Selain Juaranya Simon Santoso, ada
yang menarik dari penampilan beberapa pemain Indonesia yang berlaga di ajang
Singapura Super Series 2014 kemarin.
Dan itu harusnya menjadi catatan positif bagi PBSI jelang turnamen-turnamen
berikutnya wabil khusus
turnamen-turnamen yang menjadi target utama juara.
Apresiasi pertama patut diberikan
kepada ganda campuran Riky Widianto/Richi Dili Puspita. Sekian lama berada di
bayang-bayang Owi/Butet dan Rijal/Debby lalu sekarang mulai disaingi
Jordan/Debby akhirnya Riky/Richi menemukan harinya. Mereka tidak disangka mampu
melewati hadangan-hadangan lawan berat sebelum akhirnya menembus babak puncak
yang menciptakan all Indonesian final
melawan sang senior Owi/Butet. Walau gagal menang namun prestasi Riky/Richi
boleh dibilang ciamik karna setelah menang WO atas Xu Chen/Ma Jin di perempat
final, Riky/Richi melibas unggulan tiga asal korea Ko Sung Hyun/Kim Ha Na
dengan skor 20-22 21-17 21-16 di semifinal. Agresifitas serangan dan defense rapat menjadi senjata ampuh
mereka berdua.
Setali tiga uang dengan
Riky/Richi Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia
Nuraidah yang selama ini belum menjawab ekspektasi publik yang berharap banyak
pada mereka perlahan mulai terlihat perkembangannya. Terhenti di perempat final
memang namun perjuangan pasangan “CLBK” ini patut diacungi jempol. Suci/Tiara
mampu membuat repot unggulan tiga Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi lewat
pertandingan 91 menit yang menguras stamina dan adrenalin sebelum kalah “nyesek”
29-30 21-18 20-22.
Dan yang terakhir yang harus diberi
cukup apresiasi adalah Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi yang tak disangka
mampu mengalahkan seniornya Angga Pratama/Ryan Agung Saputra di babak kedua.
Lalu, setelah ini harapannya adalah
mereka terus berkembang lebih baik dan lebih baik lagi agar skuat gemuk di
pelatnas PBSI ini menjadi sangat menjanjikan dan mumpuni sehingga tumpuan bisa
disebar kepada semua pemain, tidak bergantung pada satu atau dua sosok sentral
yang selama ini menjadi masalah bagi Indonesia.
@Destangreys, 2014
*courtesy photo : badmintonindonesia.org



Tidak ada komentar:
Posting Komentar