Biasanya nila setitik akan merusak susu sebelanga tapi belum tentu susu yang setitik membuat nila yang sebelanga itu menjadi bagus.
Kira-kira itulah mungkin yang dirasakan Greysia Polii saat ini. Usai juara di Taipei Grand Prix Gold 2014 dan Asian Games 2014 beberapa waktu lalu, penampilannya bersama Nitya Krishinda Maheswari terbilang konsisten walau tidak pernah juara. Namun Greys/Nitya memulai tahun 2015 dengan tidak mulus, walau merengkuh babak perempat final Malaysia Grand Prix Gold 2015 pekan lalu, lawan yang mengalahkan adalah pasangan Korea non unggulan Chae Yo Jung/Kim Ji Won 13-21 18-21. Sontak hasil ini mengejutkan semua pihak karna Greys/Nitya tercatat tidak pernah kalah dari pasangan non unggulan sejak ditekuk Ma Jin/Tang Yuanting asal Tiongkok di Indonesia Super Series Premiere Juni 2014.
Entah karna Nitya belum fit usai cedera di Final Super Series Dubai 2014 bulan Desember lalu, entah menganggap enteng lawan atau entah ada faktor lain di balik kekalahan ini, entahlah yang pasti Greys/Nitya sudah mengakhiri rentetan performa apik mereka dari rentan waktu Juli-Desember. Bagi saya dan sebagian lain, Greys/Nitya memberikan nila setitik pada susu sebelanga miliknya. Rusakkah? Tergantung penilaian masing-masing.
Namun ada yang lebih miris, sebagian orang lain malah menilai kekalahan ini sebagai bentuk nila hitam lain pada belanga milik Greys/Nitya yang tidak terhapus oleh juara Taipei dan emas Asian Games. Satu akun menyebut untuk memberikan saja medali emas itu utk Misaki/Ayaka padahal jelas di partai itu Greys/Nitya membuat Misaki/Ayaka tak berkutik.
Mungkin di negara ini kita memang tak boleh kalah dan harus selalu menang, tak boleh kita hanya menang sekali-kali karna susu setitik tidak bisa mengembalikan nila yang rusak sebelanga walau susu itu sudah ditunggu 36 tahun lamanya. Mungkin!
@Destangreys, 2015
iya, padahal kalau liat perform mereka selama Asian Games mereka memang pantas mendapatkan medali emas tersebut, roda kehidupan kan berputar engga selamanya mereka diatas :)
BalasHapus