Kejuaraan Bulutangkis tahunan Australia Grand Prix Gold 2013 memang sudah berakhir hari Minggu lalu, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum dengan raihan 3 gelar masing-masing dari nomor ganda putri yang dipersembahkan Vita Marissa/Aprilsasi Putri Lejarsar Variella, ganda campuran Irfan Fadhilah/Weni Anggraini dan ganda putra Angga Pratama/Ryan Agung Saputra. Bahkan di nomor ganda putra tercipta All Indonesian Final ketika Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga berhasil menembus partai puncak. Sementara 2 gelar lain digondol Sayaka Takahashi asal Jepang (tunggal putri) dan Tian Houwei asal China (tunggal putra).
Di balik kesuksesan Indonesia itu terselip cerita menggelitik sepanjang kejuaraan yang dihelat di Sydney Convention & Exhibition Centre ini, dimana tidak ada satupun unggulan pertama yang mampu juara bahkan semuanya rontok sebelum partai pamungkas. Pia Zebadiah/Rizki Amelia dari ganda putri menjadi unggulan 1 yang harus angkat koper duluan setelah kalah dari pasangan Korea Ko A Ra/Yoo Hae Woon pada partai pembuka lalu disusul tumbangnya unggulan satu tunggal putri Lindaweni Fanetri oleh Suo Di asal China di perempat final. Dan ternyata perempat final benar-benar menjadi neraka bagi unggulan pertama, Koo Kien Keat/Tan Boon Hong yang hadir sebagai nomor wahid ganda putra juga harus berlutut di babak ini usai dijungkalkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, terakhir Markis Kido/Pia Zebadiah dari ganda campuran harus rela mengakhiri langkah dan memberikan tiket semifinal pada pasangan junior China Yuchen Liu/Huang Dongping.
Dengan hasil tersebut, unggulan 1 hanya tinggal menyisakan Dato’ Malaysia Lee Chong Wei di babak semifinal yang diprediksi akan mudah melenggang ke partai final karena hanya menghadapi Tian Houwei tapi nampaknya Australia bukan tempat bagus bagi sang unggulan nomor satu, secara mengejutkan Lee Chong Wei kalah dari tunggal junior tersebut lewat pertarungan ketat 3 set yang menguras stamina dan adrenalin. Hal ini sontak menjadi buah bibir penikmat bulutangkis di jejaring sosial, banyak yang berpendapat tidak perlu lagi China mengandalkan seorang Lin Dan untuk meruntuhkan Dato’ tapi cukup pemain junior dengan semangat dan kengototan luar biasa. Sekedar informasi, ini adalah kekalahan kedua Lee Chong Wei dari tunggal China dalam rentang waktu hanya sebulan, sebelumnya LCW dikalahkan Chen Long di final All England Maret lalu.
Bila berbicara tentang ketidakramahan Australia kepada unggulan pertama memang ada fakta unik bahwa sejak 2010 kejuaraan ini hanya memberikan 3 gelar pada sang pemilik top seed. Jadi dalam satu tahun praktis cuma 1 juara dan 2013 menjadi momen terburuk dimana tak ada juara untuk unggulan pertama.
Tahun 2010 menjadi awal angkernya Australia bagi pemegang peringkat teratas. Masih berstatus kejuaraan Grand Prix, Nguyen Mien Tinh dari tunggal putra menjadi satu-satunya unggulan pertama yang masuk final dan akhirnya juara sementara Megumi Taruno (tunggal putri), Henry Tam/Donna Haliday (ganda campuran), Gan Teik Chai/Tan Bin Shen (ganda putra), dan Misaki Matsumoto/Ayaka Takahashi (ganda putri) gagal sampai ke babak final. Mereka masing-masing kalah di babak kedua, semifinal dan perempat final.
Bergeser ke 2011, giliran unggulan utama tunggal putri yang merengkuh gelar juara lewat nama Liu Xin asal China. Top seed lainnya rontok sebelum partai puncak. Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa wakil ganda putri Jepang hanya sampai perempat final, setali tiga uang dengan Boonsak Ponsana di tunggal putra. Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam ganda campuran Thailand kalah di semifinal begitu juga unggulan pertama ganda putra Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata dari Jepang.
2012 mungkin bisa jadi pengecualian karena 3 unggulan pertama mundur sebelum kejuaraan berlangsung, mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran), Li Xuerui (tunggal putri) dan Mohammad Ahsan/Bona Septano (ganda putra) namun lagi-lagi Australia hanya memberi 1 gelar juara pada pemain ungggulan utama yaitu Chen Jin sedangkan Miyuki Maeda/Satoko Suetsuna sang unggulan pertama ganda putri Jepang mentok di semifinal.
Tahun depan, Australia Open akan naik kelas menjadi Super Series sehingga menarik menanti apakah “kutukan” bagi unggulan pertama masih akan terus melekat di negara benua yang terkenal dengan hewan lucu macam Kangguru dan Koala ini.
@Destangreys, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar