Manusia hanya bisa merencanakan tapi apa yang terjadi tetap kuasa semesta yang diamini Tuhan. Sebaik apapun rencana bila putaran semesta menghendaki buruk, niscaya kita takkan pernah bisa menentangnya.
Jogja, minggu lalu jadi salsh satu contohnya. Berangkat dengan keinginan dan rencana tersusun rapi untuk menghadirkan senyum-senyum kebahagiaan lalu menikmati liburan dengan penuh cinta malah berbanding 180 derajat terbalik pada kenyataanya. Perih, pahit dan penuh air mata akhirnya hingga membuat kegalauan akut yang membuat hidup berasa tak berguna saja.
Emosi terburai, amarah memuncak dan kekesalan terberai sesaat melumpuhkan akal sehat sehingga memaki siapa saja yang merasa pantas disalahkan. Alam semesta, takdir, jalan hidup, dia dan tak luput diri sendiri. Mengutuki apa yang terjadi lalu mencoba berlari mengelak.
Tidak berguna sebenarnya luapan-luapan itu ketika sedetik kemudian sadar bahwa apa yang terjadi adalah kehendak-Nya dan Tuhan selalu punya skenario dan cerita-cerita indah untuk hidup kita. Setelah ini akan ada kebahagiaan-kebahagiaan lagi walau kita tak tahu seberapa badai besar kan bertahan tapi kita tahu badai pasti berhenti lalu akan ada pelangi setelahnya.
Maka terimalah jalan takdirmu dengan lapang hati dan keikhlasan, senadir dan segetir apapun itu karna percayalah Tuhan tidak akan membawa kita sejauh ini hanya untuk meninggalkan kita. Semua yang dia berikan adalah anugerah dan pelajaran untuk sebuah pengalaman hidup yang fantastik mengejutkan ke depan. Bersyukurlah!
@Destangreys, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar