Akhir 2012, usai kejadian Olimpiade London beberapa teman menanyakan pada saya dengan pertanyaan berbeda namun maknanya sama.
"Kenapa masih Greysia Polii?"
"Apa sih yang loe liat dari atlet ga berprestasi kayak dia? Mana bikin malu negara lagi"
"Loe ga niat ganti idola?"
Saya cuma tersenyum dan menghela nafas dan memilih untuk tidak menjelaskan. Biarkan saja waktu yang menjawab itu gumam saya dalam hati. Dan saya rasa inilah waktunya untuk menjawab semua itu.
Bagi sebagian orang, mungkin mengidolai atlet karena atlet tersebut penuh dengan prestasi dan gelar juara tapi saat mengidolai Greys saya tidak berangkat dari sana melainkan berangkat dari sikapnya yang ramah, unik, lucu tapi bisa tampil serius di lapangan. Lalu entah sudah jalan Tuhan atau bagaimana saya secara sangat beruntung bisa kenal secara personal dengan dia, keluarganya dan beberapa teman dekatnya.
Hal ini membuat gelar juara GPG, SS, SSP atau sekeping medali emas kejuaraan bergengsi menjadi hanya sebuah kado tambahan untuk saya karena tanpa itu Greys sudah memberikan dan mengajarkan banyak hal baik pada saya. Saya tahu persis Greys manusia biasa yang punya banyak kekurangan dan kesalahan, saya merasakan itu namun daripada memikirkannya lebih bijak saya membagi hal-hal baik walau kecil yang sempat saya kail dari seorang Greysia Polii, siapa tahu bisa menginspirasi.
Mari kita ambil contoh kecil, kejadiannya baru dan masih amat melekat di benak saya. Saat penjemputan di Bandara usai meraih emas di Asian Games kemarin, saya mencoba membantu untuk mendorong trolley berisi koper dan tas raketnya tapi dengan sigap Greys melarangnya, dia tidak mau merepotkan orang lain. Ah..how nice she is?
Sekarang tanya teman-teman #Greysians yang kemarin ikut #GreysiansMeetGreysia, tanyakan bagaimana dia begitu ramah dan cair membaur dengan fans-fansnya. Greys juga tidak segan bertanya dan bercanda.
Greys adalah tipe orang yang tidak suka berbagi kegalauan dan kesedihan. Dia tipe motivator ulung, lihat saja apa yang dia twit di Twitter, dia post di Instagram, semua tak ada yang bernada sedih. Semua tentang kebahagiaan, tentang penyemangat dan tentang how to enjoy and live your life. Kalau sempet ngobrol secara langsung, kalian juga bakal dapet hal yang sama dari dia. :)
Masih kurang? Baiklah, Greys pernah menegur saya karna saya merespons keras seseorang yang jelek-jelekkin dia. Dia dengan santai bilang "Udah diemin, kalau kamu ladenin kamu sama aja". Saya tidak habis pikir, bagaimana seseorang bisa santai menanggapi berita miring dirinya dan malah melarang orang yang membelanya tapi kalau ditelaah benar juga sih. Anjing mengonggong kafilah berlalu. Sejak saat itu saya lebih kalem tapi sejujurnya ingin sekali bilang "EAT THAT" pada sejumlah haters yang sampai saat ini masih lekat di benak tapi ntar malah kena omel sang juara lagi. Hehe. Ya sudahlah.
Rendah hati adalah suatu cerminan lain dari Greys, ini ga usah diceritain lah ya, banyak banget contohnya soalnya. Selalu seperti itu ya kak Ge. ;)
Saya selalu yakin kalau kita mewujudkan mimpi orang lain maka mimpi kita bisa terwujud dan kalau boleh berasumsi, Greys sudah mewujudkan mimpi saya dan #Greysians sehingga mimpinya terwujud tapi ini hanya asumsi saya lho ya karna faktanya mimpi Greys terwujud karena kerja keras dan doa yang terus menerus. :)
Tidak banyak orang tahu bahwa misi saya mendirikan #Greysians salah satunya adalah ingin mempertemukan para fans setia Greys dengan idolanya dan momen #GreysiansMeetGreysia bulan Juli lalu semoga terulang lagi. Semoga. #jadingarep
Dan akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak pada Greysia Polii yang sudah banyak sekali memberikan motivasi, inspirasi dan kebahagiaan-kebahagiaan selama ini.
#SalamHormatGreysiansNomorSatu :)
@Destangreys, 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar