Selasa, 15 April 2014

Riky/Richi, Suci/Tiara dan Berry/Ricky



Selain Juaranya Simon Santoso, ada yang menarik dari penampilan beberapa pemain Indonesia yang berlaga di ajang Singapura Super Series 2014 kemarin. Dan itu harusnya menjadi catatan positif bagi PBSI jelang turnamen-turnamen berikutnya wabil khusus turnamen-turnamen yang menjadi target utama juara.

Apresiasi pertama patut diberikan kepada ganda campuran Riky Widianto/Richi Dili Puspita. Sekian lama berada di bayang-bayang Owi/Butet dan Rijal/Debby lalu sekarang mulai disaingi Jordan/Debby akhirnya Riky/Richi menemukan harinya. Mereka tidak disangka mampu melewati hadangan-hadangan lawan berat sebelum akhirnya menembus babak puncak yang menciptakan all Indonesian final melawan sang senior Owi/Butet. Walau gagal menang namun prestasi Riky/Richi boleh dibilang ciamik karna setelah menang WO atas Xu Chen/Ma Jin di perempat final, Riky/Richi melibas unggulan tiga asal korea Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dengan skor 20-22 21-17 21-16 di semifinal. Agresifitas serangan dan defense rapat menjadi senjata ampuh mereka berdua.

Setali tiga uang dengan Riky/Richi  Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah yang selama ini belum menjawab ekspektasi publik yang berharap banyak pada mereka perlahan mulai terlihat perkembangannya. Terhenti di perempat final memang namun perjuangan pasangan “CLBK” ini patut diacungi jempol. Suci/Tiara mampu membuat repot unggulan tiga Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi lewat pertandingan 91 menit yang menguras stamina dan adrenalin sebelum kalah “nyesek” 29-30 21-18 20-22.

Dan yang terakhir yang harus diberi cukup apresiasi adalah Berry Angriawan/Ricky Karanda Suwardi yang tak disangka mampu mengalahkan seniornya Angga Pratama/Ryan Agung Saputra di babak kedua.


Lalu, setelah ini harapannya adalah mereka terus berkembang lebih baik dan lebih baik lagi agar skuat gemuk di pelatnas PBSI ini menjadi sangat menjanjikan dan mumpuni sehingga tumpuan bisa disebar kepada semua pemain, tidak bergantung pada satu atau dua sosok sentral yang selama ini menjadi masalah bagi Indonesia. 

@Destangreys, 2014

*courtesy photo : badmintonindonesia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar