Superb, Simon!
Itulah kata-kata yang pas
menggambarkan perjalanan pebulutangkis putra Indonesia Simon Santoso di
turnamen Singapura Super Series yang
baru selesai kemarin. Bagaimana tidak, Imonk (panggilan akrab Simon) berhasil
menjuarai kejuaraan berhadiah total USD 300.000 itu dengan sangat elegan dan
terasa special bagi publik
Bulutangkis tanah air. Karna selain harus merangkak dari babak kualifikasi,
Simon juga di luar dugaan berhasil menjungkalkan pebulutangkis nomor 1 dunia
asal Malaysia Lee Chong Wei di partai puncak dengan skor meyakinkan 21-15
21-10.
Hasil ini sangat mengejutkan mengingat Simon memang mengalami penurunan prestasi usai juara di Indonesia Premiere Super Series 2012 silam akibat cedera dan sakit yang berulang. Walau sempat juara di Indonesia Grand Prix Gold 2013 September lalu Simon belum menunjukkan penampilan konsisten bahkan dia akhirnya memutuskan untuk pergi dari pelatnas PBSI bulan Januari 2014 karena merasa gagal memenuhi target semifinal di Korea Super Series dan Malaysia Premiere Super Series yang dibebankan.
Setelah keluar dari Cipayung genk, Simon memang berhasrat mengembalikan bentuk permainan terbaiknya dan tak butuh waktu lama karena dia mampu langsung membuktikan dengan 2 gelar beruntun yaitu di Malaysia Grand Prix Gold dan Singapura Super Series sekaligus menohok pemikiran banyak pihak yang berpikir pemain kelahiran Tegal ini sudah habis.
Di 2 turnamen itu, Simon bermain menggila seperti sedang trance bahkan di Singapura tercatat Simon hanya kehilangan 1 set dari total 7 pertandingan yang ia lakoni yaitu dari Du Pengyu di babak semifinal. Selebihnya Simon memporak-porandakan lawan dengan straight set termasuk saat membuat LCW pontang-panting tak tentu arah mengembalikan serangan-serangan Simon lewat netting-netting cantik nan aduhai dan smash-smash keras nan mematikan.
Kebangkitan Simon di 2 turnamen ini seperti melanjutkan fenomena pemain-pemain ex pelatnas yang malah bersinar usai “cabut” dari Cipayung. Selain Simon, tercatat Vita Marissa, Markis Kido, Pia Zebadiah Bernadeth, Rizki Amelia Pradipta dan Gideon Markus Fernaldi yang mengkilap setelah keluar dari pelatnas bahkan 4 nama terakhir disebutkan diajak untuk mengikuti seleksi tim Thomas dan Uber Cup yang dihelat Mei mendatang. Faktor motivasi berlebihkah atau ada faktor lain?
Tapi apapun, kemenangan ini bagi Simon adalah momen tepat mengembalikan kepercayaan dirinya untuk kembali ke performa maksimal sekaligus “kode” bahwa dia siap bersaing untuk satu tempat di skuat Thomas Cup 2014 sementara bagi publik Indonesia kemenangan ini bisa bermakna bahwa peluang membawa Piala Thomas kembali ke pangkuan ibu pertiwi akan semakin besar. Mudah-mudahan.
A Boy Is Back! Lanjutkan Monk!
@Destangreys, 2014
*courtesy photo : badmintonindonesia.org

Tidak ada komentar:
Posting Komentar