Senin, 09 Februari 2015

#ExploreIndonesia #IndonesiaBagus : Baliku Indah



Saya tak pernah menyangka bisa secepat ini menjejakan kaki di Bali walau pada kenyataannya Bali memang masuk pada list destinasi agenda traveling saya. Mungkin kalau tidak ada Superliga Badminton di GOR Lila Bhuana Denpasar kemarin, saya hari ini belum bisa menulis cerita ketakjuban saya pada pulau Dewata ini.

Tidak bohong memang apa kata orang tentang pulau yang satu ini, dari utara ke selatan hingga timur ke barat, Bali menawarkan sebuah manifestasi bentang alam yang memesona. Pantai, Danau dan Gunung saling menunggu untuk disapa oleh mata yang melirik pana dan mulut yang menggumam kagum. Tak ada satupun tempat di Bali yang tidak memikat hati saya untuk mengambil gambar atau hanya sekedar menikmati mahakarya Tuhan ini. Entahlah, Tuhan mungkin sedang jatuh cinta saat menghadirkan pulau kecil bernama Bali itu di tengah-tengah indahnya gugusan kepulauan Indonesia seakan ingin menasbihkan bahwa “surga” itu ada.

Selain itu, Bali juga menawarkan keramahan yang khas, kebudayaan kuat peninggalan leluhur dan ketaatan pada keyakinannya. Orang Bali memang terkenal sangat ramah dan setidaknya itu yang saya rasakan selama disana, saya yang merupakan wisatawan benar-benar diperlakukan bak tamu oleh para pribumi bahkan saya tak pernah merasakan senyaman ini di tempat-tempat lain di Indonesia. Kebudayaan juga jadi daya pikat Bali yang selalu dirindukan, lihat dan resapilah tari-tariannya, upacara-upacaranya, ritual-ritualnya yang penuh pemaknaan yang dalam dimana semua itu tak terlepas dari penghambaan yang taat pada keyakinannya. Masyarakat Bali yang mayoritas pemeluk agama Hindu memang tidak bisa dipisahkan dengan penyembahan pada Trimurti (Siwa, Brahma dan Wishnu), ketiga Dewa yang menjadi pusat gravitasi hidup mereka. Tempat ibadah yang bernama Pura selalu ada di setiap rumah dan Pura besar di setiap desa membuat peribadatan mereka selalu terasa sakral dan khusyu. Sesajen di setiap sendi kehidupan selalu ada setiap hari sebagai bentuk rasa syukur mereka terhadap Dewa yang sudah memberikan kesejahteraan. Hindu Bali mengenal Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Widi) tapi manusia tidak bisa berdoa langsung kepada Tuhan tapi harus melalui perantara Dewa-Dewa karena manusia dianggap kotor. Masyarakat Bali percaya Pura-Pura besar di pinggir laut seperti di Tanah Lot dan Uluwatu adalah penyanggah agar laut tidak marah dan bila masih terus taat beribadah pada Tuhan maka tidak akan ada bencana di pulau Dewata ini. Filosofi yang menggetarkan batin saya.  

Bali adalah sinergi sempurna antara keeksotisan alam, keindahan budaya dan keteguhan iman!


Baliku Indah!

Sang Hyang Widhi (Paling atas)


Pura Buseh Desa Batuan



















Tanah Lot

Sesajen
























@Destangreys, 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar