Rabu, 27 Februari 2013

Berakhirnya Sebuah Kejayaan?

“Hidup itu bagaikan roda berputar”

Pernyataan yang mungkin disetujui semua manusia yang hidup di muka bumi ini, karena tidak bisa dipungkiri dinamika nasib memang terus berputar kadang di atas dan kadang dibawah. Yang menjadi perbedaan adalah seberapa lama nasib itu berada di puncak atau di dasar.

Berbicara soal ini, menarik bila kita mengambil salah satu contoh klub sepak bola dunia asal Spanyol yaitu FC Barcelona. Barcelona adalah cermin representasi klub dengan permainan paling menghibur dan tersukses di dunia. Kejayaan Barcelona dimulai tahun 2004 saat kembali merengkuh gelar La Liga bersama pelatih Frank Rijkaard, sejak itu Blaugrana menjelma menjadi klub yang sangat menakutkan di kancah Eropa bahkan Dunia. Bagaimana tidak? Sejak 2004 hingga 2012, klub yang bermarkas di Stadion Camp Nou ini memboyong belasan gelar bergengsi ke publik Catalan. Dari mulai La Liga (5 kali), Liga Champions (3 kali), Copa Del Rey (3 kali), Piala Super Eropa (1 kali) dan Piala Dunia Antarklub (1 kali). Selain itu, Barcelona juga banyak mencetak pemain-pemain kelas wahid seperti Puyol, Pique, Xavi, Iniesta dan sang mega bintang peraih 4 kali pemain terbaik Eropa Lionel Messi.

Barcelona dan permainan khas Tiki-Taka-nya memang fenomenal, permainan total football modern dengan kombinasi cepat atraktif dari kaki ke kaki dan akurasi umpan yang menakjubkan membuat Barcelona bermain sangat menyerang yang membuat pertahanan lawan kelabakan. Tak jarang Messi cs menggunduli lawan dengan margin gol di atas tiga. Bahkan saking hebatnya Tiki-Taka ala Barcelona banyak tim mengadopsinya termasuk timnas Spanyol yang akhirnya mampu merebut juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Salah satu teman pernah melempar jokes tentang permainan Tiki-Taka Barcelona ini dimana menurutnya El Barca hanya bisa dikalahkan oleh Tuhan. :)

Di awal musim 2012-2013, banyak orang memprediksi dominasi Barcelona nampaknya belum akan berakhir melihat penampilan impresif mereka di La Liga dan pencapaian Messi yang terus membuat rekor-rekor baru dengan gol-golnya. Tapi prediksi itu mulai luntur memasuki paruh kedua kompetisi, El Barca mulai kesulitan meladeni lawan-lawan di La Liga walau sampai pekan 25 masih mampu menjaga jarak 12 poin dengan peringkat kedua Atletico Madrid. Di Liga Champions, Barcelona dibayangi kegagalan untuk menembus babak perempat final setelah kalah 2-0 di leg pertama perdelapan final kontra AC Milan. Dan puncaknya terjadi dini hari tadi, saat Camp Nou kedatangan rival abadi Real Madrid di semifinal Copa Del Rey leg kedua. Membawa  hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu,  Barcelona yakin mampu mengatasi Madrid dan merebut tiket final. Namun tak dinyana, Barcelona malah mati kutu dan akhirnya takluk 1-3.

Bila ditilik, barisan belakang yang mulai rapuh, lini tengah sering kehilangan kreatifitas dan lini depan yang terlalu Messi sentris menjadi faktor kenapa permainan Barcelona tidak se-‘gila’ musim-musim sebelumnya. Lihat saja contoh lini pertahanan, bagaimana sulitnya Blaugrana mencetak cleen sheet musim ini.

Apakah ini pertanda kejayaan Barcelona akan segera runtuh? Permainan Tiki-Taka menawan nan fenomenal akan segera menjadi permainan biasa dalam sepak bola dan mudah dikalahkan? Hanya waktu yang bisa menjawab namun satu hal yang pasti bahwa dalam hidup takkan pernah ada yang abadi.

Layaknya kesedihan, kebahagiaan pun akan berakhir.

“Ketika kau sentuh puncak jangan pernah lupa kau pernah jatuh terkapar, saat kau jatuh terkapar jangan pernah lupa kau akan kembali menyentuh puncak”  

@Destangreys, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar