Selasa, 23 April 2013

Not Arrogant, Just Better

Mimpi besar itu akhirnya terwujud, penantian dan perjalanan panjang akhirnya usai. Yap, Manchester United berhasil merengkuh gelar juara Liga Inggris ke 20 sepanjang sejarah perhelatan, gelar yang sempat ditunda kedatangannya musim lalu setelah Manchester City mencurinya di pekan terakhir.

Manchester United memastikan diri sebagai “King of England” setelah menaklukkan Aston Villa dini hari tadi di Old Trafford dengan skor meyakinkan 3-0, gol diborong striker asal Belanda Robin Van Persie. Dengan sisa 4 laga, poin pasukan Sir Alex Ferguson mustahil dikejar karena sudah menyentuh 84. Berbeda 16 poin dengan Manchester City  di peringkat kedua yang baru mengumpulkan 68 poin dan menyimpan 5 laga untuk dimainkan.

Musim ini memang bisa dikatakan sebagai musim yang fantastis bagi MU, memulai start dengan kekalahan 1-0 oleh Everton di Goodison Park lalu badai cedera yang silih berganti menghantam barisan bek tengah membuat MU banyak sekali kebobolan di awal musim. Beruntung hadirnya RvP yang langsung nyetel membuat “Setan Merah” tetap garang di kotak penalti lawan sehingga bisa terus berada di trek perebutan titel. Musim ini MU juga punya sebutan sebagai “Raja Comeback”, tercatat 9 kali mereka menang setelah tertinggal lebih dahulu dan setengahnya terjadi di paruh pertama musim. Yang paling saya ingat adalah saat comeback di Villa Park, tertinggal 2 gol, RvP cs bangkit dan berhasil menyarangkan 3 gol lewat Javier “Chicharito” Hernandez dan bunuh diri bek Aston Villa Robert Vlaar. 

Tapi tak selamanya saat tertinggal MU mampu membalikkan keadaan, contohnya saat menjamu Tottenham Hotspurs atau tandang ke Norwich, MU tertinggal dan akhirnya tumbang. Namun kekalahan tipis 1-0 atas Norwich di laga away pekan ke 12 pada 17 November 2012 itu menjadi momentum kebangkitan sekaligus pertanda baik karena praktis setelahnya “Setan Merah” tidak tersentuh kekalahan dalam 18 pertandingan liga, 16 menang dan 2 imbang. Di periode itu pula MU sukses merebut peringkat pertama tanpa tergeser hingga memastikan titel ke-20 di pekan ke 34.

Stabilitas MU di sepanjang ¾ musim lalu ditambah inkonsistensi pesaing terkuat mereka Manchester City membuat Sir Alex Ferguson dan timnya mampu memenuhi ambisi dalam waktu cukup singkat, hanya 8 bulan. Selain itu, kedalaman skuat yang hampir 1 kualitas membuat Fergie leluasa meracik dan merotasi pemain sesuai kebutuhan. Lihat saja daftar pencetak gol yang mencapai 25 pemain berbeda, koleksi tertinggi dari klub manapun atau lihat berapa variasi duet dua bek tengah sepanjang musim ini yang diturunkan Fergie. Sering sekali berubah-ubah antara Vidic, Ferdinand, Smalling, Jones dan Evans. Lini tengah setali tiga uang, Carrick mungkin jadi harga mati tapi yang lain rutin diganti. Cleverley, Anderson, Kagawa, Giggs hingga Rooney pernah mengisi pos tersebut. Di lini depan, RvP nyaman dilapis Chica dan Welbeck.

Tanpa mengecilkan pemain lain, Giggs, Rooney, Rafael dan Carrick menurut saya bermain sangat fantastis sepanjang musim ini tapi Phil Jones dan Robin Van Persie layak dikedepankan menjadi pahlawan pembeda yang luar biasa di permainan menawan Manchester United. Performa kedua pemain ini saya rasa sangat melebihi ekspektasi. 

Phil Jones, baru berusia 21 tahun namun bakat hebatnya sudah sangat terlihat dan menjadikannya sebagai pilar penting tim sejak musim lalu. Intercept, tackle, membaca serangan lawan, duel udara dan kecepatannya sangat mengagumkan walau agak rentan cedera tak membuat penampilannya menurun. Jones tetap dipercaya mengisi 3 pos secara bergantian dari mulai bek tengah, bek kanan hingga gelandang bertahan fasih dia mainkan. Very-very versatlie player! 

Lain Jones, lain pula Robin Van Persie. Striker Belanda yang ditransfer dari Arsenal musim panas lalu adalah seorang predator gawang lawan, 30 gol di musim terakhirnya berkostum The Gunners menjadi bukti sahih betapa berbahayanya seorang RvP. Saat memutuskan bergabung ke Old Trafford, pengamat dan pendukung Arsenal banyak yang menyangsikan Robin akan sukses dan meraih gelar bersama MU seperti apa yang ia bilang sebagai alasan hijrah ke rival abadi tim yang membesarkan namanya itu. Tapi RvP membuktikan dengan caranya, langsung in dengan permainan MU lalu membungkam nada-nada sumbang dengan gol-golnya. Mencetak debut gol di pekan kedua kontra Fulham lewat tendangan volley first time yang aduhai, RvP melanjutkannya dengan hattrick ke gawang Southampton sepekan berselang. Setelah itu, keran gol pemain Belanda 29 tahun terus mengalir deras hingga memimpin daftar top skor sementara. Sempat berhenti di angka 19 selama hampir 2 bulan atau 5 pertandingan liga di Februari-April, Robin kembali dengan torehan luar biasa yaitu 5 gol dalam 3 laga terakhir “Setan Merah” termasuk hattrick semalam yang mengantarkan gelar ke-20 kembali ke Old Trafford  sekaligus menjadi gelar pertama baginya selama berikprah di EPL. RvP juga berpeluang memboyong gelar top skor, saat ini dia telah mengemas 24 gol yang dikuntit penyerang Liverpool Luiz Suarez dengan 23 gol. Mimpi yang jadi kenyataan, RvP!! Class!!

2012/2013 masih menyisakan 4 pertandingan bagi MU dan Sir Alex Ferguson sudah menyampaikan akan tetap menampilkan tim terbaik demi sebuah pematahan rekor poin tertinggi di akhir musim nanti, saat ini rekor tersebut dipegang Chelsea dengan 95 poin pada musim 2004/2005. Bila mampu sapu bersih kemenangan, total 96 poin akan dibukukan. Tapi persaingan sudah usai dan sekarang saatnya sedikit merenggangkan nafas sebelum kembali fokus dan bekerja keras menyambut musim baru.

Semoga nanti Trofi EPL ke 21, Piala FA yang sudah lama tak menyapa dan “Si Kuping Besar” Liga Champions dapat menjadi godaan motivasi dan spirit tambahan pasukan Sir Alex Ferguson yang diklaim lebih baik dari era Class’92 ini untuk lagi dan lagi mewujudkan “The Impossible Dreams”.

Campione, Campione!!! T20PHY!!! BEL20VE!!!

Glory Glory Manchester United!!!

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar