Jumat, 15 Maret 2013

Teladani Mereka...


Bosan rasanya bila menonton televisi, mendengarkan radio atau membaca surat kabar tentang anak-anak Indonesia di kancah kenakalan dan dunia kriminalitas yang jumlahnya semakin hari semakin menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Lalu kebosanan itu menjadi sebuah kerinduan, kerinduan yang mendalam akan berita yang mengabarkan anak-anak Indonesia yang membawa pencapaian gilang-gemilang atas nama merah-putih.

Dan pada akhirnya kerinduan itu membuat saya menjadi sangat berkeinginan untuk membawa anak-anak Indonesia para generasi muda melongok ke markas besar PBSI di Cipayung, Jakarta atau ke pusat pelatihan bulutangkis di Kudus, Jawa Tengah sana. Untuk apa? Untuk mempertemukan mereka dengan orang-orang hebat dan berkualitas bernama atlet.

Wahai anak-anak Indonesia para generasi muda, kenapa saya menyebut mereka orang-orang hebat dan berkualitas? Karena terbayangkah kalian, mereka dahulu di saat usia yang masih sangat belia sudah harus memutuskan arah  yang akan mempengaruhi seluruh hidupnya dan itu sangat tidak mudah, menetapkan terus berkarir di bulutangkis berarti harus siap menerima konsekuensi mengorbankan masa kanak-kanak juga masa remaja yang notabene penuh dengan main, riang-gembira tanpa beban dan kebebasan. Semua itu harus diganti dengan memasrahkan diri pada kehidupan asrama yang terawasi, peraturan yang wajib ditaati, tempaan disiplin yang keras serta latihan rutin yang memerlukan kekuatan ekstra.

Tapi, lihatlah mereka sekarang! Berbakat, berkecukupan, disinari sinar agung prestasi, dibanggakan bangsa dan negara, terkenal dan juga sukses. Bukankah itu tujuan hidup semua orang?

Anak-anak Indonesia para generasi muda, marilah kita teladani integritas mereka, contoh kerja keras mereka, kobarkan semangat pantang menyerah mereka di diri kita. Jangan biarkan zaman yang makin penuh intrik, kebohongan dan feodalistik ini menjerumuskanmu ke jurang kesalahan yang hanya akan membuat penyesalan nantinya.

Ingat, manusia hebat dan berkualitas adalah manusia yang mau berkorban demi hidup dan mimpinya. Simple but not easy.

@Destangreys, 2010 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar