Walau kalah di partai pamungkas tetapi
menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal dan final Jerman Open Grand Prix Gold 2013 merupakan
prestasi tersendiri bagi Tommy Sugiarto. Selain itu, hasil ini tentunya penting
jelang turun di turnamen bergengsi All
England 05-10 Maret 2013.
Setelah selalu kalah di babak awal pada 2
turnamen pembuka di Korea dan Malaysia Januari lalu, Tommy mulai kembali
menemukan ritme permainan terbaiknya. Menempati unggulan 8, Tommy memulai turnamen
dengan mengalahkan pemain asal Republik Ceko Jan Frochlich 21-12 21-15. Setelah
itu berurutan menggasak Goh Soon Guat asal Malaysia di babak kedua lalu Ajay
Jayaram wakil India di babak ketiga, keduanya dikandaskan Tommy dengan straight set masing-masing 21-19 21-7
dan 21-16 21-13. Tren apik putra Icuk Sugiarto ini berlanjut di perempat final,
Rajiv Ouseph yang menjadi andalan Inggris ditekuknya 21-15 21-10. Masuk semifinal
giliran tunggal Thailand Boonsak Ponsana yang menjadi korban impresifnya penampilan
Tommy, juga dengan 2 set 21-19 21-12.
Sayangnya kegemilangan pemain berperingkat
24 BWF ini gagal disempurnakan menjadi gelar juara setelah di partai final
harus takluk dari Chen Long yang hadir sebagai unggulan pertama 17-21 11-21.
Perbedaan kualitas memang terlihat antara Tommy dengan pemain China ini
sehingga membuat Tommy sangat sulit mengembangkan permainan walau di awal-awal
set pertama dapat mengimbangi permainan bervariasi Chen Long.
Pencapaian di turnamen yang digelar
di kota Mulheim pada 26 Februari – 03 Maret 2013 ini tidak bisa dibilang buruk
bahkan sebenarnya bekal yang bagus karena Tommy menjadi harapan utama tunggal
putra Indonesia untuk mampu bersaing mengingat akan segera pensiunnya Taufik
Hidayat ditambah rentannya kondisi Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso serta
performa yang tidak kunjung membaik dari Dionysius Hayom Rumbaka.
Bukan hal yang mudah memang, perlu usaha
ekstra dan kerja keras yang tak kenal lelah. Tetapi berkaca ke tahun lalu,
rasa-rasanya Tommy akan bisa mempertahankan stabiliitas dan konsistensi
permainannya apalagi sekarang dia sudah kembali menghuni pelatnas Cipayung
bersama pelatih-pelatih dan pengurus-pengurus hebat yang siap bekerjasama
mewujudkan harapan publik akan prestasi. Good
luck Tom!
@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar