Senin, 08 April 2013

Bebas yang Bablas....


Kejadian ini nyata tadi malam. Saya sedang asyik berselancar dunia maya di warnet langganan dekat tempat kost daerah Antapani, Bandung. Sudah agak lama sebelum dua sejoli masuk dan ikut surfing juga di warnet tersebut.

Warnet bergaya lesehan ini memiliki sekat antar komputer yang memang cukup tinggi tapi masih cukup terbuka untuk saling melihat dan saya berada di salah satu ruang dimana ada 4 tempat dengan 2 slot komputer yang berhadap-hadapan. Nah..dua sejoli tadi mengambil tempat yang berseberangan dengan saya, tidak pas berhadapan tapi di sebelahnya atau agak di pojok.

15 menit awal memang tidak terjadi apa-apa tapi masuk 15 menit berikutnya, saya menangkap gerak-gerik aneh dan janggal dari sepasang kekasih tersebut. Setelah ditelisik baru ketahuan apa yang mereka sedang kerjakan *ngertilah yach kalian apa yang saya maksud, hehe*. Gila lho, di tempat umum yang sebenarnya tidak terlalu privat mereka berani melakukan itu. Tidak sampai terlalu ekstrim memang, hanya sekedar French kiss dan petting namun tetap saja bisa dibilang nekat. Saya tidak terlalu ngeh seumuran berapa mereka tapi seklias seperti masih anak sekolah, SMA mungkin.

Saya mengerti di usia yang masih dalam fase pubertas hasrat itu memang sangat besar dan petting juga sekarang sudah dianggap bukan suatu yang tabu tetapi apakah tidak ada tempat lain untuk melakukan hal itu?

Saya bukan iseng, saya hanya miris dan sedih melihatnya. Inikah cerminan generasi penerus bangsa Indonesia? Beginikah wajah pemuda-pemudi kita yang menjadi tumpuan bangkitnya Merah-Putih di masa depan? Sudah sebebas itukah negara ini sehingga kita sudah tidak memperdulikan norma dan budaya yang dulu sangat agung dan luhur? Kontaminasi kebiasaan negara barat sudah begitu hebatkah sampai membuat kita lupa akan adat-istiadat yang dulu sangat kuat mengikat dan sakral?

Tidak saya pungkiri, saya juga memang bukan orang suci yang dalam memadu kasih tidak pernah menyelipi bumbu-bumbu seperti itu tapi saya selalu tahu tempat untuk melakukannya karena memang sebenarnya selain orang lain risih lihatnya, saya juga risih kalau lagi “begitu” dilihatin orang. Hehe.

Nah..kalau yang di tempat umum dan masih cuek diliatin orang berarti kemungkinannya dua, obsesi jadi bintang porno atau memang sudah degradasi moral. Kalian yang mana? :P

Jadi sekarang yu sama-sama kita perbaiki diri masing-masing, jaga sikap dan kembalikan perilaku sesuai norma-norma yang berlaku agar budaya ketimuran yang luhur dan sakral ini tetap jadi identitas bangsa Indonesia yang besar, yang bebas tapi tidak perlu kebablasan.

Sulit tapi bisa!

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar