Minggu, 08 Maret 2015

Panggungnya Para Rising Star Indonesia!

Kejuaraan Bulutangkis paling bergengsi All England tahun 2015 sudah rampung digelar semalam. Negeri Tiongkok masih berjaya dengan 3 gelar di nomor ganda campuran, tunggal putra dan ganda putri sementara 2 nomor lain mendarat di dataran Eropa, tunggal putri oleh Spanyol dan ganda putra oleh Denmark.

Indonesia sendiri harus puas dengan 1 gelar runner up setelah tahun lalu menyabet 2 gelar juara. Namun Indonesia tidak perlu kecewa berlarut-larut akan hal itu karna bila berkaca pada penampilan keseluruhan, wakil kita banyak yang menorehkan cerita indah masing-masing. Bahkan dua Rising Star asal Indonesia bahkan menjadi buah bibir banyak orang setelah tanpa diduga mampu berbicara banyak di edisi ke 105 ini.

Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi lakon pertama suksesnya para Rising Star Indonesia. Bermain di ganda campuran bersama peraih emas Asian Games 2014, Greysia Polii, Kevin berhasil melaju hingga babak kedua usai merangkak dari kualifikasi. Hasil ini mengulang sukses mereka di Indonesia Open Premiere Super Series tahun lalu. Tak hanya itu ternyata kemilau Kevin berlanjut di ganda putra bersama Gideon Markus Fernaldi alias Sinyo. Biasanya pasangan yang baru dipasangkan dan langsung turun di kejuaraan kompetitif macam All England pasti ada rasa gentar dan tak pede namun itu tak berlaku bagi keduanya, Sinyo yang matang bersama Markis Kido dengan satu titel Super Series di Perancis 2013 dan Kevin yang mengecap manis mengalahkan pasangan nomor 1 dunia Zhang Nan/Zhao Yunlei bersama Greysia Polii menjadikan 2 anak muda ini bermain lepas dan penuh semangat. Permainan atraktif mengandalkan kecepatan, kelihaian dan smash keras membuat Kevin/Sinyo tiba di perempat final dan akhirnya tumbang di tangan ganda Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Sekedar catatan lho ini adalah All England pertama bagi The Flying Kevin (julukan Kevin).

Tapi rising star Indonesia paling bersinar  bukan milik Kevin/Sinyo melainkan milik Praveen Jordan/Debby Susanto yang cemerlang di langit Barclaycard Arena di kota Birmingham. Melahap drilling di pelatnas seminggu sebelumnya yang dipimpin langsung Rexy Mainaky hingga lelah tak berdaya, Praveen/Debby langsung merasakan efeknya di kejuaraan seketat All England. Bagaimana tidak, di babak pertama atau hari kedua penyelenggaraan, Praveen/Debby yang tahun lalu tak lolos kualifikasi mengguncang jagat Bulutangkis dengan secara mengejutkan menjungkalkan satu dari Fantastic Four ganda campuran Xu Chen/Ma Jin dengan 2 game langsung dalam waktu hanya 40 menit. Kegemilangan Praveen/Debby bahkan berlanjut hingga babak semifinal sebelum kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei dan memupus asa mewujudkan All Indonesian Final.

Praveen menjadi bahan pembicaraan selepas permainan menawannya bahkan Imogen Bankier sempat berkicau via akun Twiter-nya kalau Praveen adalah pemilik smash terkeras yang pernah dia temukan.

"@ImogenBankier Jordan Praveen = biggest smash I've ever faced I think...."

Kejutan ini melanjutkan apa yang dilakukan pasangan baru ganda putri Rosyita/Della yang menembus final Jerman Grand Prix Gold 2015 seminggu sebelumnya dan selanjutnya semoga pencapaian ini bisa jadi motivasi mereka untuk lebih giat berlatih dan fokus pada prestasi.

Sementara bagi masyarakat pencinta Bulutangkis, hasil ini bagai sebuah signal penting bahwa regenerasi mulai berjalan dengan lancar dan menunjukkan hasil positif. Pasangan-pasangan muda ini siap jadi tumpuan harapan Indonesia menyongsong 2-3 tahun ke depan saat senior-seniornya mulai kehilangan performa terbaik seiring meningginya usia.

Jadi, mari meledak dan berpijar teranglah dengan prestasi bintang-bintang muda Indonesia! Tunjukkan dan raih juara! BISA!

@Destangreys, 2015

1 komentar:

  1. iya kalo melihat hal ini, bisa menimbulkan ke optimisan bulutangkis Indonesia bisa berjaya lagi, waluapun masih harus banyak kerja keras :)

    BalasHapus