“Jangan tunda esok apa yang dapat kamu kerjakan hari ini”
Kata-kata bijak di atas memang menjadi pedoman semua orang di dunia ini, semua menyetujuinya. Tetapi tidak bagi saya, saya punya kebiasaan buruk menunda pekerjaan dan selama ini kebiasaan itu belum punya pengaruh apa-apa sampai akhirnya kejadian 2 hari lalu terjadi.
Saya adalah bankir di salah satu Bank Syariah di kota Bandung, dengan jabatan sebagai seorang operasional load kerjaan saya memang bersiklus. Siklus sibuk saya ada di sekitar tanggal 20 hingga tanggal 5 bulan berikutnya sedangkan di hari sisanya pekerjaan saya relatif lebih ringan dan santai.
Ada satu tugas laporan yang deadlinenya tanggal 15 setiap bulan, kita sebut saja laporan A. Bila melihat siklus sebenarnya saya bisa saja mengerjakan laporan A ini di awal-awal selepas tanggal 5 namun saya tidak pernah melakukannya. Tanggal 14-15 menjadi tanggal favorit saya untuk menyelesaikan tugas ini, kebiasaan kuliah yang masih menjamur sampai sekarang. Hehe.
Begitu pula bulan ini, saya sudah mengatur rencana akan mulai menyentuh laporan A di tanggal 14 kemarin. Biasanya 2 hari juga selesai, itupun diseling dengan pekerjaan-pekerjaan lain.
Tanggal 14 pagi saat saya akan memulai mengerjakan tiba-tiba ada email masuk dari kantor pusat memberikan suatu “kejutan” tak terduga. Perasaan saya tidak enak dan benar saja, email itu berisi sebuah format laporan yang deadlinenya sama dengan laporan A yaitu tanggal 15 atau dengan kata lain hanya 2 hari pengerjaan.
Setelah mempelajari sebentar laporan tersebut saya sedikit shock karena ternyata laporan ini lebih banyak fieldnya daripada laporan A. Mungkin ada 3 kali lipat banyaknya. Bayangkan, laporan A saja saya bisa 2 hari mengerjakannya. Apalagi ini? Mampukah dalam 2 hari?
Tarik nafas, meneguk segelas air putih lalu saya memulai mengerjakan 2 laporan secara paralel. Tanggal 14 berlalu dan masuk hari deadline, saya berkejaran dengan waktu dan mulai tidak peduli dengan sekitar. Menenggelamkan diri pada pekerjaan sambil menggerutu pada kebodohan diri sendiri.
Tak dinyana, tepat jam 4 sore kedua laporan itu selesai. Yap, selesai 100%. Saya tercengang, terkesiap dan agak tak percaya, kok bisa yach? 2 laporan selesai 2 hari dan bahkan laporan A bisa selesai dalam waktu hanya 4 jam. :D
Namun akhirnya saya sadar karena ada pepatah kuno “Ketika manusia terdesak mereka akan melakukan sesuatu di luar batas nalar” dibalik “keberhasilan” ini. Saya pernah dengar cerita, ada seorang yang melakukan lompatan melewati pagar setinggi hampir 5 meter ketika dikejar anjing atau seorang yang mengangkat lemari berbobot hampir 100 kilo ketika rumahnya kebakaran. Dalam pemikiran normal memang tidak mungkin tapi kekuatan “mendesak” membuat semuanya jadi mungkin.
Ayo pada ngaku laporan di tempat kerja dikerjain di awal atau deket-deket deadline? Waktu ujian belajarnya dari jauh hari atau SKS alias Sistem Kebut Semalam kan? Waktu sidang skripsi persiapannya kapan? H-1 kan? Atau pas bikin skripsinya dikebut sebulan atau malah cuma seminggu? Hehe.
Buat saya hal ini memang tidak terbantahkan sich walau penuh resiko tapi selalu bisa memberikan efek doping yang luar biasa untuk menyelesaikan sesuatu yang rasanya tidak mungkin.
Jadi kalian pilih yang mana? :D :D
@Destangreys, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar