Ah..akhirnya posting lagi setelah sekian lama libur. Hehe.
Tinggal hitungan hari, turnamen bulutangkis paling akbar di
Indonesia akan digelar. Ajang tahunan dengan label bintang lima ketiga setelah
Korea di awal tahun dan All England Inggris
di bulan April. Mengambil tajuk Pride Of
The Nation, Djarum Indonesia Open
Premiere Super Series 2013 atau DIOPSS 2013 dipastikan bertabur bintang dan
penuh kemegahan. Total selama 7 hari (yang biasanya hanya 6 hari, red) kita akan disuguhi partai-partai
kelas dunia dari pebulutangkis-pebulutangkis nomor wahid benua biru. Istora Senayan
Jakarta jadi saksi semua itu pada 10-16 Juni 2013.
Hari ini PBSI beserta para panitia penyelenggara telah
melakukan konferensi pers di Hotel Shangrila Jakarta. Ketua PBSI Bapak Gita
Wirjawan, pengurus, pelatih dan beberapa pemain termasuk sang andalan
Tontowi/Liliyana tampak hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan pihak Djarum sebagai sponsor utama. Sudah
barang tentu semua pihak mengharapkan hasil terbaik, bukan hanya dari segi
penyelenggaraan tapi juga prestasi dan pencapaian pebulutangkis Indonesia
sebagai tuan rumah. Tahun lalu, DIOPSS sukses menyabet penghargaan sebagai
turnamen terbaik 2012 oleh BWF. Selain itu, Indonesia juga merebut satu gelar
juara di nomor tunggal putra lewat sumbangsih Simon Santoso. Nah, hal itulah
yang ingin diulangi atau bahkan dilebihi oleh Indonesia di gelaran DIOPSS tahun
ini.
Dan, DIOPSS 2013 diyakini akan lebih megah, meriah dan
semarak walau harga tiket kemballi naik dari tahun lalu. Namun inilah fenomena
yang selalu hadir di Istora, berapapun harga tiketnya venue kebanggaan warga ibukota ini selalu penuh bahkan dari hari
pertama.
Fenomena itu berpotensi berulang sekarang karna beberapa
faktor. Pertama, akan ada penerapan sistem baru dalam kejuaraan ini yaitu
penggunaan “Hawk Eye” (Baca disini
untuk tahu apa itu Hawk Eye) yang
pertama kali dalam dunia bulutangkis, lalu draw
“gila” yang dirilis BWF menempatkan banyak pemain Indonesia harus langsung
beradu dengan para unggulan di babak awal, sebut saja Tommy Sugiarto yang
meladeni Chen Long atau Linda yang bentrok dengan Saina Nehwal juga Kido/Pia
yang bertemu Ko Sung Hyun/Kim Ha Na di babak pertama dan kemungkinan Xu Chen/Ma
Jin di babak kedua.
Namun dari semua itu, penampilan sang maestro bulutangkis
Indonesia, Taufik Hidayat mungkin yang paling ditunggu. Memutuskan gantung
raket usai DIOPSS 2013, para penggemar dan pencinta bulutangkis tentu berharap
hasil terbaik sebagai penutup karir gemilangnya selama ini. Menarik ditunggu
karena akan ada standing ovation di
partai terakhirnya nanti, akan banyak air mata haru saat farewell speech dan akan ada kerinduan yang dalam pada
sosoknya yang tak tergantikan di lapangan bulutangkis.
Walau pesta perpisahan itu sangat mungkin berakhir tidak
nyaman karena di babak pertama Taufik kemungkinan bertemu Lin Dan yang
merangkak dari kualifikasi lalu bila lolos nampaknya sudah ditunggu Lee Chong
Wei di babak kedua namun itu keliatannya tidak akan mempengaruhi euforia
masyarakat untuk memberikan dukungan serta salam perpisahan bagi salah satu
putra terbaik bangsa pemilik juara
Indonesia Open 2006 itu.
So, kalau sudah begini DIOPSS 2013 bukan lagi sekedar
turnamen bulutangkis tapi juga pesta bulutangkis rakyat Indonesia, menyesal
rasanya bila tak hadir barang sehari atau 2 hari untuk mendukung perjuangan
atlet-atlet kita seraya merasakan keseruan luar biasa yang mempesona khas
Istora.
Jadi mari kita gelorakan DIOPSS 2013 dengan dasar Merah-Putih
dan teriakan Indonesia membahana kawan. See ya!
@Destangreys, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar