Rabu, 06 Maret 2013

Ryan Giggs dan Teladan Sir Alex


Langit mendung menaungi Stadion Old Trafford usai Manchester United ditekuk raksasa Spanyol Real Madrid dalam lanjutan perdelapan final Liga Champions Eropa Rabu dini hari. Kekalahan 1-2 (aggregat 2-3) ini sekaligus menghentikan langkah Setan Merah ke babak selanjutnya.

Walau tersingkir tapi satu pemain memberikan sedikit pelipur lara dengan mengukir sejarah. Yap, Ryan Joseph Giggs atau dikenal dengan Ryan Giggs mencatat laga ke-1000 selama karir profesionalnya di laga penuh drama itu. Sejak memulai debut di tahun 1991, pria Wales sudah bermain sebanyak 932 kali untuk Manchester United, 64 kali untuk Timnas Wales dan 4 kali untuk Timnas Britania Raya dengan torehan berpuluh gelar di Inggris maupun Eropa. Rekor fenomenal ini akan sulit dipecahkan siapa pun pesepakbola di dunia apalagi Giggs masih akan aktif bermain setidaknya hingga akhir musim 2014.

Turun sejak menit awal untuk mengisi pos sayap kanan, Ryan Giggs tampil antusias di laga spesial malam tadi, dialah motor serangan MU bersama Danny Welbeck. Giggs memperlihatkan kecepatan, kelihaian menggiring bola dan umpan-umpan yang masih memukau, defense dan beberapa keputusan tacklingnya juga brilian. Selain itu, Welsh Wizard  mampu bermain penuh 90 menit di usianya yang sudah mengnjak 39 tahun. Luar biasa!

Namun, dibalik kegemilangan Giggs jangan lupakan nama Sir Alex Ferguson. Fergie (sapaan akrab Sir Alex, red) yang menemukan bakat Giggs adalah satu nama yang membuat dia bisa mencapai level tertinggi. Tak terkecuali musim ini, Fergie seakan memberikan kado ulang tahun beruntun pada Giggs. Setelah perpanjangan kontrak 1 tahun lagi, sang manajer menyimpannya di laga ‘kecil’ melawan Norwich City di Premiere League Sabtu lalu yang sejatinya bisa jadi laga ke-1000 pemain yang selama karirnya belum merasakan Piala Dunia ini dan akhirnya memberikan kesempatan itu pada sebuah pertandingan besar penuh gengsi sarat emosi kontra Real Madrid.

Dengan sikapnya itu Sir Alex Ferguson membuktikan bahwa dia bukan hanya seorang manajer di Manchester United melainkan juga seorang ayah. Ayah yang sangat menghargai sekaligus mengerti bagaimana cara membahagiakan anak-anaknya. Salut!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar