia, menyesal rasanya bila tak hadir barang sehari atau 2 hari untuk mendukung perjuangan atlet-atlet kita seraya merasakan keseruan luar biasa yang mempesona khas Istora.

Jadi mari kita gelorakan DIOPSS 2013 dengan dasar Merah-Putih dan teriakan Indonesia membahana kawan. See ya!

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar