Senin, 25 Februari 2013

IRONI Greysia Polii..!!


Sedang ditunggu debutnya bersama Anggia Shitta pasangan barunya, Greysia Polii membawa kabar lain untuk masyarakat Indonesia. Dia termasuk 1 dari 8 pebulutangkis yang dirilis BWF pada 12 Februari 2013 lalu sebagai kandidat untuk pemilihan Komisi Atlet Bulutangkis.

Ya, setelah didirikan BWF pada 2008, Komisi Atlet Bulutangkis kembali menggelar pemilihan sebagai bentuk regenerasi dan keberlangsungannya. Komisi Atlet ini berfungsi sebagai jembatan antara atlet dengan dewan BWF untuk menyampaikan apirasi dan ide-ide untuk kemajuan Bulutangkis dunia. Ketua Komisi Atlet mempunyai suara penuh dari Dewan dan wajib memberikan saran-saran relevan terhadap kebijakan BWF.

8 pebulutangkis dipilih sebagai kandidat yaitu Greysia Polii (INA), Cai Yun (CHN), Hans-Kristian Vittinghus, Imogen Bankier (SCO), Koo Kien Keat (MAS), Kaveh Mehrabi (IRI), Wang Xin (CHN) dan Yuhan Tan (BEL). Ke-8 pebulutangkis ini akan memperebutkan 3 kursi melalui voting sesama atlet. Suara terbanyak atlet putra dan putri otomatis akan langsung menghuni 2 kursi sedangkan 1 kursi sisa akan diisi atlet yang memiliki suara terbanyak selanjutnya, putra atau putri.

Atlet yang memiliki hak suara adalah atlet yang berpartisipasi dalam turnamen Jerman Open Grand Prix Gold atau All England 2013 atau berada di 150 peringkat BWF untuk pemain tunggal atau 95 peringkat BWF untuk pemain ganda.

Voting tersebut akan dilaksanakan dua sesi yaitu pada babak kualifikasi dan babak pertama Jerman Open Grand Prix Gold 26-27 Februari 2013 lalu babak kualifikasi dan babak pertama All England 5-6 Maret 2013. Proses voting ini nantinya akan sedikit unik dimana pemain mempunyai 1 hak suara tapi harus memilih 3 nama kandidat, 1 nama putra, 1 nama putri dan 1 nama either gender. Bila tidak mengikuti peraturan tersebut maka suara akan dinyatakan tidak sah.

Kembali ke Greysia Polii sebagai kandidat, banyak orang menanyakan keputusan BWF memasukkan namanya karena prestasi dia di lapangan tidak terlalu mentereng dan baru saja terlibat kasus skandal di Olimpiade 2012 yang mencoreng muka Bulutangkis dunia. Tetapi, berkaitan dengan hal ini mari kita berpikir dengan bijak. Komisi Atlet ini fungsinya jelas yaitu jembatan aspirasi dan saran atlet pada BWF jadi prestasi di lapangan menjadi tidak begitu penting sebagai syarat utama, yang terpenting adalah mempunyai skill komunikasi yang baik dan berani berbicara, Greysia Polii jelas punya nilai plus itu, bahasa Inggrisnya di atas rata-rata dan dia tidak sungkan untuk berbicara menyampaikan pendapat. Greysia Polii juga dikenal aktif bergaul dan dekat dengan atlet-atlet dari Negara lain seperti Jepang, Thailand hingga Denmark. Ingat juga Greysia Polii adalah Fairplay Player Perancis Open 2009 dan Duta Solibad Indonesia 2 tahun belakangan. Mungkin itulah yang menjadi dasar BWF memasukkan namanya sebagai kandidat pemilihan Komisi Atlet. 

Kalau BWF saja tidak masalah, kenapa kita orang Indonesia malah mempermasalahkannya? Ironi!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar