Minggu, 31 Agustus 2014

Carolina Marin! Juara Dunia Dari Semenanjung Iberia!

Selama ini, bila berbicara olahraga Spanyol, orang hanya akan membicarakan Matador atau Sepak bola dengan duel klasik Barcelona dan Real Madrid atau prestasi gemilang La Furia Roja (julukan timnas Sepak bola Spanyol) di medio 2008-2012 dimana mereka berhasil merebut 2 kali juara Eropa berturut dan sekali juara Piala Dunia. Juga mungkin Rafael Nadal yang mencengkeram erat persaingan Tennis dunia putra dan juga tidak melupakan Trio Marc Marquez, Dani Pedrosa dan Jorge Lorenzo yang begitu perkasa di sirkuit MotoGP.

Tidak ada orang yang membicarakan tentang Bulutangkis, yap Bulutangkis Spanyol. Olahraga ini tidak terlalu terdengar kalau tidak boleh disebut tidak ada di negara berpenduduk sekitar 46 juta jiwa itu. Tapi hari ini seorang wanita cantik berusia 21 tahun asal Huelva, sebuah kota di daerah Andalucia menghentak dunia.

Carolina Marin! Pebulutangkis ini baru saja mengukir prestasi dan mencetak sejarah dengan menjuarai Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2014 nomor Tunggal Putri di Kopengahen Denmark mengalahkan salah satu raksasa Tiongkok peraih medali emas Olimpiade London 2012 Li Xuerui dengan rubber game 17-21 21-17 21-18.

Hasil ini sungguh mengejutkan, karena selain hanya menempati unggulan ke sembilan di turnamen ini, Marin pun harus menghadapi jalan terjal menapak tangga juara. Bagaimana tidak? Marin harus bentrok dengan Wang Yihan sang unggulan tiga di babak ketiga lalu berturutan Tai Tzu Ying (8), Sindhu (11) dan Li (1) namun berkat konsistensi dan kegigihannya dia mampu menekuk semua lawan berat itu dan mempersembahkan gelar juara bagi negaranya sekaligus menasbihkan dirinya sebagai orang Eropa kedua di tunggal putri setelah Camilla Martin asal Denmark yang mampu juara di Kejuaraan Dunia Bulutangkis era modern.

Marin adalah intan diantara tembaga potensi Bulutangkis di Spanyol, bakatnya yang luar biasa terendus asosiasi Bulutangkis Spanyol yang akhirnya benar-benar memoles Marin secara maksimal. Rajin di kirim untuk berlaga di turnamen internasional dan berlatih di negara lain yang lebih punya kultur Bulutangkis seperti Indonesia dan Thailand adalah cara mereka mematangkan Marin yang sebelumnya pernah meraih perunggu di Kejuaraan Dunia Junior 2011 dan juara di London GPG 2013.

Dan akhirnya hari ini, 31 Agustus 2014, Carolina Marin mempertegas apa yang dilakukan Ratchanok Intanon tahun lalu saat membuktikan pada dunia bahwa kerja keras latihan, fokus pada proses, dan kepercayaan mimpi akan menghasilkan kesempurnaan kemenangan tanpa peduli apa sejarahnya, dari mana negaranya atau bagaimana dipandangnya.

Congrats Caro Marin!

@Destangreys, 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar