Sabtu, 22 Juni 2013

#NgIstora : #PRIDEOFTHENATION




Gelaran Djarum Indonesia Open Super Series Premiere 2013 telah berakhir kemarin. 7 hari penuh sejak tanggal 10 Juni 2013, Istora Senayan menjadi saksi euforia dan gegap gempitanya ajang bulutangkis bintang 5 ini.

Secara prestasi, Indonesia berhasil mengulang keberhasilan tahun lalu dengan merebut 1 gelar lewat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di nomor ganda putra walau pencapaian bisa dibilang tidak lebih baik. Tahun 2012, Indonesia menempatkan 2 wakil di final yaitu Simon Santoso yang juara di tunggal putra dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang harus puas sebagai runner up ganda campuran, sedangkan tahun ini Indonesia hanya menempatkan 1 wakil di final dengan 3 semifinalis.

Namun secara penyelenggaraan, Djarum Indonesia Open Super Series Premiere 2013 atau lebih akrab disebut DIO 2013 dianggap sukses besar. Mengambil tema Pride Of The Nation bercorak penuh batik sebagai unjuk kebanggaan terhadap bangsa, Djarum yang tahun ini adalah tahun terakhir menjadi sponsor utama akibat regulasi pemerintah yang melarang perusahaan rokok menjadi sponsor event olahraga, benar-benar menggarap kejuaraan ini secara megah dan meriah. Menggabungkan unsur Sport, Entertain dan Shopping di sekitaran Istora membuat para pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan pertandingan bulutangkis tingkat dunia tapi juga dihibur dengan berbagai macam games, modern dance, marching band dan live performance, selain itu berbagai macam stand-stand dan booth-booth makanan, online shop, one stop shop, elektronik serta kendaraan juga siap membantu melepas penat di jeda pertandingan.

Seperti tahun lalu, DIO 2013 juga menghadirkan Celebrity Bazaar, booth yang menjual barang barang milik selebritis seperti Maria Selena, VJ Daniel, Marissa Nasution, Andien, Luna Maya, Mario Lawalata dan 1 atlet ganda putri paling terkenal Greysia Polii. Selebriti ini selain membuka bazaar juga turut hadir mendukung perjuangan atlet-atlet Indonesia dan mengadakan meet and greet.

Di dalam Istora tak kalah seru, DIO 2013 tahu benar apa yang diinginkan pengunjung. Kursi pijat paling hyaman milik perusahaan ternama dan pojok recharge menghiasi sudut-sudut aula Istora bersanding dengan foto-foto memori DIO edisi-edisi sebelumnya yang bisa dinikmati secara gratis. DIO juga memasang beberapa layar besar untuk nonton bareng, selain 4 display digital untuk memantau semua pertandingan yang akan atau sedang berlangsung.



Masuk ke dalam Main Hall, DIO menyajikan pemandangan berbeda. Dari mulai menggunakan 3 court sejak babak kualifikasi yang membuat leluasanya para fotografer mengambil gambar dari sideline hingga black dark pada tribun penonton membuat DIO begitu terasa elegan.

DIO 2013 hanya menyisakan pekerjaan rumah untuk membasmi oknum calo yang masih berkeliaran  dan melambungnya harga tiket yang agak keras disuarakan agar tahun depan kejuaraan yang sudah menjadi pesta rakyat bulutangkis Indonesia bisa lebih baik tanpa komplain berlebihan yang sebenarnya tahun ini sudah tanpa kekurangan berarti.

DIO 2013, two thumbs up!




















@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar