Senin, 22 April 2013

Modernisasi…

Setelah Sepak Bola memutuskan untuk mulai menggunakan teknologi garis gawang mulai musim depan dan akan di uji coba pada saat Piala Konfederasi 2013, kebahagiaan saya bertambah ketika Bulutangkis juga akan menerapkan teknologi baru yaitu Line Calls. Teknologi yang mengadopsi dari Hawk Eye milik Tennis akan segera di uji coba di Piala Sudirman Mei nanti dan mulai diberlakukan saat kejuaraan Indonesia Open Premiere Super Series bulan Juni.

Line calls ini adalah teknologi yang akan memperlihatkan shuttlecock masuk atau keluar, sesuatu yang sering memicu perdebatan dalam sebuah pertandingan di sistem sekarang yang masih menggunakan mata manusia sebagai pengambil keputusannya. Tak jarang keputusan itu salah dan merugikan pemain lalu berujung pada protes keras atau bahkan kericuhan. Walau mungkin akan mengurangi intenstitas greget dari sebuah pertandingan tetapi teknologi ini diyakini membuat pertandingan menjadi adil dan tidak akan ada lagi pihak yang merasa dirugikan. 
Greysia Polii saat menahan pelatihnya yang protes keras

Berbeda dengan Sepak Bola yang masih memiliki offside, pelanggaran atau hand ball untuk diperdebatkan sebagai ‘budaya’ sebuah kompetisi setelah teknologi garis gawang diterapkan nanti, Bulutangkis dengan teknologi Line Calls nya praktis akan mengikis ‘budaya’ itu karena tidak ada hal lagi untuk diperdebatkan namun itu tidak serta-merta mengurangi serunya menikmati pertandingan Bulutangkis malah menurut saya akan menjadi tambah seru.

Kenapa? Karena nantinya semua pemain merasa semua keputusan adil dan tidak akan mempengaruhi mental bertanding sehingga pemain bisa mengeluarkan semua kemampuannya tanpa terbebani keputusan-keputusan kontroversial mengenai masuk atau keluarnya bola.

Lin Dan saat emosi di final Korea Open 2008
Ingat kejadian Lin Dan di final Korea Open tahun 2008? Melawan tunggal tuan rumah Lee Hyun Il, Lin Dan merasa dicurangi linesman yang beberapa kali membuat keputusan kontroversial yang akhirnya membuat dia harus takluk saat itu, saking emosinya Lin Dan hampir saja walk out dan membanting raketnya hingga hancur. Selain itu, ada beberapa kejadian lagi terutama di Korea yang mengindikasikan kecurangan-kecurangan serupa. Dari sinilah BWF berangkat untuk menerapkan sistem teknologi seperti ini supaya kejadian itu bisa diminimalisasi selain juga sebagai tuntutan modernisasi olahraga.

Saya berharap teknologi ini berjalan efektif dan mampu berkembang secara sempurna demi perbaikan kualitas pertandingan dan agar bulutangkis tetap bisa digemari serta bersaing dengan olahraga-olahraga lain yang sudah sedemikian canggih.

 

“My game is fairplay”

@Destangreys, 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar