“Hidup
itu bagaikan roda berputar”
Pernyataan yang mungkin disetujui semua
manusia yang hidup di muka bumi ini, karena tidak bisa dipungkiri dinamika nasib
memang terus berputar kadang di atas dan kadang dibawah. Yang menjadi perbedaan
adalah seberapa lama nasib itu berada di puncak atau di dasar.
Berbicara soal ini, menarik bila kita
mengambil salah satu contoh klub sepak bola dunia asal Spanyol yaitu FC
Barcelona. Barcelona adalah cermin representasi klub dengan permainan paling
menghibur dan tersukses di dunia. Kejayaan Barcelona dimulai tahun 2004 saat
kembali merengkuh gelar La Liga bersama pelatih Frank Rijkaard, sejak itu Blaugrana menjelma menjadi klub yang
sangat menakutkan di kancah Eropa bahkan Dunia. Bagaimana tidak? Sejak 2004
hingga 2012, klub yang bermarkas di Stadion Camp Nou ini memboyong belasan
gelar bergengsi ke publik Catalan. Dari mulai La Liga (5 kali), Liga Champions
(3 kali), Copa Del Rey (3 kali), Piala Super Eropa (1 kali) dan Piala Dunia
Antarklub (1 kali). Selain itu, Barcelona juga banyak mencetak pemain-pemain
kelas wahid seperti Puyol, Pique, Xavi, Iniesta dan sang mega bintang peraih 4
kali pemain terbaik Eropa Lionel Messi.
Barcelona dan permainan khas Tiki-Taka-nya memang fenomenal,
permainan total football modern
dengan kombinasi cepat atraktif dari kaki ke kaki dan akurasi umpan yang
menakjubkan membuat Barcelona bermain sangat menyerang yang membuat pertahanan
lawan kelabakan. Tak jarang Messi cs menggunduli lawan dengan margin gol di
atas tiga. Bahkan saking hebatnya Tiki-Taka
ala Barcelona banyak tim mengadopsinya termasuk timnas Spanyol yang akhirnya
mampu merebut juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Salah satu teman
pernah melempar jokes tentang permainan Tiki-Taka
Barcelona ini dimana menurutnya El Barca hanya bisa dikalahkan oleh Tuhan. :)
Di awal musim 2012-2013, banyak orang
memprediksi dominasi Barcelona nampaknya belum akan berakhir melihat penampilan
impresif mereka di La Liga dan pencapaian Messi yang terus membuat rekor-rekor
baru dengan gol-golnya. Tapi prediksi itu mulai luntur memasuki paruh kedua
kompetisi, El Barca mulai kesulitan meladeni lawan-lawan di La Liga walau
sampai pekan 25 masih mampu menjaga jarak 12 poin dengan peringkat kedua
Atletico Madrid. Di Liga Champions, Barcelona dibayangi kegagalan untuk
menembus babak perempat final setelah kalah 2-0 di leg pertama perdelapan final
kontra AC Milan. Dan puncaknya terjadi dini hari tadi, saat Camp Nou kedatangan
rival abadi Real Madrid di semifinal Copa Del Rey leg kedua. Membawa hasil imbang 1-1 pada pertemuan pertama di
Santiago Bernabeu, Barcelona yakin mampu
mengatasi Madrid dan merebut tiket final. Namun tak dinyana, Barcelona malah
mati kutu dan akhirnya takluk 1-3.
Bila ditilik, barisan belakang yang mulai
rapuh, lini tengah sering kehilangan kreatifitas dan lini depan yang terlalu
Messi sentris menjadi faktor kenapa permainan Barcelona tidak se-‘gila’
musim-musim sebelumnya. Lihat saja contoh lini pertahanan, bagaimana sulitnya Blaugrana mencetak cleen sheet musim ini.
Apakah ini pertanda kejayaan Barcelona akan
segera runtuh? Permainan Tiki-Taka
menawan nan fenomenal akan segera menjadi permainan biasa dalam sepak bola dan
mudah dikalahkan? Hanya waktu yang bisa menjawab namun satu hal yang pasti
bahwa dalam hidup takkan pernah ada yang abadi.
Layaknya kesedihan, kebahagiaan pun akan
berakhir.
“Ketika
kau sentuh puncak jangan pernah lupa kau pernah jatuh terkapar, saat kau jatuh
terkapar jangan pernah lupa kau akan kembali menyentuh puncak”
@Destangreys, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar